<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dulu Sopir Angkot tapi Kini Punya Harta Rp1.128 Triliun, Ini Kisahnya</title><description>Prajogo Pangestu pada saat ini telah memiliki harta USD70,6 miliar atau setara dengan Rp1.128 triliun (kurs 15,978 per USD).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/320/3010875/dulu-sopir-angkot-tapi-kini-punya-harta-rp1-128-triliun-ini-kisahnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/320/3010875/dulu-sopir-angkot-tapi-kini-punya-harta-rp1-128-triliun-ini-kisahnya"/><item><title>Dulu Sopir Angkot tapi Kini Punya Harta Rp1.128 Triliun, Ini Kisahnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/320/3010875/dulu-sopir-angkot-tapi-kini-punya-harta-rp1-128-triliun-ini-kisahnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/320/3010875/dulu-sopir-angkot-tapi-kini-punya-harta-rp1-128-triliun-ini-kisahnya</guid><pubDate>Selasa 21 Mei 2024 05:03 WIB</pubDate><dc:creator>Jihaan Haniifah Yarra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/20/320/3010875/dulu-sopir-angkot-tapi-kini-punya-harta-rp1-128-triliun-ini-kisahnya-QQ9IagBsXi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dulu sopir angkot kini jadi orang terkaya di Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/20/320/3010875/dulu-sopir-angkot-tapi-kini-punya-harta-rp1-128-triliun-ini-kisahnya-QQ9IagBsXi.jpg</image><title>Dulu sopir angkot kini jadi orang terkaya di Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xMC82LzE3OTQ2My81L3g4d2xkcmM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Prajogo Pangestu pada saat ini telah memiliki harta USD70,6 miliar atau setara dengan Rp1.128 triliun (kurs 15,978 per USD). Sebelum menjadi orang terkaya di Indonesia, Prajogo Pangestu pernah berprofesi menjadi sopir angkot.
Prajogo Pangestu juga merupakan orang pertama di Indonesia yang memiliki catatan lonjakan kenaikan hingga lebih dari Rp1.000 triliun. Prajogo Pangestu juga menduduki peringkat ke 23 dalam daftar orang terkaya di dunia versi Forbes 2024 dengan kekayaan mencapai Rp1.128 triliun.

BACA JUGA:
Inilah 3 Generasi Keluarga Konglomerat Hartono yang Masuk Daftar Orang Terkaya di Asia


Prajogo Pangestu lahir pada 13 Mei 1944 di Kalimantan Barat dengan nama asli Phang Djoen Phen.
Awal karir dari Prajogo Pangestu tidaklah mudah. Prajogo Pangestu sendiri merupakan anak dari seorang pedagang karet asal Kalimantan. Hanya dapat menempuh sekolah sampai pada bangku sekolah menengah pertama (SMP), Prajogo Pangestu bekerja sebagai sopir angkot untuk menyambung hidup.

BACA JUGA:
Hartanya Capai Rp87,4 Triliun, Ini 2 Wanita Terkaya di Indonesia 2024


Prajogo Pangestu memiliki tekad untuk mengubah nasib dari keluarganya. Ditengah himpitan ekonomi yang membuatnya terpaksa untuk merantau ke Jakarta pada tahun 1960.
Di Ibu Kota, mengadu nasib tidaklah semudah yang dibayangkan. Prajogo Pangestu yang tidak juga mendapatkan pekerjaan di Jakarta pun kembali ke kampung halamannya di Kalimantan Barat dan menjadi sopir angkot.
Prajogo Pangestu pada tahun 1969 bertemu dengan seorang pengusaha  kayu asal Malaysia bernama Bong Sun (Burhan Uray) yang menawarkan  Prajogo Pangestu untuk bergabung ke perusahaannya yaitu PT Djajanti  Group.
Setelah mengabdi selama tujuh tahun di perusahaan tersebut, Prajogo  Pangestu sempat menjadi General Manager (GM) Pabrik Plywood Nusantara,  Gresik, Jawa Timur sebelum akhirnya memilih untuk pensiun dan menekuni  bisnis kayu.
Pada akhir tahun 1970, Prajogo Pangestu terlibat dalam bisnis kayu.  Prajogo Pangestu membeli perusahaan CV Pacific Lumber Coy yang pada saat  itu sedang mengalami krisis keuangan dan berubah nama menjadi PT Barito  Pacific Lumber.
Baca Selengkapnya : Kisah Sopir Angkot Kini Jadi Orang Terkaya di Indonesia Berharta Rp1.129 Triliun</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xMC82LzE3OTQ2My81L3g4d2xkcmM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Prajogo Pangestu pada saat ini telah memiliki harta USD70,6 miliar atau setara dengan Rp1.128 triliun (kurs 15,978 per USD). Sebelum menjadi orang terkaya di Indonesia, Prajogo Pangestu pernah berprofesi menjadi sopir angkot.
Prajogo Pangestu juga merupakan orang pertama di Indonesia yang memiliki catatan lonjakan kenaikan hingga lebih dari Rp1.000 triliun. Prajogo Pangestu juga menduduki peringkat ke 23 dalam daftar orang terkaya di dunia versi Forbes 2024 dengan kekayaan mencapai Rp1.128 triliun.

BACA JUGA:
Inilah 3 Generasi Keluarga Konglomerat Hartono yang Masuk Daftar Orang Terkaya di Asia


Prajogo Pangestu lahir pada 13 Mei 1944 di Kalimantan Barat dengan nama asli Phang Djoen Phen.
Awal karir dari Prajogo Pangestu tidaklah mudah. Prajogo Pangestu sendiri merupakan anak dari seorang pedagang karet asal Kalimantan. Hanya dapat menempuh sekolah sampai pada bangku sekolah menengah pertama (SMP), Prajogo Pangestu bekerja sebagai sopir angkot untuk menyambung hidup.

BACA JUGA:
Hartanya Capai Rp87,4 Triliun, Ini 2 Wanita Terkaya di Indonesia 2024


Prajogo Pangestu memiliki tekad untuk mengubah nasib dari keluarganya. Ditengah himpitan ekonomi yang membuatnya terpaksa untuk merantau ke Jakarta pada tahun 1960.
Di Ibu Kota, mengadu nasib tidaklah semudah yang dibayangkan. Prajogo Pangestu yang tidak juga mendapatkan pekerjaan di Jakarta pun kembali ke kampung halamannya di Kalimantan Barat dan menjadi sopir angkot.
Prajogo Pangestu pada tahun 1969 bertemu dengan seorang pengusaha  kayu asal Malaysia bernama Bong Sun (Burhan Uray) yang menawarkan  Prajogo Pangestu untuk bergabung ke perusahaannya yaitu PT Djajanti  Group.
Setelah mengabdi selama tujuh tahun di perusahaan tersebut, Prajogo  Pangestu sempat menjadi General Manager (GM) Pabrik Plywood Nusantara,  Gresik, Jawa Timur sebelum akhirnya memilih untuk pensiun dan menekuni  bisnis kayu.
Pada akhir tahun 1970, Prajogo Pangestu terlibat dalam bisnis kayu.  Prajogo Pangestu membeli perusahaan CV Pacific Lumber Coy yang pada saat  itu sedang mengalami krisis keuangan dan berubah nama menjadi PT Barito  Pacific Lumber.
Baca Selengkapnya : Kisah Sopir Angkot Kini Jadi Orang Terkaya di Indonesia Berharta Rp1.129 Triliun</content:encoded></item></channel></rss>
