<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>HNSI Ajak Pemerintah Sejahterakan Para Nelayan</title><description>Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) menyatakan siap berdampingan bersama pemerintah untuk kesejahteraan nelayan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/320/3010882/hnsi-ajak-pemerintah-sejahterakan-para-nelayan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/320/3010882/hnsi-ajak-pemerintah-sejahterakan-para-nelayan"/><item><title>HNSI Ajak Pemerintah Sejahterakan Para Nelayan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/320/3010882/hnsi-ajak-pemerintah-sejahterakan-para-nelayan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/320/3010882/hnsi-ajak-pemerintah-sejahterakan-para-nelayan</guid><pubDate>Senin 20 Mei 2024 15:45 WIB</pubDate><dc:creator>Kristalensi Bunga Nauli Sihite</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/20/320/3010882/bagaimana-kesejahteraan-nelayan-di-ri-begini-faktanya-OJFNqfMIAB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bagaimana kondisi nelayan di Indonesia (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/20/320/3010882/bagaimana-kesejahteraan-nelayan-di-ri-begini-faktanya-OJFNqfMIAB.jpg</image><title>Bagaimana kondisi nelayan di Indonesia (Foto: Antara)</title></images><description>


JAKARTA - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) menyatakan siap berdampingan bersama pemerintah untuk kesejahteraan dan kemakmuran nelayan di seluruh Indonesia.
&amp;ldquo;HNSI sekarang sudah siap untuk berlari kencang. Kami secara resmi akan berperan serta bergandengan tangan dengan pemerintah untuk kesejahteraan dan kemakmuran para nelayan seluruh Indonesia,&amp;rdquo; kata Ketua Umum HNSI, Herman Herry, Senin (20/5/2024).

BACA JUGA:
Kampung Nelayan di Papua Siap Ekspor Produk Tuna ke Berbagai Negara 

Dalam kesempatan itu, Herman Herry menyampaikan pesan sekaligus harapan kepada pemerintah pusat agar HNSI masuk dalam lembaran negara. Sehingga, keberadaan HNSI dalam memperjuangkan kesejahteraan nelayan bisa selaras bersama pemerintah.
&amp;ldquo;Kami meminta kepada pemerintah untuk memberikan kami hadiah. Artinya pemerintah mengeluarkan Keppres bawah tanggal 21 Mei adalah hari nelayan Indonesia. Sehingga kami mewakili para nelayan merasa diakui keberadaannya sebagai bagian dari anak bangsa. HNSI ini harus diakui oleh pemerintah, HNSI ini harus masuk dalam lembaran negara,&amp;rdquo; kata Herman Herry.
Herman Herry menyampaikan, terkait kesejahteraan nelayan itu artinya sangat luas. Dimana, kesejahteraan nelayan itu mulai dari pemberdayaan sampai dengan perbantuan.

BACA JUGA:
Bakamla RI Jemput 18 Nelayan Indonesia yang Sempat Ditangkap di Australia

&amp;ldquo;Kalau pemberdayaan tentu pihak institusi terkait sudah tahu bahwa bagaimana program-program pemberdayaan yang diberikan kepada para nelayan seperti layaknya masyarakat marjinal lainnya di Indonesia,&amp;rdquo; terang Herman Herry.
Sementara terkait program perbantuan, lanjut Herman Herry, bagaimana program pemerintah pusat melibatkan nelayan dalam mengimplementasikan program kerja untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan di tanah air.&amp;ldquo;Misalnya dengan pembinaan, dengan BBM subsidi, dan macam-macam.  Tentu hal ini kami sadari pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Ini  harus dilakukan pelatihan, gayung bersambut. Pemerintah menjalankan  tugasnya, HNSI yang mewakili nelayan juga melakukan tugasnya, kita akan  ketemu di tengah dan bergandengan tangan,&amp;rdquo; kata Herman Herry.
Selama ini, kata Herman Herry, program pemerintah pusat kepada para  nelayan sudah berjalan tapi belum maksimal. Hal itu karena data yang  dimiliki belum tertata dengan baik. Sehingga, HNSI ke depan akan menata  ulang para anggota dengan memberikan kartu tanda anggota (KTA).
&amp;ldquo;Kami paham tidak maksimalnya program itu karena data yang tidak  komplit, kedua pelaksanaan di lapangan dengan melanggar aturan, misalnya  yang menerima BBM subsidi itu bukan orang yang berhak, adanya  pembelokan program kepada orang-orang tidak berhak, pembelokan yang  bukan tujuannya,&amp;rdquo; terangnya.
&amp;ldquo;Oleh karena itu kami akan bergandengan dengan tangan dengan penegak  hukum dalam hal ini Polri, yang diwakili Kakorpolairut dan Diipolairut  se Indonesia untuk bersama-sama menertibkan hal-hal yang belum tertib  agar program-program perbantuan itu bisa tepat sasaran,&amp;rdquo; demikian Herman  Herry.</description><content:encoded>


JAKARTA - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) menyatakan siap berdampingan bersama pemerintah untuk kesejahteraan dan kemakmuran nelayan di seluruh Indonesia.
&amp;ldquo;HNSI sekarang sudah siap untuk berlari kencang. Kami secara resmi akan berperan serta bergandengan tangan dengan pemerintah untuk kesejahteraan dan kemakmuran para nelayan seluruh Indonesia,&amp;rdquo; kata Ketua Umum HNSI, Herman Herry, Senin (20/5/2024).

BACA JUGA:
Kampung Nelayan di Papua Siap Ekspor Produk Tuna ke Berbagai Negara 

Dalam kesempatan itu, Herman Herry menyampaikan pesan sekaligus harapan kepada pemerintah pusat agar HNSI masuk dalam lembaran negara. Sehingga, keberadaan HNSI dalam memperjuangkan kesejahteraan nelayan bisa selaras bersama pemerintah.
&amp;ldquo;Kami meminta kepada pemerintah untuk memberikan kami hadiah. Artinya pemerintah mengeluarkan Keppres bawah tanggal 21 Mei adalah hari nelayan Indonesia. Sehingga kami mewakili para nelayan merasa diakui keberadaannya sebagai bagian dari anak bangsa. HNSI ini harus diakui oleh pemerintah, HNSI ini harus masuk dalam lembaran negara,&amp;rdquo; kata Herman Herry.
Herman Herry menyampaikan, terkait kesejahteraan nelayan itu artinya sangat luas. Dimana, kesejahteraan nelayan itu mulai dari pemberdayaan sampai dengan perbantuan.

BACA JUGA:
Bakamla RI Jemput 18 Nelayan Indonesia yang Sempat Ditangkap di Australia

&amp;ldquo;Kalau pemberdayaan tentu pihak institusi terkait sudah tahu bahwa bagaimana program-program pemberdayaan yang diberikan kepada para nelayan seperti layaknya masyarakat marjinal lainnya di Indonesia,&amp;rdquo; terang Herman Herry.
Sementara terkait program perbantuan, lanjut Herman Herry, bagaimana program pemerintah pusat melibatkan nelayan dalam mengimplementasikan program kerja untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan di tanah air.&amp;ldquo;Misalnya dengan pembinaan, dengan BBM subsidi, dan macam-macam.  Tentu hal ini kami sadari pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Ini  harus dilakukan pelatihan, gayung bersambut. Pemerintah menjalankan  tugasnya, HNSI yang mewakili nelayan juga melakukan tugasnya, kita akan  ketemu di tengah dan bergandengan tangan,&amp;rdquo; kata Herman Herry.
Selama ini, kata Herman Herry, program pemerintah pusat kepada para  nelayan sudah berjalan tapi belum maksimal. Hal itu karena data yang  dimiliki belum tertata dengan baik. Sehingga, HNSI ke depan akan menata  ulang para anggota dengan memberikan kartu tanda anggota (KTA).
&amp;ldquo;Kami paham tidak maksimalnya program itu karena data yang tidak  komplit, kedua pelaksanaan di lapangan dengan melanggar aturan, misalnya  yang menerima BBM subsidi itu bukan orang yang berhak, adanya  pembelokan program kepada orang-orang tidak berhak, pembelokan yang  bukan tujuannya,&amp;rdquo; terangnya.
&amp;ldquo;Oleh karena itu kami akan bergandengan dengan tangan dengan penegak  hukum dalam hal ini Polri, yang diwakili Kakorpolairut dan Diipolairut  se Indonesia untuk bersama-sama menertibkan hal-hal yang belum tertib  agar program-program perbantuan itu bisa tepat sasaran,&amp;rdquo; demikian Herman  Herry.</content:encoded></item></channel></rss>
