<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga Debat Panas, Perundingan Dagang Alot soal IEU-CEPA</title><description>Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto terlibat debat panas saat perundingan IEU-CEPA.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/320/3010912/menko-airlangga-debat-panas-perundingan-dagang-alot-soal-ieu-cepa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/320/3010912/menko-airlangga-debat-panas-perundingan-dagang-alot-soal-ieu-cepa"/><item><title>Menko Airlangga Debat Panas, Perundingan Dagang Alot soal IEU-CEPA</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/320/3010912/menko-airlangga-debat-panas-perundingan-dagang-alot-soal-ieu-cepa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/320/3010912/menko-airlangga-debat-panas-perundingan-dagang-alot-soal-ieu-cepa</guid><pubDate>Senin 20 Mei 2024 16:35 WIB</pubDate><dc:creator>Jihaan Haniifah Yarra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/20/320/3010912/menko-airlangga-debat-panas-perundingan-dagang-alot-soal-ieu-cepa-XNPDA66Q7B.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Debat panas soal perundingan dagang IEU-CEPA (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/20/320/3010912/menko-airlangga-debat-panas-perundingan-dagang-alot-soal-ieu-cepa-XNPDA66Q7B.jpg</image><title>Debat panas soal perundingan dagang IEU-CEPA (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xOC80LzE3Mzg2OC81L3g4cHFkZXc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto terlibat debat panas saat perundingan IEU-CEPA. Dia menyampaikan bahwa Indonesia menginginkan perlakuan yang setara dalam proses negosiasi  dengan Uni Eropa.
Melansir dari Instagram resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Senin (20/5/2024). Kemeko RI, Airlangga menyampaikan kepada media Jerman bahwa Indonesia tidak ingin menunggu terlalu lama.

BACA JUGA:
Puluhan Ribu Kontainer Tertahan di Pelabuhan, Menko Airlangga Minta Petugas Tidak Libur


&amp;ldquo;Di Eropa, kita sudah terlalu lama, kami menegosiasikan CEPA Indonesia. Kami bersedia dan bersemangat, tapi itu membutuhkan waktu tujuh tahun, belum selesai dan 18 putaran negosiasi,&amp;rdquo; ujar Airlangga.
Airlangga mengatakan bahwa Indonesia tahu cara bernegosiasi dan memahami praktik terbaik.
&amp;ldquo;Kami bahkan menandatangani kerangka ekonomi indo-pasifik dengan as pada 6 juni. tapi kapan saya bisa menandatangani IEU CEPA? saya kira hanya tuhan yang tahu.&amp;rdquo; lanjut Airlangga.

BACA JUGA:
Airlangga soal Peluang Raffi Ahmad Maju Pilkada 2024 : Bisa OTW Jateng dan Jakarta


Airlangga menjawab pertanyaan mengenai apakah Indonesia sudah tidak membutuhkan Eropa lagi.
&amp;ldquo;Kami hanya bilang Eropa tidak memperlakukan Indonesia seperti mereka memperlakukan Vietnam. Eropa tidak memperlakukan Indonesia sama seperti mereka memperlakukan Thailand. Kami hanya ingin mendapatkan perlakuan yang setara, itu saja.&amp;rdquo; jawab Airlangga.
Airlangga juga menjawab bahwa dirinya tidak mengetahui alasan dari  hal tersebut. Saat dirinya ditanya mengenai alasan dari hal tersebut,  apakah posisi yang kuat di daerah tertentu.
&amp;ldquo;Tapi kami, presiden joko widodo pernah mengatakan pada pertemuan  dengan Uni Eropa di Brussels dua tahun lalu, bahwa hal-hal tersebut  tidak dapat diterima,&amp;rdquo; ujarnya
&amp;ldquo;Dan bahkan saat Kanselir Scholz membuka Hannover Messe dua minggu  lalu, dia juga menyebutkan bahwa, mari kita Eropa yang memutuskan dalam  berurusan dengan negara-negara ASEAN,&amp;rdquo; lanjutnya.
Airlangga juga mengatakan bahwa dalam jangka waktu yang lama  tersebut, menurut Kanselir, tidak bisa diterima. Sebagai informasi IEU  CEPA merupakan perjanjian kerja sma ekonomi perdagangan dan investasi  Indonesia dan Uni Eropa</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xOC80LzE3Mzg2OC81L3g4cHFkZXc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto terlibat debat panas saat perundingan IEU-CEPA. Dia menyampaikan bahwa Indonesia menginginkan perlakuan yang setara dalam proses negosiasi  dengan Uni Eropa.
Melansir dari Instagram resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Senin (20/5/2024). Kemeko RI, Airlangga menyampaikan kepada media Jerman bahwa Indonesia tidak ingin menunggu terlalu lama.

BACA JUGA:
Puluhan Ribu Kontainer Tertahan di Pelabuhan, Menko Airlangga Minta Petugas Tidak Libur


&amp;ldquo;Di Eropa, kita sudah terlalu lama, kami menegosiasikan CEPA Indonesia. Kami bersedia dan bersemangat, tapi itu membutuhkan waktu tujuh tahun, belum selesai dan 18 putaran negosiasi,&amp;rdquo; ujar Airlangga.
Airlangga mengatakan bahwa Indonesia tahu cara bernegosiasi dan memahami praktik terbaik.
&amp;ldquo;Kami bahkan menandatangani kerangka ekonomi indo-pasifik dengan as pada 6 juni. tapi kapan saya bisa menandatangani IEU CEPA? saya kira hanya tuhan yang tahu.&amp;rdquo; lanjut Airlangga.

BACA JUGA:
Airlangga soal Peluang Raffi Ahmad Maju Pilkada 2024 : Bisa OTW Jateng dan Jakarta


Airlangga menjawab pertanyaan mengenai apakah Indonesia sudah tidak membutuhkan Eropa lagi.
&amp;ldquo;Kami hanya bilang Eropa tidak memperlakukan Indonesia seperti mereka memperlakukan Vietnam. Eropa tidak memperlakukan Indonesia sama seperti mereka memperlakukan Thailand. Kami hanya ingin mendapatkan perlakuan yang setara, itu saja.&amp;rdquo; jawab Airlangga.
Airlangga juga menjawab bahwa dirinya tidak mengetahui alasan dari  hal tersebut. Saat dirinya ditanya mengenai alasan dari hal tersebut,  apakah posisi yang kuat di daerah tertentu.
&amp;ldquo;Tapi kami, presiden joko widodo pernah mengatakan pada pertemuan  dengan Uni Eropa di Brussels dua tahun lalu, bahwa hal-hal tersebut  tidak dapat diterima,&amp;rdquo; ujarnya
&amp;ldquo;Dan bahkan saat Kanselir Scholz membuka Hannover Messe dua minggu  lalu, dia juga menyebutkan bahwa, mari kita Eropa yang memutuskan dalam  berurusan dengan negara-negara ASEAN,&amp;rdquo; lanjutnya.
Airlangga juga mengatakan bahwa dalam jangka waktu yang lama  tersebut, menurut Kanselir, tidak bisa diterima. Sebagai informasi IEU  CEPA merupakan perjanjian kerja sma ekonomi perdagangan dan investasi  Indonesia dan Uni Eropa</content:encoded></item></channel></rss>
