<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut: Menghukum Industri Buang Limbah ke Sungai Citarum Itu Tidak Mudah</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, menghukum pelaku industri yang membuang limbah ke sungai merupakan proses yang tidak mudah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/320/3011044/luhut-menghukum-industri-buang-limbah-ke-sungai-citarum-itu-tidak-mudah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/320/3011044/luhut-menghukum-industri-buang-limbah-ke-sungai-citarum-itu-tidak-mudah"/><item><title>Luhut: Menghukum Industri Buang Limbah ke Sungai Citarum Itu Tidak Mudah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/320/3011044/luhut-menghukum-industri-buang-limbah-ke-sungai-citarum-itu-tidak-mudah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/320/3011044/luhut-menghukum-industri-buang-limbah-ke-sungai-citarum-itu-tidak-mudah</guid><pubDate>Senin 20 Mei 2024 20:49 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/20/320/3011044/luhut-menghukum-industri-buang-limbah-ke-sungai-citarum-itu-tidak-mudah-HHl58Lgu94.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luhut akui tak mudah menghukum pelaku usaha (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/20/320/3011044/luhut-menghukum-industri-buang-limbah-ke-sungai-citarum-itu-tidak-mudah-HHl58Lgu94.jpg</image><title>Luhut akui tak mudah menghukum pelaku usaha (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xOS80LzE4MDg0OS81L3g4eXBpY3E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menko Maritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, menghukum pelaku industri yang membuang limbah ke sungai merupakan proses yang tidak mudah.
Hal itu dikatakan Luhut dalam pidatonya pada acara Peluncuran Buku Citarum Harum, pada rangkaian acara World Water Forum ke- 10 di Bali, Senin (20/5/2024).

BACA JUGA:
Menko Luhut Ungkap Indonesia Bisa Kantongi Rp112,5 Triliun dari Perdagangan Karbon


&quot;Tugas itu bukan hanya mengatur pembersihan sampah, tapi juga mendidik masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai, dan bagaimana menghukum industri yang membuang limbahnya ke sungai, dan itu menurut saya proses yang tidak mudah,&quot; ujar Luhut di Bali.
Luhut menjelaskan, kebersihan sungai merupakan kunci dalam menjaga ekosistem ikan yang berada di dalamnya. Ikan-ikan tersebut lah yang pada akhirnya bakal dikonsumsi oleh masyarakat.

BACA JUGA:
Luhut Tawarkan Elon Musk Luncurkan Roket di Indonesia


Sehingga jika sungai tercemar, maka otomatis ikan-ikan mengkonsumsi makan yang kotor juga. Pada akhirnya manusia pun bakal terkena negatif kesehatan jika mengkonsumsi ikan-ikan yang tercemar tersebut. Inilah yang disebut Luhut, pentingnya peran Pemerintah Pusat dan Daerah dalam menjaga kebersihan sungai.
&quot;Ikan di sana (sungai kotor) makan kotoran, dan kita makan ikan itu,  dan hasil penelitian, jika ibu hamil makan itu anaknya bisa cacat, jadi  banyak sekali dampak negatif dari ini semua,&quot; sambung Luhut.
Belum lagi menurut Luhut, dengan tercemarnya air sungai tersebut akan  mengalir ke irigasi dan mengairi pertanian masyarakat. Akhirnya,  kualitas air yang kotor ini menghasilkan produk pangan yang kurang baik  juga untuk kesehatan.
&quot;Sampah ini isu yang saya terus terang yang paling sulit untuk  diselesaikan, tapi kemarin kelihatannya sudah kelihatan bentuknya dengan  Perpres yang baru, kita harus mengganti mindset kita bahwa sampah ada  costnya,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xOS80LzE4MDg0OS81L3g4eXBpY3E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menko Maritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, menghukum pelaku industri yang membuang limbah ke sungai merupakan proses yang tidak mudah.
Hal itu dikatakan Luhut dalam pidatonya pada acara Peluncuran Buku Citarum Harum, pada rangkaian acara World Water Forum ke- 10 di Bali, Senin (20/5/2024).

BACA JUGA:
Menko Luhut Ungkap Indonesia Bisa Kantongi Rp112,5 Triliun dari Perdagangan Karbon


&quot;Tugas itu bukan hanya mengatur pembersihan sampah, tapi juga mendidik masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai, dan bagaimana menghukum industri yang membuang limbahnya ke sungai, dan itu menurut saya proses yang tidak mudah,&quot; ujar Luhut di Bali.
Luhut menjelaskan, kebersihan sungai merupakan kunci dalam menjaga ekosistem ikan yang berada di dalamnya. Ikan-ikan tersebut lah yang pada akhirnya bakal dikonsumsi oleh masyarakat.

BACA JUGA:
Luhut Tawarkan Elon Musk Luncurkan Roket di Indonesia


Sehingga jika sungai tercemar, maka otomatis ikan-ikan mengkonsumsi makan yang kotor juga. Pada akhirnya manusia pun bakal terkena negatif kesehatan jika mengkonsumsi ikan-ikan yang tercemar tersebut. Inilah yang disebut Luhut, pentingnya peran Pemerintah Pusat dan Daerah dalam menjaga kebersihan sungai.
&quot;Ikan di sana (sungai kotor) makan kotoran, dan kita makan ikan itu,  dan hasil penelitian, jika ibu hamil makan itu anaknya bisa cacat, jadi  banyak sekali dampak negatif dari ini semua,&quot; sambung Luhut.
Belum lagi menurut Luhut, dengan tercemarnya air sungai tersebut akan  mengalir ke irigasi dan mengairi pertanian masyarakat. Akhirnya,  kualitas air yang kotor ini menghasilkan produk pangan yang kurang baik  juga untuk kesehatan.
&quot;Sampah ini isu yang saya terus terang yang paling sulit untuk  diselesaikan, tapi kemarin kelihatannya sudah kelihatan bentuknya dengan  Perpres yang baru, kita harus mengganti mindset kita bahwa sampah ada  costnya,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
