<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Impor Bawang Putih hingga Garam dari Singapura</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengimpor bahan pangan dari Singapura, salah satunya bawang putih.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/320/3011070/indonesia-impor-bawang-putih-hingga-garam-dari-singapura</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/320/3011070/indonesia-impor-bawang-putih-hingga-garam-dari-singapura"/><item><title>Indonesia Impor Bawang Putih hingga Garam dari Singapura</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/320/3011070/indonesia-impor-bawang-putih-hingga-garam-dari-singapura</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/20/320/3011070/indonesia-impor-bawang-putih-hingga-garam-dari-singapura</guid><pubDate>Senin 20 Mei 2024 21:35 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/20/320/3011070/indonesia-impor-bawang-putih-hingga-garam-dari-singapura-DSbmzthR2L.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI impor cabai hingga bawang putih dari singapura (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/20/320/3011070/indonesia-impor-bawang-putih-hingga-garam-dari-singapura-DSbmzthR2L.jpg</image><title>RI impor cabai hingga bawang putih dari singapura (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xOC8xLzE4MDgyOS81L3g4eW81cGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengimpor bahan pangan dari Singapura, salah satunya bawang putih. Berdasarkan data BPS, impor bawang putih Indonesia pada Januari sampai April 2024 sebesar 95,95 ribu ton, atau turun 7,21% dari periode yang sama tahun lalu yang tercatat 103,41 ribu ton.
Mayoritas impor bawang putih berasal dari China sebesar 95,88 ribu ton. Sementara dari Singapura, Indonesia mengimpor bawang putih sebesar 42 kg dengan nilai impor USD20, turun dari sebelumnya USD155.

BACA JUGA:
BPS Catat Inflasi Sultra 2,93%, Terkendali Di Bawah Rata-Rata Nasional


Kondisi ini pun cukup mengejutkan lantaran, Singapura sendiri masih mengandalkan pasokan kebutuhan pangannya dari impor bahkan hingga mencapai 90%.
Selain bawang putih, Indonesia juga tercatat mengimpor beberapa barang pangan lainnya seperti cabai, yang tercatat USD85 sepanjang Januari-April 2024.

BACA JUGA:
BPS Sebut Iran-Israel Bukan Mitra Dagang Utama RI di Kawasan Timteng


Kemudian tepung gandum dan meslin yang pada periode Januari-April 2024 nilai impornya tercatat USD99,14 atau naik jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat USD79.228.
Bahkan untuk garam pun, Indonesia tercatat mengimpor dari negara seluas DKI Jakarta itu dengan nilai USD42,105 pada Januari-April 2024. Angka itu melonjak dibandingkan periode yang sama pada 2023, karena pada periode itu BPS mencatat Indonesia tidak mengimpor garam dari Singapura.
Adapun jika ditotal, nilai impor pangan RI dari Singapura mencapai  USD141.354 pada periode Januari-April 2024. Angka itupun setara  Rp2.258.002.931,4 dengan asumsi kurs Rp15.974,10 per dolar AS.
Sementara itu, BPS juga melaporkan bahwa Singapura merupakan negara  kedua yang menyumbang defisit terbesar terhadap neraca perdagangan  Indonesia selama empat tahun beruntun  atau tepatnya pada periode Mei  2020 hingga April 2024. Tercatat pada periode itu Indonesia mengalami  defisit USD18,91 miliar dengan Singapura.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xOC8xLzE4MDgyOS81L3g4eW81cGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengimpor bahan pangan dari Singapura, salah satunya bawang putih. Berdasarkan data BPS, impor bawang putih Indonesia pada Januari sampai April 2024 sebesar 95,95 ribu ton, atau turun 7,21% dari periode yang sama tahun lalu yang tercatat 103,41 ribu ton.
Mayoritas impor bawang putih berasal dari China sebesar 95,88 ribu ton. Sementara dari Singapura, Indonesia mengimpor bawang putih sebesar 42 kg dengan nilai impor USD20, turun dari sebelumnya USD155.

BACA JUGA:
BPS Catat Inflasi Sultra 2,93%, Terkendali Di Bawah Rata-Rata Nasional


Kondisi ini pun cukup mengejutkan lantaran, Singapura sendiri masih mengandalkan pasokan kebutuhan pangannya dari impor bahkan hingga mencapai 90%.
Selain bawang putih, Indonesia juga tercatat mengimpor beberapa barang pangan lainnya seperti cabai, yang tercatat USD85 sepanjang Januari-April 2024.

BACA JUGA:
BPS Sebut Iran-Israel Bukan Mitra Dagang Utama RI di Kawasan Timteng


Kemudian tepung gandum dan meslin yang pada periode Januari-April 2024 nilai impornya tercatat USD99,14 atau naik jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat USD79.228.
Bahkan untuk garam pun, Indonesia tercatat mengimpor dari negara seluas DKI Jakarta itu dengan nilai USD42,105 pada Januari-April 2024. Angka itu melonjak dibandingkan periode yang sama pada 2023, karena pada periode itu BPS mencatat Indonesia tidak mengimpor garam dari Singapura.
Adapun jika ditotal, nilai impor pangan RI dari Singapura mencapai  USD141.354 pada periode Januari-April 2024. Angka itupun setara  Rp2.258.002.931,4 dengan asumsi kurs Rp15.974,10 per dolar AS.
Sementara itu, BPS juga melaporkan bahwa Singapura merupakan negara  kedua yang menyumbang defisit terbesar terhadap neraca perdagangan  Indonesia selama empat tahun beruntun  atau tepatnya pada periode Mei  2020 hingga April 2024. Tercatat pada periode itu Indonesia mengalami  defisit USD18,91 miliar dengan Singapura.</content:encoded></item></channel></rss>
