<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bayar Gaji Karyawan Indofarma Pakai Uang Biofarma Miliaran Rupiah</title><description>Arus kas PT Indofarma Tbk tertekan berat imbas dugaan korupsi Rp470 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/21/320/3011474/bayar-gaji-karyawan-indofarma-pakai-uang-biofarma-miliaran-rupiah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/21/320/3011474/bayar-gaji-karyawan-indofarma-pakai-uang-biofarma-miliaran-rupiah"/><item><title>Bayar Gaji Karyawan Indofarma Pakai Uang Biofarma Miliaran Rupiah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/21/320/3011474/bayar-gaji-karyawan-indofarma-pakai-uang-biofarma-miliaran-rupiah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/21/320/3011474/bayar-gaji-karyawan-indofarma-pakai-uang-biofarma-miliaran-rupiah</guid><pubDate>Selasa 21 Mei 2024 18:19 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/21/320/3011474/bayar-gaji-karyawan-indofarma-pakai-uang-biofarma-miliaran-rupiah-sBXdmCW6se.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kasus dugaan korupsi Indofarma Rp470 miliar (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/21/320/3011474/bayar-gaji-karyawan-indofarma-pakai-uang-biofarma-miliaran-rupiah-sBXdmCW6se.jpg</image><title>Kasus dugaan korupsi Indofarma Rp470 miliar (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNS8xLzE4MDM1Mi81L3g4eTB0ZzI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Arus kas PT Indofarma Tbk tertekan berat imbas dugaan korupsi Rp470 miliar. Struktur keuangan yang tidak sehat membuat perusahaan memakai anggaran PT Biofarma (Persero) dengan nilai yang fantastis.
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyebut, jumlah uang yang disedot Indofarma cukup tinggi nilainya. Diperkirakan mencapai miliaran rupiah dan dilakukan sejak beberapa berbulan lalu.
Cara Indofarma menggunakan dana induk usahanya itu untuk memenuhi tanggung jawab perusahaan kepada karyawan. Pasalnya, unit bisnis Holding BUMN Farmasi ini sempat menunda pembayaran gaji karyawan.

BACA JUGA:
Dugaan Korupsi di Indofarma, Begini Kata Stafsus Erick Thohir


Namun, suplai anggaran mulai dihentikan dan membuat pembayaran gaji karyawan Indofarma tersendat kembali. Arya sendiri enggan merinci upah di bulan apa saja yang belum dibayarkan perusahaan.
&amp;ldquo;Nah, maksud saya teman-teman (karyawan) berbulan-bulan sebelumnya pun sudah teriak, bukan baru sekarang ini, Indofarma berbulan-bulan sebelumnya pun sudah dibayar (gaji), tahun lalu sudah dibayar sama Biofarma,&amp;rdquo; ucap Arya kepada wartawan, Selasa (21/5/2024).
&amp;ldquo;Ya sekarang sudah mulai ngadat karena sudah terlalu banyak uang Biofarma yang disedot oleh Indofarma, paham ya? Jadi bukan, kalau saya bilang bahwa ini kemarin belum dibayar dan sebagainya, justru sudah dibayar setelah bulan-bulan itu, tahun lalu itu sudah dibayar,&amp;rdquo; paparnya.

BACA JUGA:
KPK Cegah 4 Orang ke Luar Negeri Terkait Kasus Korupsi di LPEI 


Adapun, pembayaran gaji karyawan Indofarma bakal dipenuhi sebelum Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Saat ini, Kementerian BUMN selaku pemegang saham terus mendorong agar Indofarma bisa direstrukturisasi.
Arya menjelaskan, inti perkara dugaan kasus korupsi Indofarma ada di unit usahanya, PT Indofarma Global Medika (IGM), perusahaan yang bergerak di bidang farmasi, alat kesehatan, dan makanan sehat.
Penyelewengan dana Indofarma dilakukan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab yang memiliki jabatan di Indofarma Global Medika. Dugaan tindak pidana disebabkan oleh oknum IGM yang tidak memberikan hasil penjualan produk kesehatan kepada Indofarma, selaku induk perusahaan.
Dia mencatat, ada uang hasil penjualan produk Rp 470 miliar yang  tidak disetor IGM. Padahal, anggarannya sudah diberikan pihak ketiga  kepada IGM yang dipercaya Indofarma untuk mendistribusikan produk  perusahaan.
&amp;ldquo;Di sana ditemukan ada Rp 470 miliar, dana yang seharusnya masuk ke  Indofarma nggak disetor oleh Indofarma Global Medika, itu capai Rp 470  miliar, yang kita temukan,&amp;rdquo; pungkasnya.
Lantaran uang tak kunjung masuk ke kas Indofarma, sementara pihak  ketiga sudah memberikan hasil penjualan produk ke IGM. Tim audit pun  menaruh kecurigaan bahwa ada indikasi penyelewengan.
Proses penelusuran pun dilakukan tim audit dan ditemukan ada anggaran  sebesar Rp 470 miliar yang diduga dikorupsi oleh pihak IGM.
&amp;ldquo;Nah, dana ini ternyata tidak disetor padahal setelah dicek, kemarin  dilakukan audit internal teman-teman Indofarma, ketika ditanya kepada  IGM apakah tagihan tersebut sudah ditagih ke pihak ketiga? ternyata  udah,&amp;rdquo; kata Arya.
&amp;ldquo;Sudah ditagih semua sama IGM, jadi tagihan-tagihan mereka itu kan  misalnya IGM belum nagih gitu ya, ternyata uda nagih, tagihannya sudah  masuk, tapi dia gak ngasih ke Indofarma-nya, itu problem besar dari  Indofarma,&amp;rdquo; jelas dia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNS8xLzE4MDM1Mi81L3g4eTB0ZzI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Arus kas PT Indofarma Tbk tertekan berat imbas dugaan korupsi Rp470 miliar. Struktur keuangan yang tidak sehat membuat perusahaan memakai anggaran PT Biofarma (Persero) dengan nilai yang fantastis.
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyebut, jumlah uang yang disedot Indofarma cukup tinggi nilainya. Diperkirakan mencapai miliaran rupiah dan dilakukan sejak beberapa berbulan lalu.
Cara Indofarma menggunakan dana induk usahanya itu untuk memenuhi tanggung jawab perusahaan kepada karyawan. Pasalnya, unit bisnis Holding BUMN Farmasi ini sempat menunda pembayaran gaji karyawan.

BACA JUGA:
Dugaan Korupsi di Indofarma, Begini Kata Stafsus Erick Thohir


Namun, suplai anggaran mulai dihentikan dan membuat pembayaran gaji karyawan Indofarma tersendat kembali. Arya sendiri enggan merinci upah di bulan apa saja yang belum dibayarkan perusahaan.
&amp;ldquo;Nah, maksud saya teman-teman (karyawan) berbulan-bulan sebelumnya pun sudah teriak, bukan baru sekarang ini, Indofarma berbulan-bulan sebelumnya pun sudah dibayar (gaji), tahun lalu sudah dibayar sama Biofarma,&amp;rdquo; ucap Arya kepada wartawan, Selasa (21/5/2024).
&amp;ldquo;Ya sekarang sudah mulai ngadat karena sudah terlalu banyak uang Biofarma yang disedot oleh Indofarma, paham ya? Jadi bukan, kalau saya bilang bahwa ini kemarin belum dibayar dan sebagainya, justru sudah dibayar setelah bulan-bulan itu, tahun lalu itu sudah dibayar,&amp;rdquo; paparnya.

BACA JUGA:
KPK Cegah 4 Orang ke Luar Negeri Terkait Kasus Korupsi di LPEI 


Adapun, pembayaran gaji karyawan Indofarma bakal dipenuhi sebelum Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Saat ini, Kementerian BUMN selaku pemegang saham terus mendorong agar Indofarma bisa direstrukturisasi.
Arya menjelaskan, inti perkara dugaan kasus korupsi Indofarma ada di unit usahanya, PT Indofarma Global Medika (IGM), perusahaan yang bergerak di bidang farmasi, alat kesehatan, dan makanan sehat.
Penyelewengan dana Indofarma dilakukan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab yang memiliki jabatan di Indofarma Global Medika. Dugaan tindak pidana disebabkan oleh oknum IGM yang tidak memberikan hasil penjualan produk kesehatan kepada Indofarma, selaku induk perusahaan.
Dia mencatat, ada uang hasil penjualan produk Rp 470 miliar yang  tidak disetor IGM. Padahal, anggarannya sudah diberikan pihak ketiga  kepada IGM yang dipercaya Indofarma untuk mendistribusikan produk  perusahaan.
&amp;ldquo;Di sana ditemukan ada Rp 470 miliar, dana yang seharusnya masuk ke  Indofarma nggak disetor oleh Indofarma Global Medika, itu capai Rp 470  miliar, yang kita temukan,&amp;rdquo; pungkasnya.
Lantaran uang tak kunjung masuk ke kas Indofarma, sementara pihak  ketiga sudah memberikan hasil penjualan produk ke IGM. Tim audit pun  menaruh kecurigaan bahwa ada indikasi penyelewengan.
Proses penelusuran pun dilakukan tim audit dan ditemukan ada anggaran  sebesar Rp 470 miliar yang diduga dikorupsi oleh pihak IGM.
&amp;ldquo;Nah, dana ini ternyata tidak disetor padahal setelah dicek, kemarin  dilakukan audit internal teman-teman Indofarma, ketika ditanya kepada  IGM apakah tagihan tersebut sudah ditagih ke pihak ketiga? ternyata  udah,&amp;rdquo; kata Arya.
&amp;ldquo;Sudah ditagih semua sama IGM, jadi tagihan-tagihan mereka itu kan  misalnya IGM belum nagih gitu ya, ternyata uda nagih, tagihannya sudah  masuk, tapi dia gak ngasih ke Indofarma-nya, itu problem besar dari  Indofarma,&amp;rdquo; jelas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
