<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Proyek Infrastruktur Air Dipamerkan di World Water Forum</title><description>Indonesia menjadi tuan rumah pada World Water Forum ke-10 yang digelar di Bali.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/21/470/3011447/proyek-infrastruktur-air-dipamerkan-di-world-water-forum</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/21/470/3011447/proyek-infrastruktur-air-dipamerkan-di-world-water-forum"/><item><title>Proyek Infrastruktur Air Dipamerkan di World Water Forum</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/21/470/3011447/proyek-infrastruktur-air-dipamerkan-di-world-water-forum</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/21/470/3011447/proyek-infrastruktur-air-dipamerkan-di-world-water-forum</guid><pubDate>Selasa 21 Mei 2024 17:23 WIB</pubDate><dc:creator>Faradilla Indah Siti Aysha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/21/470/3011447/proyek-infrastruktur-air-dipamerkan-di-world-water-forum-RGlnfDGfn9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI pamerkan infrastruktur air di WWF (Foto: Hutama Karya)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/21/470/3011447/proyek-infrastruktur-air-dipamerkan-di-world-water-forum-RGlnfDGfn9.jpg</image><title>RI pamerkan infrastruktur air di WWF (Foto: Hutama Karya)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNy80LzE4MDM5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Indonesia menjadi tuan rumah pada World Water Forum ke-10 yang digelar di Bali. Dalam forum internasional tersebut Indonesia memamerkan proyek infrastruktur air yang sudah maupun sedang dibangun kepada para pengunjung.
Ajang pertemuan internasional terbesar di sektor air yang mengusung tema Water for Shared Prosperity, dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Bali International Convention Centre.

BACA JUGA:
WWF 2024: Targetkan Pertumbuhan Bisnis Rendah Emisi, Ini Prioritas Pertamina NRE


Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa suatu kehormatan bagi Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Forum Air Sedunia ke-10 untuk meneguhkan komitmen bersama dan merumuskan aksi nyata pengelolaan air yang inklusif dan berkelanjutan. Sejalan dengan tema yakni air untuk kemakmuran bersama, yang bisa dimaknai menjadi 3 (tiga) prinsip dasar yaitu menghindari persaingan, mengedepankan pemerataan dan kerja sama inklusif serta menyokong perdamaian dan kemakmuran dimana ketiganya bisa terwujud dengan sebuah kata kunci yaitu kolaborasi.
&amp;ldquo;Tanpa air tidak ada makanan, tidak ada perdamaian dan tidak ada kehidupan karena air adalah sumber kehidupan, air juga merupakan simbol keseimbangan dan keharmonisan, namun jika tidak dikelola dengan baik bisa menjadi sumber bencana,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi, Selasa (22/5/2024).

BACA JUGA:
Jokowi Dorong 4 Inisiatif Baru Indonesia di KTT WWF 2024


Sejalan dengan tema WWF tahun ini, dalam perjalanannya, Hutama Karya turut berkontribusi dalam membangun infrastruktur air di berbagai wilayah di Indonesia sebagai negara kepulauan dengan sumber daya air yang melimpah.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim mengatakan proyek-proyek strategis Hutama Karya seperti bendungan hadir untuk mendukung pengelolaan air yang berkelanjutan serta mewujudkan ketahanan pangan dalam menciptakan kemakmuran bagi masyarakat.
&amp;ldquo;Selama satu dekade terakhir, Hutama Karya telah membangun sebanyak  17 bendungan di mana 11 di antaranya telah selesai yakni Bendungan  Leuwikeris di Jawa Barat; Bendungan Gongseng, Bendungan Semantok dan  Bendungan Bendo di Jawa Timur; Bendungan Keureuto di Aceh; Bendungan  Sindang Heula di Banten; Bendungan Batang Toru di Sumatra Utara;  Bendungan Ladongi dan Bendungan Ameroro di Sulawesi Tenggara; Bendungan  Bintang Bano dan Bendungan Tanju &amp;amp; Mila di Nusa Tenggara Barat;  serta 6 yang masih dalam tahap pengerjaan yakni Bendungan Tigadihaji di  Sumatra Selatan, Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat, Bendungan  Way Apu di Maluku, Bendungan Bulango Ulu di Gorontalo, Bendungan Cijurei  di Jawa Barat dan Bendungan Karangnongko di Jawa Tengah,&amp;rdquo; ujar Adjib.
Dalam Pameran World Water Forum ke-10, Hutama Karya menampilkan  sejumlah proyek ikonik berupa foto serta video dengan didukung teknologi  Virtual Reality (VR). Selain dihadiri oleh berbagai pemangku  kepentingan dan perwakilan dari 149 negara, ajang ini juga mempertemukan  semua tingkatan dan bidang yang tercatat lebih dari 20.000 peserta  termasuk organisasi internasional, pemerintah, akademisi, masyarakat  sipil termasuk generasi muda hingga sektor swasta. Di kesempatan yang  sama, Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto dan Direktur Operasi I  Hutama Karya Agung Fajarwanto turut hadir pada forum yang diadakan  setiap tiga tahun sekali ini.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNy80LzE4MDM5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Indonesia menjadi tuan rumah pada World Water Forum ke-10 yang digelar di Bali. Dalam forum internasional tersebut Indonesia memamerkan proyek infrastruktur air yang sudah maupun sedang dibangun kepada para pengunjung.
Ajang pertemuan internasional terbesar di sektor air yang mengusung tema Water for Shared Prosperity, dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Bali International Convention Centre.

BACA JUGA:
WWF 2024: Targetkan Pertumbuhan Bisnis Rendah Emisi, Ini Prioritas Pertamina NRE


Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa suatu kehormatan bagi Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Forum Air Sedunia ke-10 untuk meneguhkan komitmen bersama dan merumuskan aksi nyata pengelolaan air yang inklusif dan berkelanjutan. Sejalan dengan tema yakni air untuk kemakmuran bersama, yang bisa dimaknai menjadi 3 (tiga) prinsip dasar yaitu menghindari persaingan, mengedepankan pemerataan dan kerja sama inklusif serta menyokong perdamaian dan kemakmuran dimana ketiganya bisa terwujud dengan sebuah kata kunci yaitu kolaborasi.
&amp;ldquo;Tanpa air tidak ada makanan, tidak ada perdamaian dan tidak ada kehidupan karena air adalah sumber kehidupan, air juga merupakan simbol keseimbangan dan keharmonisan, namun jika tidak dikelola dengan baik bisa menjadi sumber bencana,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi, Selasa (22/5/2024).

BACA JUGA:
Jokowi Dorong 4 Inisiatif Baru Indonesia di KTT WWF 2024


Sejalan dengan tema WWF tahun ini, dalam perjalanannya, Hutama Karya turut berkontribusi dalam membangun infrastruktur air di berbagai wilayah di Indonesia sebagai negara kepulauan dengan sumber daya air yang melimpah.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim mengatakan proyek-proyek strategis Hutama Karya seperti bendungan hadir untuk mendukung pengelolaan air yang berkelanjutan serta mewujudkan ketahanan pangan dalam menciptakan kemakmuran bagi masyarakat.
&amp;ldquo;Selama satu dekade terakhir, Hutama Karya telah membangun sebanyak  17 bendungan di mana 11 di antaranya telah selesai yakni Bendungan  Leuwikeris di Jawa Barat; Bendungan Gongseng, Bendungan Semantok dan  Bendungan Bendo di Jawa Timur; Bendungan Keureuto di Aceh; Bendungan  Sindang Heula di Banten; Bendungan Batang Toru di Sumatra Utara;  Bendungan Ladongi dan Bendungan Ameroro di Sulawesi Tenggara; Bendungan  Bintang Bano dan Bendungan Tanju &amp;amp; Mila di Nusa Tenggara Barat;  serta 6 yang masih dalam tahap pengerjaan yakni Bendungan Tigadihaji di  Sumatra Selatan, Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat, Bendungan  Way Apu di Maluku, Bendungan Bulango Ulu di Gorontalo, Bendungan Cijurei  di Jawa Barat dan Bendungan Karangnongko di Jawa Tengah,&amp;rdquo; ujar Adjib.
Dalam Pameran World Water Forum ke-10, Hutama Karya menampilkan  sejumlah proyek ikonik berupa foto serta video dengan didukung teknologi  Virtual Reality (VR). Selain dihadiri oleh berbagai pemangku  kepentingan dan perwakilan dari 149 negara, ajang ini juga mempertemukan  semua tingkatan dan bidang yang tercatat lebih dari 20.000 peserta  termasuk organisasi internasional, pemerintah, akademisi, masyarakat  sipil termasuk generasi muda hingga sektor swasta. Di kesempatan yang  sama, Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto dan Direktur Operasi I  Hutama Karya Agung Fajarwanto turut hadir pada forum yang diadakan  setiap tiga tahun sekali ini.</content:encoded></item></channel></rss>
