<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Garuda Indonesia (GIAA) Rombak Jajaran Komisaris, Mantan KSAU Jadi Komut</title><description>PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) merombak susunan anggota Dewan Komisaris.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/22/278/3011972/garuda-indonesia-giaa-rombak-jajaran-komisaris-mantan-ksau-jadi-komut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/22/278/3011972/garuda-indonesia-giaa-rombak-jajaran-komisaris-mantan-ksau-jadi-komut"/><item><title>Garuda Indonesia (GIAA) Rombak Jajaran Komisaris, Mantan KSAU Jadi Komut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/22/278/3011972/garuda-indonesia-giaa-rombak-jajaran-komisaris-mantan-ksau-jadi-komut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/22/278/3011972/garuda-indonesia-giaa-rombak-jajaran-komisaris-mantan-ksau-jadi-komut</guid><pubDate>Rabu 22 Mei 2024 18:15 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/22/278/3011972/garuda-indonesia-giaa-rombak-jajaran-komisaris-mantan-ksau-jadi-komut-vJ9SfKfdeV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Garuda Indonesia rombak susunan komisaris (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/22/278/3011972/garuda-indonesia-giaa-rombak-jajaran-komisaris-mantan-ksau-jadi-komut-vJ9SfKfdeV.jpg</image><title>Garuda Indonesia rombak susunan komisaris (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xNS8xLzE4MDczNS81L3g4eWpnc3k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TANGERANG - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) merombak susunan anggota Dewan Komisaris. Keputusan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar hari ini (22/5/2024).
Para pemegang saham perseroan menyetujui pengangkatan mantan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menjadi Komisaris Utama menggantikan Timur Sukirno. Sebelumnya, Fadjar Prasetyo merupakan Komisaris Utama PT Dirgantara Indonesia sejak tahun 2021.

BACA JUGA:
Ratusan Koper Jamaah Haji Tertinggal, Kemenag: Performa Garuda Indonesia Sangat Buruk!


&quot;Sementara ada dua agenda RUPS yang belum terlaksana yakni persetujuan pengalihan kekayaan perseroan dan persetujuan kewenangan terkait kekayaan perseroan,&quot; kata Direktur Utama GIAA, Irfan Setiaputra saat konferensi pers di Tangerang pada Rabu (22/5/2024).

BACA JUGA:
Penerbangan Jemaah Haji 2024 Bermasalah, Garuda Indonesia Dicap Gagal


Adapun perihal kinerja tahun 2023, maskapai pelat merah ini mencatatkan pertumbuhan pendapatan usaha konsolidasi sebesar 40% menjadi sebesar USD2,94 miliar dibandingkan dengan pendapatan usaha di tahun 2022 lalu yang sebesar USD2,1 miliar. Pertumbuhan pendapatan usaha perseroan ditopang oleh pendapatan penerbangan berjadwal yang naik 41% menjadi USD2,37 miliar dari sebelumnya USD1,68 miliar.Di samping itu, pendapatan penerbangan tidak berjadwal juga naik 65%  menjadi USD288,03 juta dari tahun sebelumnya sebesar USD174,81 juta.  Kemudian, pendapatan lain-lain turut naik 15% dari tahun 2022 menjadi  USD270,58 juta.
Lebih lanjut, di tahun 2024 ini, Irfan mengatakan bahwa perseroan  fokus mengoptimalkan pendapatan usaha melalui sejumlah aksi korporasi,  di antaranya dengan menargetkan penguatan armada dengan penambahan  delapan pesawat, yang terdiri atas empat narrow body jenis Boeing  737-800NG dan empat wide-body jenis Boeing 777-300ER sebanyak dua unit  dan Airbus 330-300 sebanyak dua unit.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xNS8xLzE4MDczNS81L3g4eWpnc3k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TANGERANG - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) merombak susunan anggota Dewan Komisaris. Keputusan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar hari ini (22/5/2024).
Para pemegang saham perseroan menyetujui pengangkatan mantan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menjadi Komisaris Utama menggantikan Timur Sukirno. Sebelumnya, Fadjar Prasetyo merupakan Komisaris Utama PT Dirgantara Indonesia sejak tahun 2021.

BACA JUGA:
Ratusan Koper Jamaah Haji Tertinggal, Kemenag: Performa Garuda Indonesia Sangat Buruk!


&quot;Sementara ada dua agenda RUPS yang belum terlaksana yakni persetujuan pengalihan kekayaan perseroan dan persetujuan kewenangan terkait kekayaan perseroan,&quot; kata Direktur Utama GIAA, Irfan Setiaputra saat konferensi pers di Tangerang pada Rabu (22/5/2024).

BACA JUGA:
Penerbangan Jemaah Haji 2024 Bermasalah, Garuda Indonesia Dicap Gagal


Adapun perihal kinerja tahun 2023, maskapai pelat merah ini mencatatkan pertumbuhan pendapatan usaha konsolidasi sebesar 40% menjadi sebesar USD2,94 miliar dibandingkan dengan pendapatan usaha di tahun 2022 lalu yang sebesar USD2,1 miliar. Pertumbuhan pendapatan usaha perseroan ditopang oleh pendapatan penerbangan berjadwal yang naik 41% menjadi USD2,37 miliar dari sebelumnya USD1,68 miliar.Di samping itu, pendapatan penerbangan tidak berjadwal juga naik 65%  menjadi USD288,03 juta dari tahun sebelumnya sebesar USD174,81 juta.  Kemudian, pendapatan lain-lain turut naik 15% dari tahun 2022 menjadi  USD270,58 juta.
Lebih lanjut, di tahun 2024 ini, Irfan mengatakan bahwa perseroan  fokus mengoptimalkan pendapatan usaha melalui sejumlah aksi korporasi,  di antaranya dengan menargetkan penguatan armada dengan penambahan  delapan pesawat, yang terdiri atas empat narrow body jenis Boeing  737-800NG dan empat wide-body jenis Boeing 777-300ER sebanyak dua unit  dan Airbus 330-300 sebanyak dua unit.
</content:encoded></item></channel></rss>
