<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tesla Milik Elon Musk Mulai Ketar-ketir Bersaing dengan Mobil Listrik China</title><description>Tesla milik Elon Musk mulai terancam perkembangan kendaraan listrik pabrikan China.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/22/320/3011861/tesla-milik-elon-musk-mulai-ketar-ketir-bersaing-dengan-mobil-listrik-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/22/320/3011861/tesla-milik-elon-musk-mulai-ketar-ketir-bersaing-dengan-mobil-listrik-china"/><item><title>Tesla Milik Elon Musk Mulai Ketar-ketir Bersaing dengan Mobil Listrik China</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/22/320/3011861/tesla-milik-elon-musk-mulai-ketar-ketir-bersaing-dengan-mobil-listrik-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/22/320/3011861/tesla-milik-elon-musk-mulai-ketar-ketir-bersaing-dengan-mobil-listrik-china</guid><pubDate>Rabu 22 Mei 2024 14:55 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/22/320/3011861/tesla-milik-elon-musk-mulai-ketar-ketir-bersaing-dengan-mobil-listrik-china-t5rLERS4qs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tesla mulai terancam industri kendaraan listrik China (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/22/320/3011861/tesla-milik-elon-musk-mulai-ketar-ketir-bersaing-dengan-mobil-listrik-china-t5rLERS4qs.jpg</image><title>Tesla mulai terancam industri kendaraan listrik China (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yMC8xLzE4MDkwMy81L3g4eXJxaWk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Tesla milik Elon Musk mulai terancam perkembangan kendaraan listrik pabrikan China. Posisi perusahaan milik miliarder dunia itu mulai terancam dengan bayang-bayang pabrikan China.
Menurut Howard Yu, Direktur The International Institute of Management and Development (IMD) Center for Future Readiness, posisi Tesla saat ini dibuntuti oleh BYD Co. Ltd. asal China.

BACA JUGA:
Jokowi Bertemu Elon Musk, Minta Kembangkan Investasi SpaceX hingga Tesla di Indonesia


Dalam pernyataan tertulis, Yu menyebut perkembangan inovasi pabrikan China begitu pesat sehingga Tesla harus waspada lantaran para pesaingnya terus merapatkan posisi.
&quot;Menurunnya peringkat perusahaan dalam daftar bukan berarti perusahaan itu tidak inovatif. Inovasi mereka tidak cukup pesat, sehingga diambil alih oleh para pesaing,&amp;rdquo; jelas Yu, dikutip Rabu (22/5//2024).
Yu mengambil contoh yang terjadi pada Toyota yang peringkatnya terus merosot dari posisi dua pada 2022, ke peringkat 10 di 2023, dan kini ada di posisi 11. Posisi Toyota itu lantas disalip oleh BYD, Neo, dan Lee Auto dari China.

BACA JUGA:
Elon Musk Hamburkan Rp8 Triliun di Tengah PHK Karyawan Tesla 


&amp;ldquo;Mengapa peringkat Toyota jatuh? Bukan karena mereka tidak membuat persiapan untuk kendaraan listrik, tapi inovasi mereka tidak bergerak secepat kompetitor asal China,&amp;rdquo; tambahnya.
Yu mengatakan sampai saat ini, Tesla berhasil mempertahankan posisinya di peringkat teratas dengan skor 100 pada 2023 dan 2024. Namun BYD terus meningkatkan skor daya saing dari 74,7 di 2023 menjadi 78,20 tahun ini.
Ditambah lagi pada Q3 2023, untuk pertama kalinya penjualan BYD sempat melampaui Tesla, meski akhirnya penjualan kendaraan listrik Tesla kembali unggul pada Q1 2024. Hal ini menunjukkan dominasi Tesla terancam.
&amp;ldquo;Temuan yang paling mengejutkan adalah bagaimana supremasi Tesla di  industri mobil listrik sangat cepat terbalap. Tesla memang masih nomor  satu, tapi selisih skor dengan peringkat di bawahnya semakin menipis,&amp;rdquo;  tuturnya.
Yu mengungkap pabrikan Tiongkok akan menguasai sepertiga pasar mobil  EV global pada tahun 2030, imbas dari harga yang bersaing dan inovasi  yang agresif.
Apalagi produsen mobil Tiongkok lainnya, seperti Geely (42,34), Nio  (31,30), dan Li Auto (64,37), memang membanderol kendaraan listrik  mereka dengan harga terjangkau.
Langkah ini memberi produsen mobil listrik China keunggulan  kompetitif dan menjadi ancaman serius bagi para pemanufaktur mobil asal  Eropa.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yMC8xLzE4MDkwMy81L3g4eXJxaWk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Tesla milik Elon Musk mulai terancam perkembangan kendaraan listrik pabrikan China. Posisi perusahaan milik miliarder dunia itu mulai terancam dengan bayang-bayang pabrikan China.
Menurut Howard Yu, Direktur The International Institute of Management and Development (IMD) Center for Future Readiness, posisi Tesla saat ini dibuntuti oleh BYD Co. Ltd. asal China.

BACA JUGA:
Jokowi Bertemu Elon Musk, Minta Kembangkan Investasi SpaceX hingga Tesla di Indonesia


Dalam pernyataan tertulis, Yu menyebut perkembangan inovasi pabrikan China begitu pesat sehingga Tesla harus waspada lantaran para pesaingnya terus merapatkan posisi.
&quot;Menurunnya peringkat perusahaan dalam daftar bukan berarti perusahaan itu tidak inovatif. Inovasi mereka tidak cukup pesat, sehingga diambil alih oleh para pesaing,&amp;rdquo; jelas Yu, dikutip Rabu (22/5//2024).
Yu mengambil contoh yang terjadi pada Toyota yang peringkatnya terus merosot dari posisi dua pada 2022, ke peringkat 10 di 2023, dan kini ada di posisi 11. Posisi Toyota itu lantas disalip oleh BYD, Neo, dan Lee Auto dari China.

BACA JUGA:
Elon Musk Hamburkan Rp8 Triliun di Tengah PHK Karyawan Tesla 


&amp;ldquo;Mengapa peringkat Toyota jatuh? Bukan karena mereka tidak membuat persiapan untuk kendaraan listrik, tapi inovasi mereka tidak bergerak secepat kompetitor asal China,&amp;rdquo; tambahnya.
Yu mengatakan sampai saat ini, Tesla berhasil mempertahankan posisinya di peringkat teratas dengan skor 100 pada 2023 dan 2024. Namun BYD terus meningkatkan skor daya saing dari 74,7 di 2023 menjadi 78,20 tahun ini.
Ditambah lagi pada Q3 2023, untuk pertama kalinya penjualan BYD sempat melampaui Tesla, meski akhirnya penjualan kendaraan listrik Tesla kembali unggul pada Q1 2024. Hal ini menunjukkan dominasi Tesla terancam.
&amp;ldquo;Temuan yang paling mengejutkan adalah bagaimana supremasi Tesla di  industri mobil listrik sangat cepat terbalap. Tesla memang masih nomor  satu, tapi selisih skor dengan peringkat di bawahnya semakin menipis,&amp;rdquo;  tuturnya.
Yu mengungkap pabrikan Tiongkok akan menguasai sepertiga pasar mobil  EV global pada tahun 2030, imbas dari harga yang bersaing dan inovasi  yang agresif.
Apalagi produsen mobil Tiongkok lainnya, seperti Geely (42,34), Nio  (31,30), dan Li Auto (64,37), memang membanderol kendaraan listrik  mereka dengan harga terjangkau.
Langkah ini memberi produsen mobil listrik China keunggulan  kompetitif dan menjadi ancaman serius bagi para pemanufaktur mobil asal  Eropa.</content:encoded></item></channel></rss>
