<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penerbangan Jemaah Haji 2024 Bermasalah, Garuda Indonesia Dicap Gagal</title><description>Penerbangan Jemaah Haji 2024 mengalami sejumlah kendala.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/22/320/3011865/penerbangan-jemaah-haji-2024-bermasalah-garuda-indonesia-dicap-gagal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/22/320/3011865/penerbangan-jemaah-haji-2024-bermasalah-garuda-indonesia-dicap-gagal"/><item><title>Penerbangan Jemaah Haji 2024 Bermasalah, Garuda Indonesia Dicap Gagal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/22/320/3011865/penerbangan-jemaah-haji-2024-bermasalah-garuda-indonesia-dicap-gagal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/22/320/3011865/penerbangan-jemaah-haji-2024-bermasalah-garuda-indonesia-dicap-gagal</guid><pubDate>Rabu 22 Mei 2024 15:02 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/22/320/3011865/penerbangan-jemaah-haji-2024-bermasalah-garuda-indonesia-dicap-gagal-uKSPtU5SEQ.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Penerbangan jamaah haji tahun ini banyak mengalami kendala (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/22/320/3011865/penerbangan-jemaah-haji-2024-bermasalah-garuda-indonesia-dicap-gagal-uKSPtU5SEQ.JPG</image><title>Penerbangan jamaah haji tahun ini banyak mengalami kendala (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yMi8xOS8xODA5NjkvNS94OHl2OGE0&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Penerbangan Jemaah Haji 2024 mengalami sejumlah kendala. Kementerian Agama mencatat masih terjadi sejumlah persoalan penerbangan Garuda Indonesia pada fase pemberangkatan jemaah haji ke Madinah.
Meski teguran tertulis sudah dilayangkan pada 16 Mei lalu, Kemenag merasa belum ada perbaikan layanan secara signifikan. Kemenag menilai manajemen Garuda Indonesia gagal dalam memberikan layanan terbaik kepada jemaah fase pemberangkatan yang sudah berlangsung sejak 12 Mei 2024.

BACA JUGA:
Kemenag Meminta Garuda Minta Maaf ke Jamaah Haji


&quot;Kami mencatat banyak persoalan yang terjadi dalam sepekan terakhir penerbangan jemaah haji Indonesia. Kami melihat performa Garuda Indonesia tahun ini sangat buruk. Kami sudah sampaikan teguran tertulis, tapi belum ada perbaikan signifikan,&quot; ujar Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbie dalam keterangan resminya, Rabu (22/5/2024).
Dijelaskan Anna, Kementerian Agama mencatat ada sejumlah persoalan pada penerbangan jemaah haji Indonesia yang sudah berlangsung sejak 12 Mei 2024.
Pertama, kerusakan mesin pesawat. Kejadian ini terjadi di Embarkasi Makassar. Sayap kanan pesawat Garuda Indonesia mengeluarkan api pada saat take off penerbangan jemaah kelompok terbang (kloter) lima Embarkasi Makassar UPG-05).

BACA JUGA:
Pemberangkatan Jemaah Haji Sering Terlambat, Kemenag Tegur Garuda


&quot;Kami melihat manajemen garuda gagal dalam memberikan layanan terbaik untuk jamaah haji,&quot; sambungnya.
Kedua, keterlambatan penerbangan. Ontime performance (OTP) Garuda Indonesia juga sangat buruk. Kemenag mencatat, prosentase keterlambatan keberangkatan pesawat Garuda Indonesia sangat tinggi, mencapai 47,5%.
&quot;Dari 80 penerbangan, 38 di antaranya mengalami keterlambatan. Bahkan ada keterlambatan sampai 3 jam 50 menit. Kalau ditotal, keterlambatan itu mencapai 32 jam 24 menit. Ini tentu sangat disayangkan,&quot; tegas Anna.
Ketiga, pecah kloter. Perencanaan Garuda Indonesia juga meleset.  Pecah kloter yang awalnya diperkirakan hanya akan terjadi satu kali,  ternyata terjadi beberapa kali. &quot;Salah satunya pecah kloter dialami  UPG-06 karena Garuda tidak bisa menggantikan pesawat yang mesinnya rusak  dengan jenis pesawat yang sama,&quot; sebut Anna.
&quot;Kami mencatat sampai hari ini sudah ada empat penerbangan yang pecah  kloter. Maksudnya, satu kloter jemaah tidak bisa diterbangkan secara  bersama-sama,&quot; sambungnya.
Keempat, tas kabin dan kursi roda jemaah tidak terbawa. Peristiwa ini  dialami oleh penerbangan jemaah kloter 28 Embarkasi Solo (SOC 28). Ada  11 kursi roda dan 120 koper kabin yang tidak terangkut. Akibatnya jemaah  dan petugas mencari-cari setelah mereka mereka mendarat di Bandara Amir  Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.
&quot;Ini bahkan tidak ada informasi dari Garuda. Padahal petugas haji  pontang panting terus mencarinya. Belakangan kita tahu bahwa 11 kursi  roda dan 120 koper kabin itu tidak terbawa dan baru diterbangkan bersama  pesawat yang memberangkatkan kloter 33 Embarkasi Solo atau SOC 33,&quot;  kata Anna.
&quot;Garuda harus meminta maaf dan memberikan kompensasi langsung kepada  jemaaah. Garuda harus segera melakukan perbaikan ke depan,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yMi8xOS8xODA5NjkvNS94OHl2OGE0&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Penerbangan Jemaah Haji 2024 mengalami sejumlah kendala. Kementerian Agama mencatat masih terjadi sejumlah persoalan penerbangan Garuda Indonesia pada fase pemberangkatan jemaah haji ke Madinah.
Meski teguran tertulis sudah dilayangkan pada 16 Mei lalu, Kemenag merasa belum ada perbaikan layanan secara signifikan. Kemenag menilai manajemen Garuda Indonesia gagal dalam memberikan layanan terbaik kepada jemaah fase pemberangkatan yang sudah berlangsung sejak 12 Mei 2024.

BACA JUGA:
Kemenag Meminta Garuda Minta Maaf ke Jamaah Haji


&quot;Kami mencatat banyak persoalan yang terjadi dalam sepekan terakhir penerbangan jemaah haji Indonesia. Kami melihat performa Garuda Indonesia tahun ini sangat buruk. Kami sudah sampaikan teguran tertulis, tapi belum ada perbaikan signifikan,&quot; ujar Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbie dalam keterangan resminya, Rabu (22/5/2024).
Dijelaskan Anna, Kementerian Agama mencatat ada sejumlah persoalan pada penerbangan jemaah haji Indonesia yang sudah berlangsung sejak 12 Mei 2024.
Pertama, kerusakan mesin pesawat. Kejadian ini terjadi di Embarkasi Makassar. Sayap kanan pesawat Garuda Indonesia mengeluarkan api pada saat take off penerbangan jemaah kelompok terbang (kloter) lima Embarkasi Makassar UPG-05).

BACA JUGA:
Pemberangkatan Jemaah Haji Sering Terlambat, Kemenag Tegur Garuda


&quot;Kami melihat manajemen garuda gagal dalam memberikan layanan terbaik untuk jamaah haji,&quot; sambungnya.
Kedua, keterlambatan penerbangan. Ontime performance (OTP) Garuda Indonesia juga sangat buruk. Kemenag mencatat, prosentase keterlambatan keberangkatan pesawat Garuda Indonesia sangat tinggi, mencapai 47,5%.
&quot;Dari 80 penerbangan, 38 di antaranya mengalami keterlambatan. Bahkan ada keterlambatan sampai 3 jam 50 menit. Kalau ditotal, keterlambatan itu mencapai 32 jam 24 menit. Ini tentu sangat disayangkan,&quot; tegas Anna.
Ketiga, pecah kloter. Perencanaan Garuda Indonesia juga meleset.  Pecah kloter yang awalnya diperkirakan hanya akan terjadi satu kali,  ternyata terjadi beberapa kali. &quot;Salah satunya pecah kloter dialami  UPG-06 karena Garuda tidak bisa menggantikan pesawat yang mesinnya rusak  dengan jenis pesawat yang sama,&quot; sebut Anna.
&quot;Kami mencatat sampai hari ini sudah ada empat penerbangan yang pecah  kloter. Maksudnya, satu kloter jemaah tidak bisa diterbangkan secara  bersama-sama,&quot; sambungnya.
Keempat, tas kabin dan kursi roda jemaah tidak terbawa. Peristiwa ini  dialami oleh penerbangan jemaah kloter 28 Embarkasi Solo (SOC 28). Ada  11 kursi roda dan 120 koper kabin yang tidak terangkut. Akibatnya jemaah  dan petugas mencari-cari setelah mereka mereka mendarat di Bandara Amir  Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.
&quot;Ini bahkan tidak ada informasi dari Garuda. Padahal petugas haji  pontang panting terus mencarinya. Belakangan kita tahu bahwa 11 kursi  roda dan 120 koper kabin itu tidak terbawa dan baru diterbangkan bersama  pesawat yang memberangkatkan kloter 33 Embarkasi Solo atau SOC 33,&quot;  kata Anna.
&quot;Garuda harus meminta maaf dan memberikan kompensasi langsung kepada  jemaaah. Garuda harus segera melakukan perbaikan ke depan,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
