<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diam-Diam Industri Mobil Listrik China Punya Jurus Jitu Dominasi Pasar Global</title><description>Persaingan ketat industri kendaraan listrik Amerika dan China.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/22/320/3011898/diam-diam-industri-mobil-listrik-china-punya-jurus-jitu-dominasi-pasar-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/22/320/3011898/diam-diam-industri-mobil-listrik-china-punya-jurus-jitu-dominasi-pasar-global"/><item><title>Diam-Diam Industri Mobil Listrik China Punya Jurus Jitu Dominasi Pasar Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/22/320/3011898/diam-diam-industri-mobil-listrik-china-punya-jurus-jitu-dominasi-pasar-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/22/320/3011898/diam-diam-industri-mobil-listrik-china-punya-jurus-jitu-dominasi-pasar-global</guid><pubDate>Rabu 22 Mei 2024 15:46 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/22/320/3011898/diam-diam-industri-mobil-listrik-china-punya-jurus-jitu-dominasi-pasar-global-ArRbHEZBbG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Persaingan ketat industri mobil listrik AS dan China (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/22/320/3011898/diam-diam-industri-mobil-listrik-china-punya-jurus-jitu-dominasi-pasar-global-ArRbHEZBbG.jpg</image><title>Persaingan ketat industri mobil listrik AS dan China (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMi84LzE3NjgyNS81L3g4czFjeWE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Persaingan ketat industri kendaraan listrik Amerika dan China. Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah mengumumkan tarif pajak 100% dalam rangka menepis dominasi China di sektor industri kendaraan listrik yang makin agresif dengan banderol harga murah. Namun China tampaknya tidak menyerah.
Diungkap Howard Yu selaku Direktur The International Institute of Management and Development (IMD) Center for Future Readiness, China telah menyiapkan jurus jitu untuk bisa melewati hambatan hingga akhirnya bisa mendominasi pasar global.

BACA JUGA:
Tesla Milik Elon Musk Mulai Ketar-ketir Bersaing dengan Mobil Listrik China


Yu menyebut ke depan pabrikan mobil listrik China bakal menerapkan sistem white-label untuk mengakali aturan tarif yang dikeluarkan Biden, mirip dengan strategi &amp;ldquo;Intel Inside&amp;rdquo; dimana produsen laptop menggunakan prosesor Intel tanpa merakit CPU mereka sendiri.
Yu mengatakan, pabrikan China akan menjual komponen, baterai, teknologi, atau semikonduktor mereka seperti yang saat ini telah dilakukan oleh BYD yang memasok chipset dari pabrik semikonduktor mereka ke Fiat dan Toyota di China. Menurutnya, hal serupa besar kemungkinan akan diterapkan ke negara-negara lain termasuk AS.

BACA JUGA:
4 Daftar Harga Mobil Listrik Mini Murah di Indonesia


&amp;ldquo;Dengan cara ini, margin yang didapat bisa lebih besar. Sebagai contoh, tidak ada produsen yang mendapat uang dari AC rakitan. Pendapatan terbesar ada di produsen kompresor,&quot; kata Yu sebagaimana dikutip dari pernyataan tertulis, Rabu (22/5/2024).
&quot;Sama halnya dengan PC: merakit PC tidak menghasilkan uang lebih banyak dari mereka yang menjual chipset dan perangkat lunak. Jadi, saya kira industri mobil bergerak ke arah yang sama,&amp;rdquo; lanjutnya menambahkan.
Untuk diketahui, dominasi pabrikan China memang sudah membuat  pabrikan Eropa ketar-ketir. Perkembangan inovasi pabrikan China begitu  pesat, bahkan untuk pabrikan seperti Tesla sekalipun harus waspada  lantaran para pesaingnya terus merapatkan posisi.
Meskipun saat ini Tesla masih berhasil mempertahankan posisinya di  peringkat teratas dengan skor 100 pada 2023 dan 2024, namun survey  menyebut BYD terus meningkatkan skor daya saing dari 74,7 di 2023  menjadi 78,20 tahun ini.
Ditambah lagi pada Q3 2023, untuk pertama kalinya penjualan BYD  sempat melampaui Tesla, meski akhirnya penjualan kendaraan listrik Tesla  kembali unggul pada Q1 2024. Hal ini menunjukkan dominasi pabrikan  milik Elon Musk itu terancam.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMi84LzE3NjgyNS81L3g4czFjeWE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Persaingan ketat industri kendaraan listrik Amerika dan China. Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah mengumumkan tarif pajak 100% dalam rangka menepis dominasi China di sektor industri kendaraan listrik yang makin agresif dengan banderol harga murah. Namun China tampaknya tidak menyerah.
Diungkap Howard Yu selaku Direktur The International Institute of Management and Development (IMD) Center for Future Readiness, China telah menyiapkan jurus jitu untuk bisa melewati hambatan hingga akhirnya bisa mendominasi pasar global.

BACA JUGA:
Tesla Milik Elon Musk Mulai Ketar-ketir Bersaing dengan Mobil Listrik China


Yu menyebut ke depan pabrikan mobil listrik China bakal menerapkan sistem white-label untuk mengakali aturan tarif yang dikeluarkan Biden, mirip dengan strategi &amp;ldquo;Intel Inside&amp;rdquo; dimana produsen laptop menggunakan prosesor Intel tanpa merakit CPU mereka sendiri.
Yu mengatakan, pabrikan China akan menjual komponen, baterai, teknologi, atau semikonduktor mereka seperti yang saat ini telah dilakukan oleh BYD yang memasok chipset dari pabrik semikonduktor mereka ke Fiat dan Toyota di China. Menurutnya, hal serupa besar kemungkinan akan diterapkan ke negara-negara lain termasuk AS.

BACA JUGA:
4 Daftar Harga Mobil Listrik Mini Murah di Indonesia


&amp;ldquo;Dengan cara ini, margin yang didapat bisa lebih besar. Sebagai contoh, tidak ada produsen yang mendapat uang dari AC rakitan. Pendapatan terbesar ada di produsen kompresor,&quot; kata Yu sebagaimana dikutip dari pernyataan tertulis, Rabu (22/5/2024).
&quot;Sama halnya dengan PC: merakit PC tidak menghasilkan uang lebih banyak dari mereka yang menjual chipset dan perangkat lunak. Jadi, saya kira industri mobil bergerak ke arah yang sama,&amp;rdquo; lanjutnya menambahkan.
Untuk diketahui, dominasi pabrikan China memang sudah membuat  pabrikan Eropa ketar-ketir. Perkembangan inovasi pabrikan China begitu  pesat, bahkan untuk pabrikan seperti Tesla sekalipun harus waspada  lantaran para pesaingnya terus merapatkan posisi.
Meskipun saat ini Tesla masih berhasil mempertahankan posisinya di  peringkat teratas dengan skor 100 pada 2023 dan 2024, namun survey  menyebut BYD terus meningkatkan skor daya saing dari 74,7 di 2023  menjadi 78,20 tahun ini.
Ditambah lagi pada Q3 2023, untuk pertama kalinya penjualan BYD  sempat melampaui Tesla, meski akhirnya penjualan kendaraan listrik Tesla  kembali unggul pada Q1 2024. Hal ini menunjukkan dominasi pabrikan  milik Elon Musk itu terancam.</content:encoded></item></channel></rss>
