<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dicap Gagal Layani Penerbangan Haji 2024, Dirut Garuda: Kami Mohon Maaf</title><description>Kementerian Agama menilai Garuda Indonesia gagal dalam menyelenggarakan penerbangan Haji 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/22/320/3011943/dicap-gagal-layani-penerbangan-haji-2024-dirut-garuda-kami-mohon-maaf</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/22/320/3011943/dicap-gagal-layani-penerbangan-haji-2024-dirut-garuda-kami-mohon-maaf"/><item><title>Dicap Gagal Layani Penerbangan Haji 2024, Dirut Garuda: Kami Mohon Maaf</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/22/320/3011943/dicap-gagal-layani-penerbangan-haji-2024-dirut-garuda-kami-mohon-maaf</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/22/320/3011943/dicap-gagal-layani-penerbangan-haji-2024-dirut-garuda-kami-mohon-maaf</guid><pubDate>Rabu 22 Mei 2024 16:50 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/22/320/3011943/dicap-gagal-layani-penerbangan-haji-2024-dirut-garuda-kami-mohon-maaf-ckKgq9UYsT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dirut Garuda minta maaf atas kekurangan di penerbangan haji 2024 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/22/320/3011943/dicap-gagal-layani-penerbangan-haji-2024-dirut-garuda-kami-mohon-maaf-ckKgq9UYsT.jpg</image><title>Dirut Garuda minta maaf atas kekurangan di penerbangan haji 2024 (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Agama menilai Garuda Indonesia gagal dalam menyelenggarakan penerbangan Haji 2024. Hal ini pun langsung ditanggapi oleh Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Irfan Setiaputra.
Irfan mengatakan, atas nama manajemen pihaknya menyampaikan permohonan maaf apabila ada pelayanan yang dianggap kurang memuaskan dalam memberangkatkan para calon jamaah haji dari Tanah Air.

BACA JUGA:
Ratusan Koper Jamaah Haji Tertinggal, Kemenag: Performa Garuda Indonesia Sangat Buruk!

&quot;Pertama kita tidak menafikan soal keterlambatan, soal performa ini saya menyampaikan permohonan maaf dan siap untuk melakukan perbaikan ke depannya,&quot; ujar Irfan saat usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2023, di Tangerang Banten, Rabu (22/5/2024).
Sebelumnya, Kemenag menyebutkan setidaknya 4 hal yang membuat pelayanan Garuda Indonesia dianggap kurang memuaskan dalam memberangkatkan jamaah haji pada tahun ini.

BACA JUGA:
Penerbangan Jemaah Haji 2024 Bermasalah, Garuda Indonesia Dicap Gagal

Pertama, kerusakan mesin pesawat. Kejadian ini terjadi di Embarkasi Makassar. Sayap kanan pesawat Garuda Indonesia mengeluarkan api pada saat take off penerbangan jemaah kelompok terbang (kloter) lima Embarkasi Makassar UPG-05).
Kedua, keterlambatan penerbangan. Ontime performance (OTP) Garuda Indonesia juga sangat buruk. Kemenag mencatat, persentase keterlambatan keberangkatan pesawat Garuda Indonesia sangat tinggi, mencapai 47,5%.Ketiga, pecah kloter. Perencanaan Garuda Indonesia juga meleset.  Pecah kloter yang awalnya diperkirakan hanya akan terjadi satu kali,  ternyata terjadi beberapa kali. &quot;Salah satunya pecah kloter dialami  UPG-06 karena Garuda dianggap tidak bisa menggantikan pesawat yang  mesinnya rusak dengan jenis pesawat yang sama.
Keempat, tas kabin dan kursi roda jemaah tidak terbawa. Peristiwa ini  dialami oleh penerbangan jemaah kloter 28 Embarkasi Solo (SOC 28). Ada  11 kursi roda dan 120 koper kabin yang tidak terangkut. Akibatnya jemaah  dan petugas mencari-cari setelah mereka mereka mendarat di Bandara Amir  Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.
&quot;Pertama kami mengakui, kita mengupayakan perbaikan, salah satu penyebab keterlambatan itu munculnya percikan api,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>


JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Agama menilai Garuda Indonesia gagal dalam menyelenggarakan penerbangan Haji 2024. Hal ini pun langsung ditanggapi oleh Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Irfan Setiaputra.
Irfan mengatakan, atas nama manajemen pihaknya menyampaikan permohonan maaf apabila ada pelayanan yang dianggap kurang memuaskan dalam memberangkatkan para calon jamaah haji dari Tanah Air.

BACA JUGA:
Ratusan Koper Jamaah Haji Tertinggal, Kemenag: Performa Garuda Indonesia Sangat Buruk!

&quot;Pertama kita tidak menafikan soal keterlambatan, soal performa ini saya menyampaikan permohonan maaf dan siap untuk melakukan perbaikan ke depannya,&quot; ujar Irfan saat usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2023, di Tangerang Banten, Rabu (22/5/2024).
Sebelumnya, Kemenag menyebutkan setidaknya 4 hal yang membuat pelayanan Garuda Indonesia dianggap kurang memuaskan dalam memberangkatkan jamaah haji pada tahun ini.

BACA JUGA:
Penerbangan Jemaah Haji 2024 Bermasalah, Garuda Indonesia Dicap Gagal

Pertama, kerusakan mesin pesawat. Kejadian ini terjadi di Embarkasi Makassar. Sayap kanan pesawat Garuda Indonesia mengeluarkan api pada saat take off penerbangan jemaah kelompok terbang (kloter) lima Embarkasi Makassar UPG-05).
Kedua, keterlambatan penerbangan. Ontime performance (OTP) Garuda Indonesia juga sangat buruk. Kemenag mencatat, persentase keterlambatan keberangkatan pesawat Garuda Indonesia sangat tinggi, mencapai 47,5%.Ketiga, pecah kloter. Perencanaan Garuda Indonesia juga meleset.  Pecah kloter yang awalnya diperkirakan hanya akan terjadi satu kali,  ternyata terjadi beberapa kali. &quot;Salah satunya pecah kloter dialami  UPG-06 karena Garuda dianggap tidak bisa menggantikan pesawat yang  mesinnya rusak dengan jenis pesawat yang sama.
Keempat, tas kabin dan kursi roda jemaah tidak terbawa. Peristiwa ini  dialami oleh penerbangan jemaah kloter 28 Embarkasi Solo (SOC 28). Ada  11 kursi roda dan 120 koper kabin yang tidak terangkut. Akibatnya jemaah  dan petugas mencari-cari setelah mereka mereka mendarat di Bandara Amir  Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.
&quot;Pertama kami mengakui, kita mengupayakan perbaikan, salah satu penyebab keterlambatan itu munculnya percikan api,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
