<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Merger dengan InJourney, Ini Bocoran Dirut Garuda Indonesia</title><description>GIAA menyampaikan informasi terbaru terkait proses penggabungan usaha atau merger Garuda Indonesia, Citilink, Pelita Air.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/24/320/3012593/merger-dengan-injourney-ini-bocoran-dirut-garuda-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/24/320/3012593/merger-dengan-injourney-ini-bocoran-dirut-garuda-indonesia"/><item><title>Merger dengan InJourney, Ini Bocoran Dirut Garuda Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/24/320/3012593/merger-dengan-injourney-ini-bocoran-dirut-garuda-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/24/320/3012593/merger-dengan-injourney-ini-bocoran-dirut-garuda-indonesia</guid><pubDate>Jum'at 24 Mei 2024 11:43 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/24/320/3012593/merger-dengan-injourney-ini-bocoran-dirut-garuda-indonesia-glwBO88Xij.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Garuda Indonesia Bakal Merger (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/24/320/3012593/merger-dengan-injourney-ini-bocoran-dirut-garuda-indonesia-glwBO88Xij.jpg</image><title>Garuda Indonesia Bakal Merger (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yMi8xLzE4MDk3NC81L3g4eXZjeW8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyampaikan informasi terbaru terkait proses penggabungan usaha atau merger Garuda Indonesia, Citilink, Pelita Air dengan PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau yang dikenal dengan Injourney.
Sebagaimana diketahui, Injourney merupakan induk holding perusahaan BUMN di bidang aviasi dan pariwisata.

BACA JUGA:
Garuda Indonesia (GIAA) Rombak Jajaran Komisaris, Mantan KSAU Jadi Komut

Direktur Utama GIAA, Irfan Setiaputra mengatakan bahwa proses penggabungan usaha ke dalam Injournery tengah berlangsung hingga saat ini. Irfan menyebut, perseroan terus berdiskusi dengan Pelita Air mengenai mekanisme penggabungan usaha tersebut.
&amp;ldquo;Kalau dalam perjalanan itu on the way (OTW). Kalau ditanya sudah sampai mana, lagi di Tol,&amp;rdquo; kata Irfan dalam konferensi pers di Kantor Manajemen Garuda Indonesia Tangerang pada Rabu (22/5/2024).

BACA JUGA:
Dicap Gagal Layani Penerbangan Haji 2024, Dirut Garuda: Kami Mohon Maaf

Irfan menjelaskan, secara implisit, Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air nantinya akan berada di bawah Injourney. Terkait hal ini, Irfan mengaku banyak yang harus didiskusikan antara lain mengenai harga tiket, kondisi ekuitas GIAA yang masih negatif, jumlah pesawat yang beredar dan masih banyak lagi.Kemudian mohon dipahami, Pelita ini dimiliki langsung oleh Pertamina, dan bisnisnya bukan hanya penerbangan berjadwal. Maka penting untuk dijadikan bahan diskusi karena inisiatif-inisiatif nanti harus disetujui Pertamina,&amp;rdquo; ujar Irfan.
Adapun,  proses penggabungan ketiganya ke dalam Injourney diharapkan rampung sebelum bulan Oktober tahun 2024 ini. Terkait bentuk kepemilikan dan transaksi yang akan dilakukan saat ini sedang dalam tahap pembicaraan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yMi8xLzE4MDk3NC81L3g4eXZjeW8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyampaikan informasi terbaru terkait proses penggabungan usaha atau merger Garuda Indonesia, Citilink, Pelita Air dengan PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau yang dikenal dengan Injourney.
Sebagaimana diketahui, Injourney merupakan induk holding perusahaan BUMN di bidang aviasi dan pariwisata.

BACA JUGA:
Garuda Indonesia (GIAA) Rombak Jajaran Komisaris, Mantan KSAU Jadi Komut

Direktur Utama GIAA, Irfan Setiaputra mengatakan bahwa proses penggabungan usaha ke dalam Injournery tengah berlangsung hingga saat ini. Irfan menyebut, perseroan terus berdiskusi dengan Pelita Air mengenai mekanisme penggabungan usaha tersebut.
&amp;ldquo;Kalau dalam perjalanan itu on the way (OTW). Kalau ditanya sudah sampai mana, lagi di Tol,&amp;rdquo; kata Irfan dalam konferensi pers di Kantor Manajemen Garuda Indonesia Tangerang pada Rabu (22/5/2024).

BACA JUGA:
Dicap Gagal Layani Penerbangan Haji 2024, Dirut Garuda: Kami Mohon Maaf

Irfan menjelaskan, secara implisit, Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air nantinya akan berada di bawah Injourney. Terkait hal ini, Irfan mengaku banyak yang harus didiskusikan antara lain mengenai harga tiket, kondisi ekuitas GIAA yang masih negatif, jumlah pesawat yang beredar dan masih banyak lagi.Kemudian mohon dipahami, Pelita ini dimiliki langsung oleh Pertamina, dan bisnisnya bukan hanya penerbangan berjadwal. Maka penting untuk dijadikan bahan diskusi karena inisiatif-inisiatif nanti harus disetujui Pertamina,&amp;rdquo; ujar Irfan.
Adapun,  proses penggabungan ketiganya ke dalam Injourney diharapkan rampung sebelum bulan Oktober tahun 2024 ini. Terkait bentuk kepemilikan dan transaksi yang akan dilakukan saat ini sedang dalam tahap pembicaraan.</content:encoded></item></channel></rss>
