<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>World Water Forum Sepakati Pengelolaan Wilayah Sungai Jadi Prioritas Setiap Negara   </title><description>World Water Forum ke-10 resmi menyepakati pengelolaan wilayah sungai.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/24/320/3012655/world-water-forum-sepakati-pengelolaan-wilayah-sungai-jadi-prioritas-setiap-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/24/320/3012655/world-water-forum-sepakati-pengelolaan-wilayah-sungai-jadi-prioritas-setiap-negara"/><item><title>World Water Forum Sepakati Pengelolaan Wilayah Sungai Jadi Prioritas Setiap Negara   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/24/320/3012655/world-water-forum-sepakati-pengelolaan-wilayah-sungai-jadi-prioritas-setiap-negara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/24/320/3012655/world-water-forum-sepakati-pengelolaan-wilayah-sungai-jadi-prioritas-setiap-negara</guid><pubDate>Jum'at 24 Mei 2024 15:15 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/24/320/3012655/world-water-forum-sepakati-pengelolaan-wilayah-sungai-jadi-prioritas-setiap-negara-MYtup83JxN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kesepakatan World Water Forum. (Foto: okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/24/320/3012655/world-water-forum-sepakati-pengelolaan-wilayah-sungai-jadi-prioritas-setiap-negara-MYtup83JxN.jpg</image><title>Kesepakatan World Water Forum. (Foto: okezone.com/MPI)</title></images><description>JAKARTA - World Water Forum ke-10 resmi menyepakati pengelolaan wilayah sungai. Hal ini pun menjadi prioritas politik di setiap negara nantinya.
Sekretaris Jenderal International Network of Basin Organisations (INBO) Eric Tardieu mengatakan, kesepakatan itu telah dituangkan melalui 'Bali Basin Action Champions Agenda', yaitu komitmen baru dalam mendukung pengelolaan wilayah sungai sebagai booster pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

BACA JUGA:
Cultural Night Meriahkan World Water Forum Ke-10, Hadirkan Budaya dan Kuliner Indonesia

&quot;Para peserta segmen wilayah sungai menyambut baik keputusan World Water Forum ke-10 untuk lebih mengkonsolidasikan pengelolaan wilayah sungai sebagai prioritas politik dengan terus memasukkan isu wilayah sungai pada segmen politik tingkat tinggi. Di samping juga segmen kementerian, parlemen, dan pemerintah daerah,&quot; ujar Eric dalam keterangan resminya, Jumat (24/5/2024).
Bali Basin Champions Agenda mencakup langkah kolaboratif seperti peluncuran Twin Basin Initiative (TBI), sebuah program global peningkatan kapasitas dan pertukaran pengalaman antarsesama organisasi dari seluruh dunia yang bekerja dalam Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu (Integrated Water Resources Management/IWRM) di tingkat wilayah sungai nasional maupun lintas negara.

BACA JUGA:
Perputaran Ekonomi World Water Forum ke-10 di Bali Diprediksi Rp1,5 Triliun

Untuk mencapai hal ini, TBI akan mendukung kegiatan peningkatan kapasitas bersama, seperti webinar, pertukaran tatap muka, kunjungan studi, serta penyebaran pembelajaran dalam skala global seperti peer to peer dan ke masyarakat.Sekedar informasi tambahan, INBO merupakan sebuah organisasi dengan perhatian kepada implementasi pengelolaan sumber daya air terpadu baik dalam wilayah sungai nasional maupun lintas negara, danau dan akuifer, dari sisi tata kelola yang terpadu, perencanaan strategis, sistem informasi bersama, pembiayaan berkelanjutan untuk mengatasi tantangan perubahan iklim, preservasi keanekaragaman hayati, serta kerja sama lintas negara.
Sejumlah pihak turut berkontribusi dalam program ini. Komisi Eropa berkontribusi dalam bentuk proyek global peer-to-peer untuk organisasi wilayah sungai dan peningkatan kapasitas dan program kembaran IWRM antarorganisasi wilayah sungai.
Lalu Badan Pembangunan Perancis berkontribusi dalam bentuk Proyek DYNOBA (peningkatan kapasitas organisasi wilayah sungai lintas negara di Afrika).</description><content:encoded>JAKARTA - World Water Forum ke-10 resmi menyepakati pengelolaan wilayah sungai. Hal ini pun menjadi prioritas politik di setiap negara nantinya.
Sekretaris Jenderal International Network of Basin Organisations (INBO) Eric Tardieu mengatakan, kesepakatan itu telah dituangkan melalui 'Bali Basin Action Champions Agenda', yaitu komitmen baru dalam mendukung pengelolaan wilayah sungai sebagai booster pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

BACA JUGA:
Cultural Night Meriahkan World Water Forum Ke-10, Hadirkan Budaya dan Kuliner Indonesia

&quot;Para peserta segmen wilayah sungai menyambut baik keputusan World Water Forum ke-10 untuk lebih mengkonsolidasikan pengelolaan wilayah sungai sebagai prioritas politik dengan terus memasukkan isu wilayah sungai pada segmen politik tingkat tinggi. Di samping juga segmen kementerian, parlemen, dan pemerintah daerah,&quot; ujar Eric dalam keterangan resminya, Jumat (24/5/2024).
Bali Basin Champions Agenda mencakup langkah kolaboratif seperti peluncuran Twin Basin Initiative (TBI), sebuah program global peningkatan kapasitas dan pertukaran pengalaman antarsesama organisasi dari seluruh dunia yang bekerja dalam Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu (Integrated Water Resources Management/IWRM) di tingkat wilayah sungai nasional maupun lintas negara.

BACA JUGA:
Perputaran Ekonomi World Water Forum ke-10 di Bali Diprediksi Rp1,5 Triliun

Untuk mencapai hal ini, TBI akan mendukung kegiatan peningkatan kapasitas bersama, seperti webinar, pertukaran tatap muka, kunjungan studi, serta penyebaran pembelajaran dalam skala global seperti peer to peer dan ke masyarakat.Sekedar informasi tambahan, INBO merupakan sebuah organisasi dengan perhatian kepada implementasi pengelolaan sumber daya air terpadu baik dalam wilayah sungai nasional maupun lintas negara, danau dan akuifer, dari sisi tata kelola yang terpadu, perencanaan strategis, sistem informasi bersama, pembiayaan berkelanjutan untuk mengatasi tantangan perubahan iklim, preservasi keanekaragaman hayati, serta kerja sama lintas negara.
Sejumlah pihak turut berkontribusi dalam program ini. Komisi Eropa berkontribusi dalam bentuk proyek global peer-to-peer untuk organisasi wilayah sungai dan peningkatan kapasitas dan program kembaran IWRM antarorganisasi wilayah sungai.
Lalu Badan Pembangunan Perancis berkontribusi dalam bentuk Proyek DYNOBA (peningkatan kapasitas organisasi wilayah sungai lintas negara di Afrika).</content:encoded></item></channel></rss>
