<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Bayar Kompensasi Listrik ke PLN Rp17,8 Triliun</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani melunasi pembayaran kompensasi listrik PT PLN (Persero) sebesar Rp17,83 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/24/320/3012769/sri-mulyani-bayar-kompensasi-listrik-ke-pln-rp17-8-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/24/320/3012769/sri-mulyani-bayar-kompensasi-listrik-ke-pln-rp17-8-triliun"/><item><title>Sri Mulyani Bayar Kompensasi Listrik ke PLN Rp17,8 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/24/320/3012769/sri-mulyani-bayar-kompensasi-listrik-ke-pln-rp17-8-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/24/320/3012769/sri-mulyani-bayar-kompensasi-listrik-ke-pln-rp17-8-triliun</guid><pubDate>Jum'at 24 Mei 2024 19:05 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/24/320/3012769/sri-mulyani-bayar-kompensasi-listrik-ke-pln-rp17-8-triliun-PeIRoi4Iro.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani bayar kompnesasi listrik ke PLN (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/24/320/3012769/sri-mulyani-bayar-kompensasi-listrik-ke-pln-rp17-8-triliun-PeIRoi4Iro.jpg</image><title>Sri Mulyani bayar kompnesasi listrik ke PLN (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yMi8xLzE3NzUyNC81L3g4dDQzZXk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani melunasi pembayaran kompensasi listrik PT PLN (Persero) sebesar Rp17,83 triliun. Nilai kompensasi untuk kuartal IV-2023.
Adapun, pembayaran dana kompensasi karena ada selisih tarif listrik beberapa golongan dengan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik.

BACA JUGA:
Makin Besar, Segini Kebutuhan Gas untuk Pembangkit Listrik

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pelunasan kompensasi bisa menjaga likuiditas perusahaan. Pembayaran juga dinilai sebagai dukungan pemerintah pada bisnis kelistrikan di Tanah Air.
&quot;Kami berterima kasih untuk dukungan pemerintah Indonesia. Negara benar-benar hadir mendukung layanan kelistrikan dan membantu perseroan untuk terus bertumbuh dengan arus kas positif,&amp;rdquo; ujar Darmawan, Jumat (24/5/2024).

BACA JUGA:
Tekan Emisi Karbon, PLN Suplai Listrik ke Smelter dari Energi Bersih

Dia menjelaskan, di tengah tantangan ekonomi global, pemerintah bersama PLN berupaya menghadirkan energi listrik yang terjangkau. Ini ditunjukkan lewat kebijakan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.
&amp;ldquo;Ini langkah konkrit pemerintah di mana tata kelola yang dilakukan pemerintah sudah sangat baik. Ini juga wujud bahwa negara hadir untuk menjaga daya beli dan memperoleh pelayanan listrik yang berkesinambungan,&amp;rdquo; paparnya.Sepanjang 2023, lanjut Darmawan, PLN melakukan extraordinary effort untuk menjaga stabilitas kondisi keuangan PLN dengan melakukan upaya efisiensi.
PLN memiliki program Cash War Room (CWR) yang fokus pada penguatan manajemen keuangan, baik dari sisi pengendalian anggaran dan performance, pengelolaan likuiditas dan manajemen utang, maupun pengelolaan valuasi aset.
Pada 2024, CWR mulai menambahkan fokus pada upaya peningkatan top line melalui optimasi penjualan dan distribusi.
&amp;ldquo;Dengan program ini kami betul-betul punya visibility, baik itu revenue maupun pengeluaran cost kami, mulai dari jangka pendek, menengah dan panjang. Sehingga pengelolaan keuangan lebih optimal dan efisien,&amp;rdquo; beber dia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yMi8xLzE3NzUyNC81L3g4dDQzZXk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani melunasi pembayaran kompensasi listrik PT PLN (Persero) sebesar Rp17,83 triliun. Nilai kompensasi untuk kuartal IV-2023.
Adapun, pembayaran dana kompensasi karena ada selisih tarif listrik beberapa golongan dengan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik.

BACA JUGA:
Makin Besar, Segini Kebutuhan Gas untuk Pembangkit Listrik

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pelunasan kompensasi bisa menjaga likuiditas perusahaan. Pembayaran juga dinilai sebagai dukungan pemerintah pada bisnis kelistrikan di Tanah Air.
&quot;Kami berterima kasih untuk dukungan pemerintah Indonesia. Negara benar-benar hadir mendukung layanan kelistrikan dan membantu perseroan untuk terus bertumbuh dengan arus kas positif,&amp;rdquo; ujar Darmawan, Jumat (24/5/2024).

BACA JUGA:
Tekan Emisi Karbon, PLN Suplai Listrik ke Smelter dari Energi Bersih

Dia menjelaskan, di tengah tantangan ekonomi global, pemerintah bersama PLN berupaya menghadirkan energi listrik yang terjangkau. Ini ditunjukkan lewat kebijakan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.
&amp;ldquo;Ini langkah konkrit pemerintah di mana tata kelola yang dilakukan pemerintah sudah sangat baik. Ini juga wujud bahwa negara hadir untuk menjaga daya beli dan memperoleh pelayanan listrik yang berkesinambungan,&amp;rdquo; paparnya.Sepanjang 2023, lanjut Darmawan, PLN melakukan extraordinary effort untuk menjaga stabilitas kondisi keuangan PLN dengan melakukan upaya efisiensi.
PLN memiliki program Cash War Room (CWR) yang fokus pada penguatan manajemen keuangan, baik dari sisi pengendalian anggaran dan performance, pengelolaan likuiditas dan manajemen utang, maupun pengelolaan valuasi aset.
Pada 2024, CWR mulai menambahkan fokus pada upaya peningkatan top line melalui optimasi penjualan dan distribusi.
&amp;ldquo;Dengan program ini kami betul-betul punya visibility, baik itu revenue maupun pengeluaran cost kami, mulai dari jangka pendek, menengah dan panjang. Sehingga pengelolaan keuangan lebih optimal dan efisien,&amp;rdquo; beber dia.</content:encoded></item></channel></rss>
