<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tutup World Water Forum, Pak Bas Tekankan 3 Masalah Penting Soal Air di Masa Depan</title><description>Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menutup penyelenggaraan World Water Forum (WWF) ke- 10 di Bali, Jumat (24/5/2024).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/24/320/3012811/tutup-world-water-forum-pak-bas-tekankan-3-masalah-penting-soal-air-di-masa-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/24/320/3012811/tutup-world-water-forum-pak-bas-tekankan-3-masalah-penting-soal-air-di-masa-depan"/><item><title>Tutup World Water Forum, Pak Bas Tekankan 3 Masalah Penting Soal Air di Masa Depan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/24/320/3012811/tutup-world-water-forum-pak-bas-tekankan-3-masalah-penting-soal-air-di-masa-depan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/24/320/3012811/tutup-world-water-forum-pak-bas-tekankan-3-masalah-penting-soal-air-di-masa-depan</guid><pubDate>Jum'at 24 Mei 2024 21:54 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/24/320/3012811/tutup-world-water-forum-pak-bas-tekankan-3-masalah-penting-soal-air-di-masa-depan-Fn4YgtcOf2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pak Bas tutup World Water Forum ke 10 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/24/320/3012811/tutup-world-water-forum-pak-bas-tekankan-3-masalah-penting-soal-air-di-masa-depan-Fn4YgtcOf2.jpg</image><title>Pak Bas tutup World Water Forum ke 10 (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yMC8xLzE4MDkwNC81L3g4eXJzeGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menutup penyelenggaraan World Water Forum (WWF) ke- 10 di Bali, Jumat (24/5/2024). Pada kesempatan tersebut, Menteri Basuki menggarisbawahi setidaknya 3 poin penting yang perlu diantisipasi terkait masalah air di masa yang akan datang.
Sebab air menjadi kebutuhan fundamental bagi seluruh manusia di muka bumi. Pertama, pentingnya untuk terus melakukan langkah nyata terkait air. Berbagai komitmen yang telah disepakati dalam WWF ke- 10 harus diikuti dengan tindakan nyata dengan rasa kepemilikan bagi setiap negara anggota.

BACA JUGA:
RI Sukses Gelar World Water Forum ke-10, Pak Bas: Kolaborasi Semua Pihak


Misalnya usulan untuk menjadikan Hari Danau Sedunia, pendirian pusat keunggulan untuk ketahanan air dan iklim, pengarusutamaan pengelolaan sumber daya air terpadu di pulau-pulau kecil, serta inisiatif lainnya yang dikembangkan dalam WWF ke- 10 di Bali tersebut.
&quot;Oleh karena itu, kompendium yang diluncurkan pada pertemuan tingkat menteri ini harus direalisasikan agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,&quot; ujar Menteri Basuki dalam pidato penutup di Bali, Jumat (24/5/2024).

BACA JUGA:
World Water Forum Sepakati Pengelolaan Wilayah Sungai Jadi Prioritas Setiap Negara 


Kedua, Menteri Basuki menitipkan pesan untuk meningkatkan sinergi di antara para pemangku kepentingan utamanya dalam hal penyediaan air bersih dan sanitasi yang merata bagi seluruh masyarakat.
&quot;Tantangan-tangan tersebut menjadi semakin terkait dengan isu  perubahan iklim, oleh karena itu perlu dikembangkan pendekatan yang  holistik dan lintas sektoral,&quot; lanjutnya.
Isu ketiga yang juga dititipkan oleh Menteri Basuki untuk memberikan  kontribusi dengan kemampuan masing-masing negara. Dalam agenda air  global, menurutnya setiap negara harus menjadi bagian dari solusi  melalui kolaborasi dan saling melengkapi, bukan justru berkompetisi.
&quot;Saya berharap forum ini membawa manfaat besar bagi komunitas global,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yMC8xLzE4MDkwNC81L3g4eXJzeGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menutup penyelenggaraan World Water Forum (WWF) ke- 10 di Bali, Jumat (24/5/2024). Pada kesempatan tersebut, Menteri Basuki menggarisbawahi setidaknya 3 poin penting yang perlu diantisipasi terkait masalah air di masa yang akan datang.
Sebab air menjadi kebutuhan fundamental bagi seluruh manusia di muka bumi. Pertama, pentingnya untuk terus melakukan langkah nyata terkait air. Berbagai komitmen yang telah disepakati dalam WWF ke- 10 harus diikuti dengan tindakan nyata dengan rasa kepemilikan bagi setiap negara anggota.

BACA JUGA:
RI Sukses Gelar World Water Forum ke-10, Pak Bas: Kolaborasi Semua Pihak


Misalnya usulan untuk menjadikan Hari Danau Sedunia, pendirian pusat keunggulan untuk ketahanan air dan iklim, pengarusutamaan pengelolaan sumber daya air terpadu di pulau-pulau kecil, serta inisiatif lainnya yang dikembangkan dalam WWF ke- 10 di Bali tersebut.
&quot;Oleh karena itu, kompendium yang diluncurkan pada pertemuan tingkat menteri ini harus direalisasikan agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,&quot; ujar Menteri Basuki dalam pidato penutup di Bali, Jumat (24/5/2024).

BACA JUGA:
World Water Forum Sepakati Pengelolaan Wilayah Sungai Jadi Prioritas Setiap Negara 


Kedua, Menteri Basuki menitipkan pesan untuk meningkatkan sinergi di antara para pemangku kepentingan utamanya dalam hal penyediaan air bersih dan sanitasi yang merata bagi seluruh masyarakat.
&quot;Tantangan-tangan tersebut menjadi semakin terkait dengan isu  perubahan iklim, oleh karena itu perlu dikembangkan pendekatan yang  holistik dan lintas sektoral,&quot; lanjutnya.
Isu ketiga yang juga dititipkan oleh Menteri Basuki untuk memberikan  kontribusi dengan kemampuan masing-masing negara. Dalam agenda air  global, menurutnya setiap negara harus menjadi bagian dari solusi  melalui kolaborasi dan saling melengkapi, bukan justru berkompetisi.
&quot;Saya berharap forum ini membawa manfaat besar bagi komunitas global,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
