<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Sorgum, Makanan Para Raja Sebelum Digantikan Beras</title><description>Sebagian besar masyarakat mungkin masih asing dengan pangan bernama sorgum.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/26/320/3013290/mengenal-sorgum-makanan-para-raja-sebelum-digantikan-beras</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/26/320/3013290/mengenal-sorgum-makanan-para-raja-sebelum-digantikan-beras"/><item><title>Mengenal Sorgum, Makanan Para Raja Sebelum Digantikan Beras</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/26/320/3013290/mengenal-sorgum-makanan-para-raja-sebelum-digantikan-beras</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/26/320/3013290/mengenal-sorgum-makanan-para-raja-sebelum-digantikan-beras</guid><pubDate>Minggu 26 Mei 2024 14:23 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/26/320/3013290/mengenal-sorgum-makanan-para-raja-sebelum-digantikan-beras-2YyKs9PqXx.png" expression="full" type="image/jpeg">Sorgum Makanan Para Raja (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/26/320/3013290/mengenal-sorgum-makanan-para-raja-sebelum-digantikan-beras-2YyKs9PqXx.png</image><title>Sorgum Makanan Para Raja (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yMi8xLzE4MDk3NC81L3g4eXZjeW8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sebagian besar masyarakat mungkin masih asing dengan pangan bernama sorgum. Di mana sorgum adalah tanaman serealia yang berasal dari Afrika Timur.
Tanaman ini cukup populer sebagai sumber pangan alternatif di Indonesia dan daerah tropis lainnya. Sorgum memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan berpotensi sebagai pengganti beras.

BACA JUGA:
Pembatasan Impor Barang Elektronik Disebut Tak Hambat Produksi Dalam Negeri

Biji sorgum berbentuk bulat, ukuran kecil, dan warna agak kecoklatan. Diketahui, sorgum merupakan makanan pokok raja-raja terdahulu sebelum popularitasnya tergantikan oleh beras.
Menurut John Hendra, Ketua Pokja Pangan Lokal Direktorat Penganekaragaman Konsumsi Pangan NFA, sorgum memiliki sejarah panjang dan gemilang di tanah air. Sorgum telah menjadi makanan pokok di berbagai kerajaan Nusantara sejak abad ke-5.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Bayar Kompensasi Listrik ke PLN Rp17,8 Triliun

Bukti arkeologi dan prasasti kuno, salah satunya di relief Candi Borobudur menunjukkan bahwa sorgum dibudidayakan dan diolah menjadi berbagai hidangan lezat untuk jamuan para raja dan bangsawan.&quot;Sorgum bukan hanya makanan biasa, ini adalah warisan budaya dan identitas bangsa,&quot; kata Hendra sebagaimana dikutip pada Minggu (26/5/2024).
Selain karena rasanya yang gurih dan kandungan nutrisinya yang tinggi, ketahanannya terhadap kekeringan menjadikan sorgum primadona di masa lampau. Sorgum juga dapat diolah menjadi berbagai olahan yang lezat.
Sorgum bisa diolah menjadi sajian seperti wajik sorgum, tape sorgum, lontong sorgum, dan bubur sorgum. Tapi sayangnya, popularitas sorgum memudar tergeser oleh beras. Kini, sorgum terpinggirkan dan kurang populer.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yMi8xLzE4MDk3NC81L3g4eXZjeW8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sebagian besar masyarakat mungkin masih asing dengan pangan bernama sorgum. Di mana sorgum adalah tanaman serealia yang berasal dari Afrika Timur.
Tanaman ini cukup populer sebagai sumber pangan alternatif di Indonesia dan daerah tropis lainnya. Sorgum memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan berpotensi sebagai pengganti beras.

BACA JUGA:
Pembatasan Impor Barang Elektronik Disebut Tak Hambat Produksi Dalam Negeri

Biji sorgum berbentuk bulat, ukuran kecil, dan warna agak kecoklatan. Diketahui, sorgum merupakan makanan pokok raja-raja terdahulu sebelum popularitasnya tergantikan oleh beras.
Menurut John Hendra, Ketua Pokja Pangan Lokal Direktorat Penganekaragaman Konsumsi Pangan NFA, sorgum memiliki sejarah panjang dan gemilang di tanah air. Sorgum telah menjadi makanan pokok di berbagai kerajaan Nusantara sejak abad ke-5.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Bayar Kompensasi Listrik ke PLN Rp17,8 Triliun

Bukti arkeologi dan prasasti kuno, salah satunya di relief Candi Borobudur menunjukkan bahwa sorgum dibudidayakan dan diolah menjadi berbagai hidangan lezat untuk jamuan para raja dan bangsawan.&quot;Sorgum bukan hanya makanan biasa, ini adalah warisan budaya dan identitas bangsa,&quot; kata Hendra sebagaimana dikutip pada Minggu (26/5/2024).
Selain karena rasanya yang gurih dan kandungan nutrisinya yang tinggi, ketahanannya terhadap kekeringan menjadikan sorgum primadona di masa lampau. Sorgum juga dapat diolah menjadi berbagai olahan yang lezat.
Sorgum bisa diolah menjadi sajian seperti wajik sorgum, tape sorgum, lontong sorgum, dan bubur sorgum. Tapi sayangnya, popularitas sorgum memudar tergeser oleh beras. Kini, sorgum terpinggirkan dan kurang populer.</content:encoded></item></channel></rss>
