<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemilik Burj Khalifa Kasih Tips ke Erick Thohir Majukan Industri Pariwisata</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir mendapat masukan penting terkait pembangunan  infrastruktur di Golo Mori, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/27/470/3013535/pemilik-burj-khalifa-kasih-tips-ke-erick-thohir-majukan-industri-pariwisata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/27/470/3013535/pemilik-burj-khalifa-kasih-tips-ke-erick-thohir-majukan-industri-pariwisata"/><item><title>Pemilik Burj Khalifa Kasih Tips ke Erick Thohir Majukan Industri Pariwisata</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/27/470/3013535/pemilik-burj-khalifa-kasih-tips-ke-erick-thohir-majukan-industri-pariwisata</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/27/470/3013535/pemilik-burj-khalifa-kasih-tips-ke-erick-thohir-majukan-industri-pariwisata</guid><pubDate>Senin 27 Mei 2024 08:57 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/27/470/3013535/pemilik-burj-khalifa-kasih-tips-ke-erick-thohir-majukan-industri-pariwisata-i5YWsXIsaU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir dapat masukan dari Bos Burj Khalifa (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/27/470/3013535/pemilik-burj-khalifa-kasih-tips-ke-erick-thohir-majukan-industri-pariwisata-i5YWsXIsaU.jpg</image><title>Erick Thohir dapat masukan dari Bos Burj Khalifa (Foto: MPI)</title></images><description>


JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mendapat masukan penting terkait pembangunan infrastruktur di Golo Mori, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Masukan itu disampaikan Mohamed Alabbar, pendiri Emaar Properties atau perusahaan properti multinasional asal Dubai.
Pemerintah memang tengah menggodok kawasan Golo Mori sebagai destinasi ecotourism atau wisata yang mengutamakan alam dan berkelanjutan.
Erick mengatakan, pihaknya menyimak masukan Alabbar, terutama penjelasannya ihwal strategi pengusaha dan pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) membangun Dubai menjadi pusat pariwisata di dunia.

BACA JUGA:
Erick Thohir Ajak Pemilik Burj Khalifa ke Labuan Bajo hingga Bali

&amp;ldquo;Pagi ini saya di Labuan Bajo bersama pengusaha dari Uni Emirat Arab, Mr. Mohamed Ali Rashed Alabbar, founder Emaar Properties,&amp;rdquo; ucap Erick melalui akun Instagramnya, dikutip Senin (27/5/2024).
&amp;ldquo;Kami mendengarkan masukan dari Mr. Alabbar bagaimana Dubai dibangun menjadi pusat pariwisata di dunia,&amp;rdquo; paparnya.
Tak sampai di situ, Erick dan Mohamed Alabbar mengunjungi Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Daerah ini memang ditargetkan pemerintah bisa menjadi destinasi wisata untuk sport tourism level dunia.

BACA JUGA:
Mantap! Kemenparekraf Gelar Famtrip Promosikan Labuan Bajo ke Pasar China

Menurutnya, dengan pengalaman Alabbar membesarkan Emaar Properties, dia bisa berbagi pengalaman kepada otoritas di Tanah Air.
&quot;Di sini sudah ada Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika yang menjadi venue MotoGP. Untuk mendukung, di sini juga akan dibangun lapangan golf berstandar internasional sebagai bagian ekosistem sport tourism,&quot; beber dia.
Tak hanya di NTT dan NTB, keduanya pun mendatangi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali. Dalam moment ini, Erick mengajak Mohamed Alabbar melihat-lihat Hotel The Meru Sanur yang merupakan fasilitas mega di kawasan tersebut.&amp;ldquo;Saya mengajak founder Emaar Properties, Mr. Mohamed Ali Rashed  Alabbar melihat hotel The Meru Sanur. Hotel yang dulu bernama Grand Inna  Bali Beach ini, salah satu fasilitas bertaraf internasional yang  disediakan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur,&amp;rdquo; ucapnya.
Kendati sudah memperkenalkan KEK Sanur, terutama hotel The Meru  Sanur,  kepada pemilik Burj Khalifa Dubai, Erick enggan membeberkan ada  tidaknya komitmen investasi dari Mohamed Alabbar.
Lelaki yang juga menjabat sebagai Ketua PSSI ini justru memastikan  bahwa KEK Sanur bakal menjadi destinasi wisata berkelanjutan dan  terintegrasi bertaraf internasional. Lantaran, kawasan ini memiliki  beberapa fasilitas mewah.
Misalnya, hotel bintang lima, convention center, hingga Bali  International Hospital yang disebut-sebut akan memiliki fasilitas  kesehatan yang lengkap dan bertaraf global.
&amp;ldquo;Ini adalah salah satu tonggak destinasi wisata yang dapat mendorong  kebangkitan ekosistem pariwisata dan perekonomian di Indonesia,&amp;rdquo; beber  dia.
Sebelumnya, Erick juga memperkenalkan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN)  di Kalimantan Timur (Kaltim) ke Mohamed Alabbar. Dalam kesempatan itu,  Erick memperlihatkan kematangan proyek investasi yang dipandang  menguntungkan bagi perusahaan besar.</description><content:encoded>


JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mendapat masukan penting terkait pembangunan infrastruktur di Golo Mori, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Masukan itu disampaikan Mohamed Alabbar, pendiri Emaar Properties atau perusahaan properti multinasional asal Dubai.
Pemerintah memang tengah menggodok kawasan Golo Mori sebagai destinasi ecotourism atau wisata yang mengutamakan alam dan berkelanjutan.
Erick mengatakan, pihaknya menyimak masukan Alabbar, terutama penjelasannya ihwal strategi pengusaha dan pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) membangun Dubai menjadi pusat pariwisata di dunia.

BACA JUGA:
Erick Thohir Ajak Pemilik Burj Khalifa ke Labuan Bajo hingga Bali

&amp;ldquo;Pagi ini saya di Labuan Bajo bersama pengusaha dari Uni Emirat Arab, Mr. Mohamed Ali Rashed Alabbar, founder Emaar Properties,&amp;rdquo; ucap Erick melalui akun Instagramnya, dikutip Senin (27/5/2024).
&amp;ldquo;Kami mendengarkan masukan dari Mr. Alabbar bagaimana Dubai dibangun menjadi pusat pariwisata di dunia,&amp;rdquo; paparnya.
Tak sampai di situ, Erick dan Mohamed Alabbar mengunjungi Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Daerah ini memang ditargetkan pemerintah bisa menjadi destinasi wisata untuk sport tourism level dunia.

BACA JUGA:
Mantap! Kemenparekraf Gelar Famtrip Promosikan Labuan Bajo ke Pasar China

Menurutnya, dengan pengalaman Alabbar membesarkan Emaar Properties, dia bisa berbagi pengalaman kepada otoritas di Tanah Air.
&quot;Di sini sudah ada Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika yang menjadi venue MotoGP. Untuk mendukung, di sini juga akan dibangun lapangan golf berstandar internasional sebagai bagian ekosistem sport tourism,&quot; beber dia.
Tak hanya di NTT dan NTB, keduanya pun mendatangi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali. Dalam moment ini, Erick mengajak Mohamed Alabbar melihat-lihat Hotel The Meru Sanur yang merupakan fasilitas mega di kawasan tersebut.&amp;ldquo;Saya mengajak founder Emaar Properties, Mr. Mohamed Ali Rashed  Alabbar melihat hotel The Meru Sanur. Hotel yang dulu bernama Grand Inna  Bali Beach ini, salah satu fasilitas bertaraf internasional yang  disediakan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur,&amp;rdquo; ucapnya.
Kendati sudah memperkenalkan KEK Sanur, terutama hotel The Meru  Sanur,  kepada pemilik Burj Khalifa Dubai, Erick enggan membeberkan ada  tidaknya komitmen investasi dari Mohamed Alabbar.
Lelaki yang juga menjabat sebagai Ketua PSSI ini justru memastikan  bahwa KEK Sanur bakal menjadi destinasi wisata berkelanjutan dan  terintegrasi bertaraf internasional. Lantaran, kawasan ini memiliki  beberapa fasilitas mewah.
Misalnya, hotel bintang lima, convention center, hingga Bali  International Hospital yang disebut-sebut akan memiliki fasilitas  kesehatan yang lengkap dan bertaraf global.
&amp;ldquo;Ini adalah salah satu tonggak destinasi wisata yang dapat mendorong  kebangkitan ekosistem pariwisata dan perekonomian di Indonesia,&amp;rdquo; beber  dia.
Sebelumnya, Erick juga memperkenalkan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN)  di Kalimantan Timur (Kaltim) ke Mohamed Alabbar. Dalam kesempatan itu,  Erick memperlihatkan kematangan proyek investasi yang dipandang  menguntungkan bagi perusahaan besar.</content:encoded></item></channel></rss>
