<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Terima Sekjen OECD, Ini yang Dibahas</title><description>Presiden Jokowi menerima Sekretaris Jenderal Organisation for Economic  Cooperation and Development (OECD) di Istana Kepresidenan Bogor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/28/320/3014246/jokowi-terima-sekjen-oecd-ini-yang-dibahas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/28/320/3014246/jokowi-terima-sekjen-oecd-ini-yang-dibahas"/><item><title>Jokowi Terima Sekjen OECD, Ini yang Dibahas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/28/320/3014246/jokowi-terima-sekjen-oecd-ini-yang-dibahas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/28/320/3014246/jokowi-terima-sekjen-oecd-ini-yang-dibahas</guid><pubDate>Selasa 28 Mei 2024 16:22 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/28/320/3014246/jokowi-terima-sekjen-oecd-ini-yang-dibahas-F5Y9b4S8PQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi bertemu Sekjen OECD (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/28/320/3014246/jokowi-terima-sekjen-oecd-ini-yang-dibahas-F5Y9b4S8PQ.jpg</image><title>Presiden Jokowi bertemu Sekjen OECD (Foto: Setpres)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMS80LzE2OTA1OC81L3g4bjU3OGE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi menerima Sekretaris Jenderal Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) di Istana Kepresidenan Bogor. Pertemuan yang merupakan kelanjutan dari pertemuan pertama pada Agustus 2023 ini bertujuan untuk menginformasikan langkah-langkah yang telah dan akan diambil Indonesia dalam rangka mempercepat keanggotaannya.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Sekjen OECD Mathias Cormann berfokus pada diskusi strategis mengenai persiapan dan percepatan keanggotaan Indonesia di organisasi tersebut. Presiden Jokowi telah menetapkan keputusan presiden terkait hal tersebut.

BACA JUGA:
Jokowi Bahas Persiapan Indonesia Jadi Anggota OECD 


&amp;ldquo;Bapak Presiden telah menetapkan keppres tim nasional persiapan dan percepatan keanggotaan Indonesia dalam OECD di mana kami mengetuai, dibantu oleh Bu Menkeu dan Bu Menlu,&amp;rdquo; ujar Airlangga, Selasa (28/5/2024).
Menurutnya, Indonesia berkomitmen untuk menjadi anggota OECD dalam tiga tahun dan telah mendapatkan dukungan dari negara-negara anggota seperti Australia, Belanda, dan Jepang dalam bentuk capacity building dan pendanaan. Selanjutnya, proses aksesi akan melibatkan pembuatan memorandum self-assessment oleh Indonesia dalam waktu dekat.

BACA JUGA:
 Jokowi Sambut Baik Dukungan 38 Negara pada Keanggotaan Indonesia di OECD


Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi dan Sekjen Cormann juga membahas pengembangan ekosistem semikonduktor serta proses peta jalan kerangka kerja sama ekonomi digital di ASEAN atau Digital Economy Framework Agreement.
Di samping itu, OECD juga akan melakukan survei ekonomi Indonesia sebagai salah satu bentuk dukungan OECD terhadap peningkatan iklim investasi di Indonesia.
&amp;ldquo;Bagaimana Indonesia menjadi negara yang setara dengan negara-negara  OECD di dalam pengembangan regulasi sehingga investor akan nyaman untuk  menambah investasi di Indonesia,&amp;rdquo; kata Airlangga.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam kesempatan yang sama  menambahkan bahwa pemerintah akan bekerja bersama OECD untuk menyusun  initial memorandum yang akan dijadikan alat bagi Indonesia untuk  menyampaikan informasi terkait hal yang telah dilakukan Indonesia dalam  reformasi ekonomi.
&amp;ldquo;Kita berharap initial memorandum ini akan menjadi alat bagi  Indonesia menyampaikan kepada dunia apa saja yang sudah dilakukan oleh  Indonesia untuk kita melakukan reformasi ekonomi Indonesia. Saya yakin  bahwa keanggotaan Indonesia akan menjadi tambahan kebanggaan, bukan saja  untuk Indonesia tapi juga untuk OECD sendiri,&amp;rdquo; ujar Suahasil Nazara.
Pertemuan ini menjadi momen penting untuk menegaskan komitmen dan  langkah strategis Indonesia dalam memperkuat kerja sama internasional  dan meningkatkan iklim investasi di dalam negeri.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMS80LzE2OTA1OC81L3g4bjU3OGE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi menerima Sekretaris Jenderal Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) di Istana Kepresidenan Bogor. Pertemuan yang merupakan kelanjutan dari pertemuan pertama pada Agustus 2023 ini bertujuan untuk menginformasikan langkah-langkah yang telah dan akan diambil Indonesia dalam rangka mempercepat keanggotaannya.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Sekjen OECD Mathias Cormann berfokus pada diskusi strategis mengenai persiapan dan percepatan keanggotaan Indonesia di organisasi tersebut. Presiden Jokowi telah menetapkan keputusan presiden terkait hal tersebut.

BACA JUGA:
Jokowi Bahas Persiapan Indonesia Jadi Anggota OECD 


&amp;ldquo;Bapak Presiden telah menetapkan keppres tim nasional persiapan dan percepatan keanggotaan Indonesia dalam OECD di mana kami mengetuai, dibantu oleh Bu Menkeu dan Bu Menlu,&amp;rdquo; ujar Airlangga, Selasa (28/5/2024).
Menurutnya, Indonesia berkomitmen untuk menjadi anggota OECD dalam tiga tahun dan telah mendapatkan dukungan dari negara-negara anggota seperti Australia, Belanda, dan Jepang dalam bentuk capacity building dan pendanaan. Selanjutnya, proses aksesi akan melibatkan pembuatan memorandum self-assessment oleh Indonesia dalam waktu dekat.

BACA JUGA:
 Jokowi Sambut Baik Dukungan 38 Negara pada Keanggotaan Indonesia di OECD


Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi dan Sekjen Cormann juga membahas pengembangan ekosistem semikonduktor serta proses peta jalan kerangka kerja sama ekonomi digital di ASEAN atau Digital Economy Framework Agreement.
Di samping itu, OECD juga akan melakukan survei ekonomi Indonesia sebagai salah satu bentuk dukungan OECD terhadap peningkatan iklim investasi di Indonesia.
&amp;ldquo;Bagaimana Indonesia menjadi negara yang setara dengan negara-negara  OECD di dalam pengembangan regulasi sehingga investor akan nyaman untuk  menambah investasi di Indonesia,&amp;rdquo; kata Airlangga.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam kesempatan yang sama  menambahkan bahwa pemerintah akan bekerja bersama OECD untuk menyusun  initial memorandum yang akan dijadikan alat bagi Indonesia untuk  menyampaikan informasi terkait hal yang telah dilakukan Indonesia dalam  reformasi ekonomi.
&amp;ldquo;Kita berharap initial memorandum ini akan menjadi alat bagi  Indonesia menyampaikan kepada dunia apa saja yang sudah dilakukan oleh  Indonesia untuk kita melakukan reformasi ekonomi Indonesia. Saya yakin  bahwa keanggotaan Indonesia akan menjadi tambahan kebanggaan, bukan saja  untuk Indonesia tapi juga untuk OECD sendiri,&amp;rdquo; ujar Suahasil Nazara.
Pertemuan ini menjadi momen penting untuk menegaskan komitmen dan  langkah strategis Indonesia dalam memperkuat kerja sama internasional  dan meningkatkan iklim investasi di dalam negeri.</content:encoded></item></channel></rss>
