<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres: IKN Bisa Inspirasi Pembangunan Kota Lain</title><description>Wapres Ma'ruf Amin menyebut Ibu Kota Nusantara (IKN) bisa menjadi inspirasi pembangunan kota lain.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/28/470/3014238/wapres-ikn-bisa-inspirasi-pembangunan-kota-lain</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/28/470/3014238/wapres-ikn-bisa-inspirasi-pembangunan-kota-lain"/><item><title>Wapres: IKN Bisa Inspirasi Pembangunan Kota Lain</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/28/470/3014238/wapres-ikn-bisa-inspirasi-pembangunan-kota-lain</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/28/470/3014238/wapres-ikn-bisa-inspirasi-pembangunan-kota-lain</guid><pubDate>Selasa 28 Mei 2024 16:15 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/28/470/3014238/wapres-ikn-bisa-inspirasi-pembangunan-kota-lain-g35a5Z7t8N.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres sebut pembangunan IKN bisa jadi contoh kota lain (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/28/470/3014238/wapres-ikn-bisa-inspirasi-pembangunan-kota-lain-g35a5Z7t8N.jpg</image><title>Wapres sebut pembangunan IKN bisa jadi contoh kota lain (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNy8xLzE4MDQyNy81L3g4eTVrMzQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wapres Ma'ruf Amin menyebut Ibu Kota Nusantara (IKN) bisa menjadi inspirasi pembangunan kota lain. Beberapa tahun terakhir, sistem transportasi cerdas menjadi fokus pengembangan teknologi transportasi global.
&amp;ldquo;Ibu Kota Nusantara diharapkan menjadi pionir kota berbasis transportasi cerdas dan berkelanjutan yang dapat menginspirasi pembangunan serupa di kota-kota lain,&amp;rdquo; ungkap Wapres saat membuka The 19th Intelligent Transport System (ITS) Asia Pacific Forum 2024 atau Forum Sistem Transportasi Cerdas Asia Pasifik ke-19 Tahun 2024 di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Selasa (28/5/2024).

BACA JUGA:
LPS Anggarkan Hampir Rp1 Triliun Bangun Kantor di IKN


Lebih dari itu, tutur Wapres, pengembangan inovasi teknologi di sektor transportasi juga diyakini dapat meningkatkan efisiensi biaya, waktu, dan konektivitas, sehingga mampu mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi. Untuk itu, inovasi teknologi di sektor transportasi menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera dilakukan bersama.
&amp;ldquo;Saat ini, pemerintah telah berupaya mendukung pengembangan inovasi teknologi, diantaranya melalui penetapan kebijakan standar mobil listrik, program insentif kendaraan listrik, dan program pendorong transisi lainnya,&amp;rdquo; urainya.

BACA JUGA:
Ajak Investor ke IKN, Bank Tanah: Jangan Khawatir Investasi di Tanah Kosong


Sejalan dengan Wapres, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa poulasi dunia terus berkembang sangat pesat, dengan mayoritas penduduk tinggal di perkotaan. Pada tahun 2050, diperkirakan dua pertiga penduduk dunia akan tinggal di perkotaan.
&amp;ldquo;Hal ini menghadirkan tantangan bagi sektor transportasi, seperti kemacetan lalu lintas, kecelakaan, terhambatnya layanan angkutan barang, dan polusi gas karbon,&amp;rdquo; ujarnya.
Oleh sebab itu, menurut Budi, Sistem Transportasi Cerdas (ITS) dapat  mengatasi masalah-masalah tersebut dengan menggunakan berbagai  teknologi.
&amp;ldquo;Sistem Transportasi Cerdas dapat membantu kita mengatasi tantangan  urbanisasi yang pesat, perubahan iklim, dan kemajuan teknologi. Sistem  ini menawarkan efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan dalam  pergerakan orang serta barang,&amp;rdquo; ungkapnya.
Sebagai informasi, keseriusan pemerintah dalam mewujudkan sistem  transportasi cerdas di tanah air, salah satunya juga dibuktikan dengan  mempercepat implementasi sistem transaksi tol non-tunai nirsentuh atau  multi lane free flow (MLFF). Kebijakan ini ditopang dengan penerbitan  Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2024 tentang Jalan Tol. Dengan  hadirnya PP ini, MLFF resmi menjadi salah satu sistem transaksi jalan  tol di Indonesia.
Adapun tujuan penerapan MLFF ini adalah untuk meningkatan layanan  Transformasi, Inovasi, dan Modernisasi (TIM) bagi pengendara di jalan  tol yang mengacu pada Teknologi Toll Road 4.0. Penggunaan MLFF akan  meniadakan waktu antrean (menjadi nol detik) sehingga diharapkan tidak  terjadi lagi antrean atau kemacetan di gerbang tol.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNy8xLzE4MDQyNy81L3g4eTVrMzQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wapres Ma'ruf Amin menyebut Ibu Kota Nusantara (IKN) bisa menjadi inspirasi pembangunan kota lain. Beberapa tahun terakhir, sistem transportasi cerdas menjadi fokus pengembangan teknologi transportasi global.
&amp;ldquo;Ibu Kota Nusantara diharapkan menjadi pionir kota berbasis transportasi cerdas dan berkelanjutan yang dapat menginspirasi pembangunan serupa di kota-kota lain,&amp;rdquo; ungkap Wapres saat membuka The 19th Intelligent Transport System (ITS) Asia Pacific Forum 2024 atau Forum Sistem Transportasi Cerdas Asia Pasifik ke-19 Tahun 2024 di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Selasa (28/5/2024).

BACA JUGA:
LPS Anggarkan Hampir Rp1 Triliun Bangun Kantor di IKN


Lebih dari itu, tutur Wapres, pengembangan inovasi teknologi di sektor transportasi juga diyakini dapat meningkatkan efisiensi biaya, waktu, dan konektivitas, sehingga mampu mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi. Untuk itu, inovasi teknologi di sektor transportasi menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera dilakukan bersama.
&amp;ldquo;Saat ini, pemerintah telah berupaya mendukung pengembangan inovasi teknologi, diantaranya melalui penetapan kebijakan standar mobil listrik, program insentif kendaraan listrik, dan program pendorong transisi lainnya,&amp;rdquo; urainya.

BACA JUGA:
Ajak Investor ke IKN, Bank Tanah: Jangan Khawatir Investasi di Tanah Kosong


Sejalan dengan Wapres, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa poulasi dunia terus berkembang sangat pesat, dengan mayoritas penduduk tinggal di perkotaan. Pada tahun 2050, diperkirakan dua pertiga penduduk dunia akan tinggal di perkotaan.
&amp;ldquo;Hal ini menghadirkan tantangan bagi sektor transportasi, seperti kemacetan lalu lintas, kecelakaan, terhambatnya layanan angkutan barang, dan polusi gas karbon,&amp;rdquo; ujarnya.
Oleh sebab itu, menurut Budi, Sistem Transportasi Cerdas (ITS) dapat  mengatasi masalah-masalah tersebut dengan menggunakan berbagai  teknologi.
&amp;ldquo;Sistem Transportasi Cerdas dapat membantu kita mengatasi tantangan  urbanisasi yang pesat, perubahan iklim, dan kemajuan teknologi. Sistem  ini menawarkan efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan dalam  pergerakan orang serta barang,&amp;rdquo; ungkapnya.
Sebagai informasi, keseriusan pemerintah dalam mewujudkan sistem  transportasi cerdas di tanah air, salah satunya juga dibuktikan dengan  mempercepat implementasi sistem transaksi tol non-tunai nirsentuh atau  multi lane free flow (MLFF). Kebijakan ini ditopang dengan penerbitan  Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2024 tentang Jalan Tol. Dengan  hadirnya PP ini, MLFF resmi menjadi salah satu sistem transaksi jalan  tol di Indonesia.
Adapun tujuan penerapan MLFF ini adalah untuk meningkatan layanan  Transformasi, Inovasi, dan Modernisasi (TIM) bagi pengendara di jalan  tol yang mengacu pada Teknologi Toll Road 4.0. Penggunaan MLFF akan  meniadakan waktu antrean (menjadi nol detik) sehingga diharapkan tidak  terjadi lagi antrean atau kemacetan di gerbang tol.</content:encoded></item></channel></rss>
