<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapan Tanah di Seluruh Indonesia Punya Sertifikat?</title><description>Adapun realisasi saat ini mencapai 113 juta bidang tanah</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/29/470/3014524/kapan-tanah-di-seluruh-indonesia-punya-sertifikat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/29/470/3014524/kapan-tanah-di-seluruh-indonesia-punya-sertifikat"/><item><title>Kapan Tanah di Seluruh Indonesia Punya Sertifikat?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/29/470/3014524/kapan-tanah-di-seluruh-indonesia-punya-sertifikat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/29/470/3014524/kapan-tanah-di-seluruh-indonesia-punya-sertifikat</guid><pubDate>Rabu 29 Mei 2024 08:35 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/29/470/3014524/kapan-tanah-di-seluruh-indonesia-punya-sertifikat-qWqKrC1k81.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Target AHY pada Sertifikat Tanah di Tahun Ini. (Foto: Okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/29/470/3014524/kapan-tanah-di-seluruh-indonesia-punya-sertifikat-qWqKrC1k81.jpg</image><title>Target AHY pada Sertifikat Tanah di Tahun Ini. (Foto: Okezone.com/MPI)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan 120 juta bidang tanah memiliki sertifikat elektronik hingga akhir tahun ini. Adapun realisasi saat ini mencapai 113 juta bidang tanah.
Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut, pemetaan tanah secara nasional sudah dilakukan, sehingga pihaknya bakal mengejar target tersebut.
&amp;ldquo;Seluruh Indonesia itu sudah terpetakan dan sekaligus juga masyarakat sudah memiliki sertifikat dan ini memang akan terus berkembang, tetapi tahun ini kita punya target 120 juta bidang,&amp;rdquo; ujar AHY saat ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan, ditulis Rabu (29/5/2024).

BACA JUGA:
AHY Tinjau Lahan Relokasi Korban Erupsi Gunung Ruang, Sertifikat Tanah Segera Dikeluarkan

Jika target tahun ini bisa direalisasikan, Kementerian ATR/BPN bakal menaikan proyeksi menjadi 126 juta bidang tanah yang bersertifikat elektronik pada 2025. AHY optimis target 2024-2025 bisa tercapai.
&amp;ldquo;Tahun depan 126 juta bidang. Tapi kita tahu dalam perjalanannya bidang-bidang tanah ini terjadi pemecahan, misalnya seseorang kemudian anaknya satu petak, satu bidang, menjadi dua begitu,&amp;rdquo; paparnya.

BACA JUGA:
Jokowi Serahkan Ribuan Sertifikat Tanah Elektronik Hasil Redistribusi Tanah di Banyuwangi

&amp;ldquo;Tetapi secara umum, ini sudah signifikan Indonesia bisa mengatakan bahwa setiap warga negara pada akhirnya memiliki sertifikat tanah yang resmi dari negara,&amp;rdquo; beber dia.
Optimisme AHY didasarkan pada beberapa langkah, pertama Kementerian ATR/BPN bakal meluncurkan program 104 Kota/Kabupaten Lengkap di Indonesia pada 2024. Hal ini untuk menjamin kepastian hukum hak atas tanah masyarakat.
&amp;ldquo;Kita ingin mendeklarasikan 104 Kota/Kabupaten Lengkap se-Indonesia,&amp;rdquo; ucap dia.Agus menilai, program tersebut penting karena Kabupaten/Kota secara keseluruhan peta bidang tanahnya telah terdaftar hingga terpentakan.
&amp;ldquo;Dan ini akan memberikan berbagai keuntungan, termasuk bagi masyarakat, termasuk bagi pelaku bisnis untuk mendapatkan kepastian bahwa lahan yang dimilikinya atau digunakannya itu benar-benar semakin jelas gitu ya,&amp;rdquo; jelasnya.
Kedua, peluncuran Government Technology (GovTech) atau INA Digital yang dilaksanakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Melalui platform ini, masyarakat dengan mudah mengakses sertifikat tanah elektronik.
&amp;ldquo;Jadi mudah-mudahan ini semakin terintegrasi terus dilengkapi dan disempurnakan INA digital, maka masyarakat Indonesia di waktu-waktu mendatang akan semakin mudah, semakin transparan, segala urusan bisa dilakukan satu pintu di situ,&amp;rdquo; tukas AHY.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan 120 juta bidang tanah memiliki sertifikat elektronik hingga akhir tahun ini. Adapun realisasi saat ini mencapai 113 juta bidang tanah.
Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut, pemetaan tanah secara nasional sudah dilakukan, sehingga pihaknya bakal mengejar target tersebut.
&amp;ldquo;Seluruh Indonesia itu sudah terpetakan dan sekaligus juga masyarakat sudah memiliki sertifikat dan ini memang akan terus berkembang, tetapi tahun ini kita punya target 120 juta bidang,&amp;rdquo; ujar AHY saat ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan, ditulis Rabu (29/5/2024).

BACA JUGA:
AHY Tinjau Lahan Relokasi Korban Erupsi Gunung Ruang, Sertifikat Tanah Segera Dikeluarkan

Jika target tahun ini bisa direalisasikan, Kementerian ATR/BPN bakal menaikan proyeksi menjadi 126 juta bidang tanah yang bersertifikat elektronik pada 2025. AHY optimis target 2024-2025 bisa tercapai.
&amp;ldquo;Tahun depan 126 juta bidang. Tapi kita tahu dalam perjalanannya bidang-bidang tanah ini terjadi pemecahan, misalnya seseorang kemudian anaknya satu petak, satu bidang, menjadi dua begitu,&amp;rdquo; paparnya.

BACA JUGA:
Jokowi Serahkan Ribuan Sertifikat Tanah Elektronik Hasil Redistribusi Tanah di Banyuwangi

&amp;ldquo;Tetapi secara umum, ini sudah signifikan Indonesia bisa mengatakan bahwa setiap warga negara pada akhirnya memiliki sertifikat tanah yang resmi dari negara,&amp;rdquo; beber dia.
Optimisme AHY didasarkan pada beberapa langkah, pertama Kementerian ATR/BPN bakal meluncurkan program 104 Kota/Kabupaten Lengkap di Indonesia pada 2024. Hal ini untuk menjamin kepastian hukum hak atas tanah masyarakat.
&amp;ldquo;Kita ingin mendeklarasikan 104 Kota/Kabupaten Lengkap se-Indonesia,&amp;rdquo; ucap dia.Agus menilai, program tersebut penting karena Kabupaten/Kota secara keseluruhan peta bidang tanahnya telah terdaftar hingga terpentakan.
&amp;ldquo;Dan ini akan memberikan berbagai keuntungan, termasuk bagi masyarakat, termasuk bagi pelaku bisnis untuk mendapatkan kepastian bahwa lahan yang dimilikinya atau digunakannya itu benar-benar semakin jelas gitu ya,&amp;rdquo; jelasnya.
Kedua, peluncuran Government Technology (GovTech) atau INA Digital yang dilaksanakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Melalui platform ini, masyarakat dengan mudah mengakses sertifikat tanah elektronik.
&amp;ldquo;Jadi mudah-mudahan ini semakin terintegrasi terus dilengkapi dan disempurnakan INA digital, maka masyarakat Indonesia di waktu-waktu mendatang akan semakin mudah, semakin transparan, segala urusan bisa dilakukan satu pintu di situ,&amp;rdquo; tukas AHY.</content:encoded></item></channel></rss>
