<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Lagi Impor, Kini Indonesia Ekspor 50.000 Ton Jagung ke Filipina</title><description>Indonesia mengekspor sebanyak 50.000 ton jagung telah diekspor ke Filipina.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/30/320/3015149/tak-lagi-impor-kini-indonesia-ekspor-50-000-ton-jagung-ke-filipina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/30/320/3015149/tak-lagi-impor-kini-indonesia-ekspor-50-000-ton-jagung-ke-filipina"/><item><title>Tak Lagi Impor, Kini Indonesia Ekspor 50.000 Ton Jagung ke Filipina</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/30/320/3015149/tak-lagi-impor-kini-indonesia-ekspor-50-000-ton-jagung-ke-filipina</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/30/320/3015149/tak-lagi-impor-kini-indonesia-ekspor-50-000-ton-jagung-ke-filipina</guid><pubDate>Kamis 30 Mei 2024 14:29 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/30/320/3015149/tak-lagi-impor-kini-indonesia-ekspor-50-000-ton-jagung-ke-filipina-ALCdg4JCrC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia ekspor jagung (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/30/320/3015149/tak-lagi-impor-kini-indonesia-ekspor-50-000-ton-jagung-ke-filipina-ALCdg4JCrC.jpg</image><title>Indonesia ekspor jagung (Foto: Reuters)</title></images><description>


JAKARTA &amp;ndash; Indonesia mengekspor sebanyak 50.000 ton jagung telah diekspor ke Filipina. Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, ini merupakan ekspor jagung perdana yang dilakukan Indonesia ke negara tersebut.
Mentan Amran mengatakan kegiatan ini m jadi salah satu bagian dari rangkaian kerja pemerintah dalam meningkatkan volume ekspor dan juga meningkatakan produktivitas jagung di Provinsi Gorontalo.

BACA JUGA:
RPA Perindo Lakukan Mediasi Kedua Terduga Korban Perbudakan Perusahan Ekspor Ikan

&quot;Ini luar biasa karena 5 bulan lalu kita impor 250 ribu ton, tetapi hari ini kita mengekspor ke Filipina 50.000 ton. Ini adalah kebangkitan kita di sektor pangan khususnya jagung dan bahkan mereka telah mengirim ke beberapa daerah sebanyak 264 ribu ton,&quot; ujar Mentan dikutip Kamis (30/5/2024).
Mentan menargetkan Provinsi Gorontalo menjadi percontohan keberhasilan daerah dalam meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani secara cepat. Dia menargetkan tahun depan Gorontalo mampu mencapai produksi di atas 2 juta ton dari produksi saat ini yang hanya 1,5 juta ton.

BACA JUGA:
Ekspor RI Capai USD19,62 Miliar di April 2024, Anjlok 12,97%

&quot;Oleh karena itu kami beri bantuan benih 100 ribu hektare untuk Provinsi Gorontalo. Insyaallah tahun depan Gorontalo mencapai target di atas 2 juta ton. Aku yakin pasti bisa karena orang gorontalo sangat hebat. Saya juga mengapresiasi gorontalo yang telah membuka wajah kita di mata internasional dari impor ke ekspor,&quot; katanya.
Mentan mengatakan pertanian adalah sektor paling strategis yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan  perekonomian nasional. Karena itu, ke depan, pihaknya menargetkan swasembada dan juga Indonesia lumbung pangan dunia.
&quot;Dulu kita swasembada 3 kali dan yang melakukan ini kita semua. Tetapi tahun ini harus kita tingkatkan menjadi lumbung pangan dinia karena itu berbagai program yang ada ini perlu disempurnakan,&quot; katanya.Pj Gubernur Gorontalo, Rudy Salahuddin mengaku bersyukur atas kerja  keras petani dan juga dukungan langsung jajaran Kementan yang terus  berupaya meningkatkan produksi jagung di wilayah kerjanya. Dia  mengatakan, saat ini produksi di Gorontalo meningkat 52,8 persen  sehingga siap berkontribusi pada kebutuhan nasional.
Diketahui, target luas tanam jagung di Provinsi Gorontalo mencapai  356 ribu hektare dengan produksi jagung mencapai 1,5 juta ton atau  meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 1 juta ton. Dengan kondisi  tersebut, Provinsi Gorontalo siap berkontribusi memenuhi kebutuhan  nasional.
&quot;Alhamdulillah saat ini ada kapal yang akan mengirim jagung sebanyak  10 ribu ton dari gorontalo ke jakarta dari total pengiriman antar pulau  sebanyak 264 ribu ton periode januari-mei 2024 ini. Kami juga telah  melepas ekspor 50.000 ton atau senilai 209 miliar terdiri dari beberapa  perusahaan,&quot; katanya.
Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel yang turut hadir pada kegiatan ini  mendukung penuh upaya pemerintah baik pusat maupun daerah dalam memenuhi  kebutuhan dalam negeri terutama dari sisi produksi di wilayah  Gorontalo. Bagi Rachmat, kegiatan ekspor adalah bukti bahwa Gorontalo  merupakan wilayah subur yang terus memberi kontribusi positif bagi  kemajuan Indonesia.
&quot;Kegiatan ini telah memberi cahaya bagi masyarakat Gorontalo bahwa  kebangkitan daerah ini dari yang tadinya merupakan daerah miskin ke 5  menjadi daerah yang makmur. Insyaallah ke depan tambah makmur berkat  kehadiran Pak Menteri dan Pak Gubernur,&quot; katanya.
Mengenai hal ini, Rachmat menyampaikan terimakasih atas pembangunan  bendungan bulango ulu yang telah mengairi lahan lahan pertanian  Gorontalo sehingga lahannya menjadi subur. Selain itu, dia juga  berterimakasih atas dukungan Mentan Amran yang telah memberikan  kemudahan pupuk serta sarana dan prasarana lainya.
&quot;Ini merupakan kerja keras yang sangat positif dan saya sampaikan  kepada Bapak Presiden bendungan ini proyek strategis karena terbukti  mampu meningkatkan produktivitas pertanian termasuk beras, jagung, dan  lain sebagainya,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>


JAKARTA &amp;ndash; Indonesia mengekspor sebanyak 50.000 ton jagung telah diekspor ke Filipina. Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, ini merupakan ekspor jagung perdana yang dilakukan Indonesia ke negara tersebut.
Mentan Amran mengatakan kegiatan ini m jadi salah satu bagian dari rangkaian kerja pemerintah dalam meningkatkan volume ekspor dan juga meningkatakan produktivitas jagung di Provinsi Gorontalo.

BACA JUGA:
RPA Perindo Lakukan Mediasi Kedua Terduga Korban Perbudakan Perusahan Ekspor Ikan

&quot;Ini luar biasa karena 5 bulan lalu kita impor 250 ribu ton, tetapi hari ini kita mengekspor ke Filipina 50.000 ton. Ini adalah kebangkitan kita di sektor pangan khususnya jagung dan bahkan mereka telah mengirim ke beberapa daerah sebanyak 264 ribu ton,&quot; ujar Mentan dikutip Kamis (30/5/2024).
Mentan menargetkan Provinsi Gorontalo menjadi percontohan keberhasilan daerah dalam meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani secara cepat. Dia menargetkan tahun depan Gorontalo mampu mencapai produksi di atas 2 juta ton dari produksi saat ini yang hanya 1,5 juta ton.

BACA JUGA:
Ekspor RI Capai USD19,62 Miliar di April 2024, Anjlok 12,97%

&quot;Oleh karena itu kami beri bantuan benih 100 ribu hektare untuk Provinsi Gorontalo. Insyaallah tahun depan Gorontalo mencapai target di atas 2 juta ton. Aku yakin pasti bisa karena orang gorontalo sangat hebat. Saya juga mengapresiasi gorontalo yang telah membuka wajah kita di mata internasional dari impor ke ekspor,&quot; katanya.
Mentan mengatakan pertanian adalah sektor paling strategis yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan  perekonomian nasional. Karena itu, ke depan, pihaknya menargetkan swasembada dan juga Indonesia lumbung pangan dunia.
&quot;Dulu kita swasembada 3 kali dan yang melakukan ini kita semua. Tetapi tahun ini harus kita tingkatkan menjadi lumbung pangan dinia karena itu berbagai program yang ada ini perlu disempurnakan,&quot; katanya.Pj Gubernur Gorontalo, Rudy Salahuddin mengaku bersyukur atas kerja  keras petani dan juga dukungan langsung jajaran Kementan yang terus  berupaya meningkatkan produksi jagung di wilayah kerjanya. Dia  mengatakan, saat ini produksi di Gorontalo meningkat 52,8 persen  sehingga siap berkontribusi pada kebutuhan nasional.
Diketahui, target luas tanam jagung di Provinsi Gorontalo mencapai  356 ribu hektare dengan produksi jagung mencapai 1,5 juta ton atau  meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 1 juta ton. Dengan kondisi  tersebut, Provinsi Gorontalo siap berkontribusi memenuhi kebutuhan  nasional.
&quot;Alhamdulillah saat ini ada kapal yang akan mengirim jagung sebanyak  10 ribu ton dari gorontalo ke jakarta dari total pengiriman antar pulau  sebanyak 264 ribu ton periode januari-mei 2024 ini. Kami juga telah  melepas ekspor 50.000 ton atau senilai 209 miliar terdiri dari beberapa  perusahaan,&quot; katanya.
Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel yang turut hadir pada kegiatan ini  mendukung penuh upaya pemerintah baik pusat maupun daerah dalam memenuhi  kebutuhan dalam negeri terutama dari sisi produksi di wilayah  Gorontalo. Bagi Rachmat, kegiatan ekspor adalah bukti bahwa Gorontalo  merupakan wilayah subur yang terus memberi kontribusi positif bagi  kemajuan Indonesia.
&quot;Kegiatan ini telah memberi cahaya bagi masyarakat Gorontalo bahwa  kebangkitan daerah ini dari yang tadinya merupakan daerah miskin ke 5  menjadi daerah yang makmur. Insyaallah ke depan tambah makmur berkat  kehadiran Pak Menteri dan Pak Gubernur,&quot; katanya.
Mengenai hal ini, Rachmat menyampaikan terimakasih atas pembangunan  bendungan bulango ulu yang telah mengairi lahan lahan pertanian  Gorontalo sehingga lahannya menjadi subur. Selain itu, dia juga  berterimakasih atas dukungan Mentan Amran yang telah memberikan  kemudahan pupuk serta sarana dan prasarana lainya.
&quot;Ini merupakan kerja keras yang sangat positif dan saya sampaikan  kepada Bapak Presiden bendungan ini proyek strategis karena terbukti  mampu meningkatkan produktivitas pertanian termasuk beras, jagung, dan  lain sebagainya,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
