<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Repsol Garap Proyek Pengembangan Lapangan Saka Kemang</title><description>Perkembangan Proyek Saka Kemang dengan operator Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Repsol terus berprogres.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/31/320/3015435/repsol-garap-proyek-pengembangan-lapangan-saka-kemang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/31/320/3015435/repsol-garap-proyek-pengembangan-lapangan-saka-kemang"/><item><title>Repsol Garap Proyek Pengembangan Lapangan Saka Kemang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/31/320/3015435/repsol-garap-proyek-pengembangan-lapangan-saka-kemang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/31/320/3015435/repsol-garap-proyek-pengembangan-lapangan-saka-kemang</guid><pubDate>Jum'at 31 Mei 2024 07:48 WIB</pubDate><dc:creator>Nekha Fatimah Nursadiyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/31/320/3015435/repsol-garap-proyek-pengembangan-lapangan-saka-kemang-YYJHlao9px.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Repsol garap proyek pengembangan lapangan saka (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/31/320/3015435/repsol-garap-proyek-pengembangan-lapangan-saka-kemang-YYJHlao9px.jpg</image><title>Repsol garap proyek pengembangan lapangan saka (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yMi8xLzE3MTAxNy81L3g4bzhvMTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Perkembangan Proyek Saka Kemang dengan operator Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Repsol terus berprogres. Berdasarkan data di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), hingga 28 Mei 2024 proyek tersebut sudah menyelesaikan basic engineering design for gas processing dan CO2 separation di April 2024.

BACA JUGA:
SKK Migas Ajak Investor, Perusahaan Thailand Tertarik Investasi Migas di Indonesia


Kemudian per 24 Mei 2024 sudah menyelesaikan tender front end engineering design (FEED) dengan telah ditetapkannya PT Synergy Engineering sebagai pemenang tender. Pelaksanaan tender FEED ini diselesaikan sesuai rencana dalam AFE yaitu di pertengahan Kuartal 2 2024.
Oleh karenanya SKK Migas dan KKKS Repsol optimis seluruh pekerjaan FEED akan bisa diselesaikan di akhir tahun 2024. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D. Suryodipuro mengatakan bahwa perkembangan proyek Saka Kemang sudah sesuai dengan target yang ditetapkan.

BACA JUGA:
Pasokan Gas Bumi Terus Meningkat, SKK Migas Utamakan Pasar Domestik 


Dia mengharapkan dengan perkembangan proyek Saka Kemang yang saat ini sudah masuk proses tender FEED diharapkan bisa tuntas hingga selesainya pekerjaan FEED di tahun 2024. Dia menyebutkan sejak  POD I Revisi Lapangan Kaliberau disetujui sehubungan dengan adanya penambahan lingkup pekerjaan yang baru, SKK Migas dan Repsol melakukan upaya-upaya nyata, sehingga sekarang ini, progresnya sudah terlihat dengan baik yaitu telah selesainya tender FEED.
Dengan penunjukkan pemenang lelang pekerjaan FEED ini maka Repsol  telah membuktikan milestone keseriusan dan komitmen didalam pelaksanaan  pekerjaan dimana diharapkan Pengembangan Lapangan Sakakemang dapat di  produksikan pada awal 2028.
&amp;ldquo;Bagi kami, dengan perkembangan proyek Saka Kemang hingga saat ini  menunjukkan komitmen dari Repsol untuk terus berinvestasi di hulu migas  Indonesia. Ini tentu kabar yang baik dalam upaya mendorong pemanfaatan  gas di blok tersebut, sehingga kedepannya dapat menambah pasokan gas  untuk memenuhi kebutuhan gas nasional dan mendukung program ketahanan  energi Pemerintah&amp;rdquo;, ujar Hudi.
&amp;ldquo;Perkembangan positif proyek Saka Kemang, juga bermakna luas, karena  menjadi penegasan dari komitmen Repsol untuk terus berinvestasi di  Indonesia&amp;rdquo;, terang Hudi
Berdasarkan POD I revisi,  lapangan Kaliberau akan memproduksikan  cadangan gas sebesar                      474.28 BSCF hingga akhir  kontrak pada tahun 2040 dengan keseluruhan biaya investasi mencapai  sekitar USD631,7 juta yang terdiri atas biaya pemboran dan komplesi  sebesar USD168,8 juta dan biaya fasilitas produksi sebesar USD462,9  juta.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yMi8xLzE3MTAxNy81L3g4bzhvMTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Perkembangan Proyek Saka Kemang dengan operator Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Repsol terus berprogres. Berdasarkan data di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), hingga 28 Mei 2024 proyek tersebut sudah menyelesaikan basic engineering design for gas processing dan CO2 separation di April 2024.

BACA JUGA:
SKK Migas Ajak Investor, Perusahaan Thailand Tertarik Investasi Migas di Indonesia


Kemudian per 24 Mei 2024 sudah menyelesaikan tender front end engineering design (FEED) dengan telah ditetapkannya PT Synergy Engineering sebagai pemenang tender. Pelaksanaan tender FEED ini diselesaikan sesuai rencana dalam AFE yaitu di pertengahan Kuartal 2 2024.
Oleh karenanya SKK Migas dan KKKS Repsol optimis seluruh pekerjaan FEED akan bisa diselesaikan di akhir tahun 2024. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D. Suryodipuro mengatakan bahwa perkembangan proyek Saka Kemang sudah sesuai dengan target yang ditetapkan.

BACA JUGA:
Pasokan Gas Bumi Terus Meningkat, SKK Migas Utamakan Pasar Domestik 


Dia mengharapkan dengan perkembangan proyek Saka Kemang yang saat ini sudah masuk proses tender FEED diharapkan bisa tuntas hingga selesainya pekerjaan FEED di tahun 2024. Dia menyebutkan sejak  POD I Revisi Lapangan Kaliberau disetujui sehubungan dengan adanya penambahan lingkup pekerjaan yang baru, SKK Migas dan Repsol melakukan upaya-upaya nyata, sehingga sekarang ini, progresnya sudah terlihat dengan baik yaitu telah selesainya tender FEED.
Dengan penunjukkan pemenang lelang pekerjaan FEED ini maka Repsol  telah membuktikan milestone keseriusan dan komitmen didalam pelaksanaan  pekerjaan dimana diharapkan Pengembangan Lapangan Sakakemang dapat di  produksikan pada awal 2028.
&amp;ldquo;Bagi kami, dengan perkembangan proyek Saka Kemang hingga saat ini  menunjukkan komitmen dari Repsol untuk terus berinvestasi di hulu migas  Indonesia. Ini tentu kabar yang baik dalam upaya mendorong pemanfaatan  gas di blok tersebut, sehingga kedepannya dapat menambah pasokan gas  untuk memenuhi kebutuhan gas nasional dan mendukung program ketahanan  energi Pemerintah&amp;rdquo;, ujar Hudi.
&amp;ldquo;Perkembangan positif proyek Saka Kemang, juga bermakna luas, karena  menjadi penegasan dari komitmen Repsol untuk terus berinvestasi di  Indonesia&amp;rdquo;, terang Hudi
Berdasarkan POD I revisi,  lapangan Kaliberau akan memproduksikan  cadangan gas sebesar                      474.28 BSCF hingga akhir  kontrak pada tahun 2040 dengan keseluruhan biaya investasi mencapai  sekitar USD631,7 juta yang terdiri atas biaya pemboran dan komplesi  sebesar USD168,8 juta dan biaya fasilitas produksi sebesar USD462,9  juta.</content:encoded></item></channel></rss>
