<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Penyebab Jatuhnya Besi Proyek Kejaksaan ke Jalur MRT Blok M</title><description>PT Hutama Karya mengungkap penyebab jatuhnya material konstruksi pembangunan Gedung Kejaksaan Agung.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/31/320/3015528/ini-penyebab-jatuhnya-besi-proyek-kejaksaan-ke-jalur-mrt-blok-m</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/31/320/3015528/ini-penyebab-jatuhnya-besi-proyek-kejaksaan-ke-jalur-mrt-blok-m"/><item><title>Ini Penyebab Jatuhnya Besi Proyek Kejaksaan ke Jalur MRT Blok M</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/31/320/3015528/ini-penyebab-jatuhnya-besi-proyek-kejaksaan-ke-jalur-mrt-blok-m</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/31/320/3015528/ini-penyebab-jatuhnya-besi-proyek-kejaksaan-ke-jalur-mrt-blok-m</guid><pubDate>Jum'at 31 Mei 2024 12:06 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/31/320/3015528/ini-penyebab-jatuhnya-besi-proyek-kejaksaan-ke-jalur-mrt-blok-m-WYvoElNYJ2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hutama Karya ungkap penyebab insiden besi jatuh ke rel (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/31/320/3015528/ini-penyebab-jatuhnya-besi-proyek-kejaksaan-ke-jalur-mrt-blok-m-WYvoElNYJ2.jpg</image><title>Hutama Karya ungkap penyebab insiden besi jatuh ke rel (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8zMS8xLzE4MTI2OC81L3g4emRvN3k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Hutama Karya mengungkap penyebab jatuhnya material konstruksi pembangunan Gedung Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung. Besi dari proyek tersebut jatuh ke rel MRT karena adanya induksi elektromagnetik.
EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero) Adjib Al Hakim menjelaskan, pasca kejadian tersebut, Hutama Karya telah melakukan evakuasi material besi dalam 4 (empat) tahap selama 2 jam yang selesai lebih cepat pada pukul 20.05 WIB. Namun, terkait waktu pengoperasian menjadi kewenangan dari pihak MRT Jakarta.

BACA JUGA:
 MRT Jakarta Akan Evaluasi agar Insiden Besi Crane Jatuh Tak Terulang 


Berdasarkan investigasi awal, insiden ini disebabkan oleh induksi elektromagnetik yang terjadi ketika kereta MRT melintas saat tower crane sedang mengangkat material besi. Induksi tersebut mengakibatkan crane mati mendadak, sehingga material besi yang sedang diangkat terjatuh miring dan masuk ke dalam rel MRT mengikuti arus induksi.
Meskipun begitu, sebelum pekerjaan pengangkatan material dilakukan, Hutama Karya selaku kontraktor telah berkoordinasi dengan pihak MRT dan menyepakati batas aman jarak pengangkatan material, yaitu 6 (enam) meter, sesuai dengan hasil koordinasi tersebut.

BACA JUGA:
 Usai Operasional Dihentikan Akibat Crane Jatuh, Para Pekerja Kembali Gunakan MRT


Lebih lanjut, Hutama Karya akan segera mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang. Tindakan-tindakan yang akan diambil.
Pertama Hutama Karya akan mengevaluasi dan meningkatkan peningkatan  prosedur keselamatan kerja, khususnya terkait penggunaan crane di dekat  jalur MRT.
Kedua melakukan peninjauan ulang jarak aman pengangkatan material  dengan melibatkan ahli elektromagnetik untuk memastikan keselamatan  operasional.
Ketiga melakukan peningkatan koordinasi dan komunikasi dengan pihak  MRT untuk memastikan setiap langkah yang diambil telah memenuhi standar  keselamatan tertinggi.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8zMS8xLzE4MTI2OC81L3g4emRvN3k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Hutama Karya mengungkap penyebab jatuhnya material konstruksi pembangunan Gedung Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung. Besi dari proyek tersebut jatuh ke rel MRT karena adanya induksi elektromagnetik.
EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero) Adjib Al Hakim menjelaskan, pasca kejadian tersebut, Hutama Karya telah melakukan evakuasi material besi dalam 4 (empat) tahap selama 2 jam yang selesai lebih cepat pada pukul 20.05 WIB. Namun, terkait waktu pengoperasian menjadi kewenangan dari pihak MRT Jakarta.

BACA JUGA:
 MRT Jakarta Akan Evaluasi agar Insiden Besi Crane Jatuh Tak Terulang 


Berdasarkan investigasi awal, insiden ini disebabkan oleh induksi elektromagnetik yang terjadi ketika kereta MRT melintas saat tower crane sedang mengangkat material besi. Induksi tersebut mengakibatkan crane mati mendadak, sehingga material besi yang sedang diangkat terjatuh miring dan masuk ke dalam rel MRT mengikuti arus induksi.
Meskipun begitu, sebelum pekerjaan pengangkatan material dilakukan, Hutama Karya selaku kontraktor telah berkoordinasi dengan pihak MRT dan menyepakati batas aman jarak pengangkatan material, yaitu 6 (enam) meter, sesuai dengan hasil koordinasi tersebut.

BACA JUGA:
 Usai Operasional Dihentikan Akibat Crane Jatuh, Para Pekerja Kembali Gunakan MRT


Lebih lanjut, Hutama Karya akan segera mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang. Tindakan-tindakan yang akan diambil.
Pertama Hutama Karya akan mengevaluasi dan meningkatkan peningkatan  prosedur keselamatan kerja, khususnya terkait penggunaan crane di dekat  jalur MRT.
Kedua melakukan peninjauan ulang jarak aman pengangkatan material  dengan melibatkan ahli elektromagnetik untuk memastikan keselamatan  operasional.
Ketiga melakukan peningkatan koordinasi dan komunikasi dengan pihak  MRT untuk memastikan setiap langkah yang diambil telah memenuhi standar  keselamatan tertinggi.</content:encoded></item></channel></rss>
