<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kritik Tapera Potong Gaji Karyawan, Mahfud MD: Hitungannya Tidak Masuk Akal</title><description></description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/31/470/3015484/kritik-tapera-potong-gaji-karyawan-mahfud-md-hitungannya-tidak-masuk-akal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/31/470/3015484/kritik-tapera-potong-gaji-karyawan-mahfud-md-hitungannya-tidak-masuk-akal"/><item><title>Kritik Tapera Potong Gaji Karyawan, Mahfud MD: Hitungannya Tidak Masuk Akal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/31/470/3015484/kritik-tapera-potong-gaji-karyawan-mahfud-md-hitungannya-tidak-masuk-akal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/31/470/3015484/kritik-tapera-potong-gaji-karyawan-mahfud-md-hitungannya-tidak-masuk-akal</guid><pubDate>Jum'at 31 Mei 2024 10:31 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/31/470/3015484/kritik-tapera-potong-gaji-karyawan-mahfud-md-hitungannya-tidak-masuk-akal-tW6exQZCiK.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kebijakan tapera bagi pekerja dinilai tak masuk akal (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/31/470/3015484/kritik-tapera-potong-gaji-karyawan-mahfud-md-hitungannya-tidak-masuk-akal-tW6exQZCiK.jpeg</image><title>Kebijakan tapera bagi pekerja dinilai tak masuk akal (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8zMC8xLzE4MTI1Mi81L3g4emJ4Nm0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) mendapat kritikan keras dari Mantan Menko Polhukam Mahfud MD. Menurutnya, hitungan sistematis pemotongan gaji karyawan swasta sebesar 3% tidak masuk akal.

BACA JUGA:
Pengakuan PNS Bekerja 37 Tahun Cairkan Tapera: Belum Bisa Beli Rumah, Tak Ada Hasilnya


&quot;Pemerintah perlu betul-betul mempertimbangkan suara publik tentang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Kalau tidak ada kebijakan jaminan betul-betul akan mendapat rumah dari Pemerintah bagi penabung, maka hitungan matematisnya memang tidak masuk akal,&quot; ujar Mahfud lewat akun media sosial X (Twitter) pribadinya, dikutip Jumat (31/5/2024).

BACA JUGA:
Pendapatan Pekerja Langsung Habis jika Gaji Rp5 Juta Dipotong Tapera 3%, Ini Hitung-hitungannya


Mahfud pun menjabarkan misalnya orang yang mendapat gaji Rp5 juta per bulan kalau menabung 30 tahun dengan potongan sekitar 3% per bulan hanya akan sekitar Rp100 juta. &quot;Untuk sekarang pun Rp100 juta takkan dapat rumah apalagi 30 tahun yang akan datang, ditambah bunganya sekali pun.&quot;
&quot;Untuk orang yang gajinya di atas Rp10 juta pun dalam 30 tahun akan terkumpul hanya sekitar Rp225 juta. Ini pun pada 30 tahun yang akan datang sulit dapat rumah. Sekarang pun sulit dapat rumah dengan uang Rp225 juta,&quot; jelasnya.Sementara, kata Mahfud, adapun pun orang yang gajinya Rp15 juta  misalnya lebih baik dibiarkan untuk mengambil kredit perumahan (KPR)  sendiri sejak sekarang ke bank-bank Pemerintah. &quot;Mungkin jatuhnya malah  lebih murah daripada menabung 3%/bulan.&quot;
&quot;Apa ada kebijakan yg menjamin para penabung utm betul-betul dapat  rumah? Penjelasan tentang ini yang ditunggu publik,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8zMC8xLzE4MTI1Mi81L3g4emJ4Nm0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) mendapat kritikan keras dari Mantan Menko Polhukam Mahfud MD. Menurutnya, hitungan sistematis pemotongan gaji karyawan swasta sebesar 3% tidak masuk akal.

BACA JUGA:
Pengakuan PNS Bekerja 37 Tahun Cairkan Tapera: Belum Bisa Beli Rumah, Tak Ada Hasilnya


&quot;Pemerintah perlu betul-betul mempertimbangkan suara publik tentang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Kalau tidak ada kebijakan jaminan betul-betul akan mendapat rumah dari Pemerintah bagi penabung, maka hitungan matematisnya memang tidak masuk akal,&quot; ujar Mahfud lewat akun media sosial X (Twitter) pribadinya, dikutip Jumat (31/5/2024).

BACA JUGA:
Pendapatan Pekerja Langsung Habis jika Gaji Rp5 Juta Dipotong Tapera 3%, Ini Hitung-hitungannya


Mahfud pun menjabarkan misalnya orang yang mendapat gaji Rp5 juta per bulan kalau menabung 30 tahun dengan potongan sekitar 3% per bulan hanya akan sekitar Rp100 juta. &quot;Untuk sekarang pun Rp100 juta takkan dapat rumah apalagi 30 tahun yang akan datang, ditambah bunganya sekali pun.&quot;
&quot;Untuk orang yang gajinya di atas Rp10 juta pun dalam 30 tahun akan terkumpul hanya sekitar Rp225 juta. Ini pun pada 30 tahun yang akan datang sulit dapat rumah. Sekarang pun sulit dapat rumah dengan uang Rp225 juta,&quot; jelasnya.Sementara, kata Mahfud, adapun pun orang yang gajinya Rp15 juta  misalnya lebih baik dibiarkan untuk mengambil kredit perumahan (KPR)  sendiri sejak sekarang ke bank-bank Pemerintah. &quot;Mungkin jatuhnya malah  lebih murah daripada menabung 3%/bulan.&quot;
&quot;Apa ada kebijakan yg menjamin para penabung utm betul-betul dapat  rumah? Penjelasan tentang ini yang ditunggu publik,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
