<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Resmikan Pengelolaan Air Limbah Rp902 Miliar</title><description>Jokowi) meresmikan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpadu (SPALDT) Bambu Kuning di Kota Pekanbaru.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/31/470/3015697/jokowi-resmikan-pengelolaan-air-limbah-rp902-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/05/31/470/3015697/jokowi-resmikan-pengelolaan-air-limbah-rp902-miliar"/><item><title>Jokowi Resmikan Pengelolaan Air Limbah Rp902 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/05/31/470/3015697/jokowi-resmikan-pengelolaan-air-limbah-rp902-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/05/31/470/3015697/jokowi-resmikan-pengelolaan-air-limbah-rp902-miliar</guid><pubDate>Jum'at 31 Mei 2024 17:58 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/31/470/3015697/jokowi-resmikan-pengelolaan-air-limbah-rp902-miliar-N2l1pnVmjy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi resmikan pengeloaan Air (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/31/470/3015697/jokowi-resmikan-pengelolaan-air-limbah-rp902-miliar-N2l1pnVmjy.jpg</image><title>Presiden Jokowi resmikan pengeloaan Air (Foto: Setkab)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8zMS80LzE4MTI4MS81L3g4emR2Zms=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpadu (SPALDT) Bambu Kuning di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Jumat (31/5/2024).
&quot;Sistem pengelolaan air limbah ini telah mulai dikerjakan di tahun 2020 dan menelan biaya yang tidak sedikit Rp902 miliar. Sebagian dibiayai oleh ADB dan juga dari APBN, serta juga dari APBD,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya.

BACA JUGA:
Menko Airlangga: Aturan Teknis Tapera Rampung di Masa Akhir Jabatan Jokowi

Presiden menekankan pentingnya sistem ini dalam menjaga lingkungan dan kualitas air untuk masa depan Kota Pekanbaru.
&quot;Hari ini masyarakat Kota Pekanbaru memiliki sistem pengelolaan air limbah terpusat untuk mengolah air limbah yang ada di Kota Pekanbaru, menjaga lingkungan air, menjaga kualitas air tanah, menjaga air baku yang kita miliki,&quot; kata Presiden.

BACA JUGA:
Jokowi Restui Perpanjangan Izin Tambang Freeport hingga Cadangan Habis

Sistem pengelolaan air limbah yang baru ini memiliki kapasitas 8.000 meter kubik per hari dengan potensi untuk terhubung ke 11 ribu sambungan rumah tangga. Ini merupakan langkah besar dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan air dan menjaga lingkungan.&quot;Ini sangat baik sehingga air baku, kualitas air yang ada di Pekanbaru bisa kita kelola di masa-masa yang akan datang,&quot; ungkapnya.
Presiden Jokowi juga mengapresiasi kerja sama antara lembaga pemerintah dan bantuan internasional dalam realisasi proyek infrastruktur yang penting ini. Proyek SPALDT ini dibiayai oleh pinjaman dari Asian Development Bank (ADB), Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
&quot;Kerja mestinya seperti ini, semuanya bergerak sehingga apa yang kita inginkan bisa selesai,&quot; tambahnya.
Dengan diresmikannya sistem ini, diharapkan akan terjadi peningkatan kualitas hidup masyarakat Pekanbaru dan menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.
&quot;Saya minta agar infrastruktur pengelolaan air limbah ini betul-betul dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas pelayanan air di Kota Pekanbaru dan lingkungan kita agar tetap bersih dan sehat,&quot; tutupnya mengakhiri sambutannya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8zMS80LzE4MTI4MS81L3g4emR2Zms=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpadu (SPALDT) Bambu Kuning di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Jumat (31/5/2024).
&quot;Sistem pengelolaan air limbah ini telah mulai dikerjakan di tahun 2020 dan menelan biaya yang tidak sedikit Rp902 miliar. Sebagian dibiayai oleh ADB dan juga dari APBN, serta juga dari APBD,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya.

BACA JUGA:
Menko Airlangga: Aturan Teknis Tapera Rampung di Masa Akhir Jabatan Jokowi

Presiden menekankan pentingnya sistem ini dalam menjaga lingkungan dan kualitas air untuk masa depan Kota Pekanbaru.
&quot;Hari ini masyarakat Kota Pekanbaru memiliki sistem pengelolaan air limbah terpusat untuk mengolah air limbah yang ada di Kota Pekanbaru, menjaga lingkungan air, menjaga kualitas air tanah, menjaga air baku yang kita miliki,&quot; kata Presiden.

BACA JUGA:
Jokowi Restui Perpanjangan Izin Tambang Freeport hingga Cadangan Habis

Sistem pengelolaan air limbah yang baru ini memiliki kapasitas 8.000 meter kubik per hari dengan potensi untuk terhubung ke 11 ribu sambungan rumah tangga. Ini merupakan langkah besar dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan air dan menjaga lingkungan.&quot;Ini sangat baik sehingga air baku, kualitas air yang ada di Pekanbaru bisa kita kelola di masa-masa yang akan datang,&quot; ungkapnya.
Presiden Jokowi juga mengapresiasi kerja sama antara lembaga pemerintah dan bantuan internasional dalam realisasi proyek infrastruktur yang penting ini. Proyek SPALDT ini dibiayai oleh pinjaman dari Asian Development Bank (ADB), Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
&quot;Kerja mestinya seperti ini, semuanya bergerak sehingga apa yang kita inginkan bisa selesai,&quot; tambahnya.
Dengan diresmikannya sistem ini, diharapkan akan terjadi peningkatan kualitas hidup masyarakat Pekanbaru dan menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.
&quot;Saya minta agar infrastruktur pengelolaan air limbah ini betul-betul dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas pelayanan air di Kota Pekanbaru dan lingkungan kita agar tetap bersih dan sehat,&quot; tutupnya mengakhiri sambutannya.</content:encoded></item></channel></rss>
