<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Ekonomi Hijau, Jokowi: Indonesia Bukan Ikut-ikutan tapi Punya Kekuatan Besar</title><description>Presiden Jokowi menegaskan bahwa Indonesia tidak ikut-ikutan dalam memajukan ekonomi hijau.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/01/320/3015962/soal-ekonomi-hijau-jokowi-indonesia-bukan-ikut-ikutan-tapi-punya-kekuatan-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/01/320/3015962/soal-ekonomi-hijau-jokowi-indonesia-bukan-ikut-ikutan-tapi-punya-kekuatan-besar"/><item><title>Soal Ekonomi Hijau, Jokowi: Indonesia Bukan Ikut-ikutan tapi Punya Kekuatan Besar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/01/320/3015962/soal-ekonomi-hijau-jokowi-indonesia-bukan-ikut-ikutan-tapi-punya-kekuatan-besar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/01/320/3015962/soal-ekonomi-hijau-jokowi-indonesia-bukan-ikut-ikutan-tapi-punya-kekuatan-besar</guid><pubDate>Sabtu 01 Juni 2024 11:29 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/01/320/3015962/soal-ekonomi-hijau-jokowi-indonesia-bukan-ikut-ikutan-tapi-punya-kekuatan-besar-9LYmQNUsMK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI punya potensi ekonomi hijau yang besar (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/01/320/3015962/soal-ekonomi-hijau-jokowi-indonesia-bukan-ikut-ikutan-tapi-punya-kekuatan-besar-9LYmQNUsMK.jpg</image><title>RI punya potensi ekonomi hijau yang besar (Foto: Setkab)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8wMS8xLzE4MTMxMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi menegaskan bahwa Indonesia tidak ikut-ikutan dalam memajukan ekonomi hijau. Menurutnya, Indonesia memiliki dan mempunyai kekuatan besar dalam ekonomi hijau untuk dikembangkan.
Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam amanatnya sebagai nspektur upacara pada upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2024 di Blok Rokan, Dumai, Riau pada hari ini Sabtu (1/6/2024).

BACA JUGA:
Kejar Green Deflation, Pasokan Biomassa untuk PLTU dari Ekonomi Hijau


&quot;Selain itu kita juga ikut terus berupaya dalam gerakan dunia menuju ekonomi Hijau. Pilihan ini tentu bukan karena kita ingin ikut-ikutan tetapi karena kita memiliki, kita mempunyai kekuatan besar karena kita punya daya saing tinggi dalam ekonomi hijau,&quot; kata Jokowi dalam amanatnya.
Jokowi mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki  hampir semua jenis energi hijau mulai dari energi panas bumi, energi surya, energi air dan energi ombak. Indonesia, kata Jokowi, juga mempunyai hasil kebun yang bisa diolah menjadi bio diesel, bio ethanol dan bio avtur.

BACA JUGA:
 Didukung Generasi Muda yang Peduli Lingkungan, Ganjar Bicara Soal Ekonomi Hijau dan Industri Kreatif


&quot;Kekuatan energi hijau ini akan mengundang industri hijau, akan mengundang pembiayaan ekonomi hijau menghasilkan green food pangan hijau dan membuka peluang-peluang bagi green jobs yang mensejahterakan sekaligus berkelanjutan,&quot; ungkapnya.
Maka dari itu, kata Jokowi, transisi energi harus dilakukan secara  bertahap. Menurutnya Indonesia harus mempercepat transisi energi menuju  energi hijau.
&quot;Pertamina dan PLN harus terus mengembangkan energi hijau yang  meningkatkan nilai tambah di dalam negeri yang mensejahterakan  masyarakat, mensejahterakan rakyat bahwa yang sejalan dengan nilai-nilai  Pancasila,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8wMS8xLzE4MTMxMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi menegaskan bahwa Indonesia tidak ikut-ikutan dalam memajukan ekonomi hijau. Menurutnya, Indonesia memiliki dan mempunyai kekuatan besar dalam ekonomi hijau untuk dikembangkan.
Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam amanatnya sebagai nspektur upacara pada upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2024 di Blok Rokan, Dumai, Riau pada hari ini Sabtu (1/6/2024).

BACA JUGA:
Kejar Green Deflation, Pasokan Biomassa untuk PLTU dari Ekonomi Hijau


&quot;Selain itu kita juga ikut terus berupaya dalam gerakan dunia menuju ekonomi Hijau. Pilihan ini tentu bukan karena kita ingin ikut-ikutan tetapi karena kita memiliki, kita mempunyai kekuatan besar karena kita punya daya saing tinggi dalam ekonomi hijau,&quot; kata Jokowi dalam amanatnya.
Jokowi mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki  hampir semua jenis energi hijau mulai dari energi panas bumi, energi surya, energi air dan energi ombak. Indonesia, kata Jokowi, juga mempunyai hasil kebun yang bisa diolah menjadi bio diesel, bio ethanol dan bio avtur.

BACA JUGA:
 Didukung Generasi Muda yang Peduli Lingkungan, Ganjar Bicara Soal Ekonomi Hijau dan Industri Kreatif


&quot;Kekuatan energi hijau ini akan mengundang industri hijau, akan mengundang pembiayaan ekonomi hijau menghasilkan green food pangan hijau dan membuka peluang-peluang bagi green jobs yang mensejahterakan sekaligus berkelanjutan,&quot; ungkapnya.
Maka dari itu, kata Jokowi, transisi energi harus dilakukan secara  bertahap. Menurutnya Indonesia harus mempercepat transisi energi menuju  energi hijau.
&quot;Pertamina dan PLN harus terus mengembangkan energi hijau yang  meningkatkan nilai tambah di dalam negeri yang mensejahterakan  masyarakat, mensejahterakan rakyat bahwa yang sejalan dengan nilai-nilai  Pancasila,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
