<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertamina Cabut Izin SPPBE LPG 3 Kg Nakal</title><description>Kualitas serta Kuantitas LPG 3 KG saat ini sedang dalam proses pengecekan ulang oleh pertamina.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/02/320/3016070/pertamina-cabut-izin-sppbe-lpg-3-kg-nakal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/02/320/3016070/pertamina-cabut-izin-sppbe-lpg-3-kg-nakal"/><item><title>Pertamina Cabut Izin SPPBE LPG 3 Kg Nakal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/02/320/3016070/pertamina-cabut-izin-sppbe-lpg-3-kg-nakal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/02/320/3016070/pertamina-cabut-izin-sppbe-lpg-3-kg-nakal</guid><pubDate>Minggu 02 Juni 2024 05:09 WIB</pubDate><dc:creator>Faradilla Indah Siti Aysha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/01/320/3016070/pertamina-cabut-izin-sppbe-lpg-3-kg-nakal-slvxBB2CEi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertamina cabut izin SPBE nakal (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/01/320/3016070/pertamina-cabut-izin-sppbe-lpg-3-kg-nakal-slvxBB2CEi.jpg</image><title>Pertamina cabut izin SPBE nakal (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yOS8xLzE4MTIwNy81L3g4ejk2c3U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;mdash; Kualitas serta Kuantitas LPG 3 KG saat ini sedang dalam proses pengecekan ulang oleh pertamina. Pengecekan dilakukan di dua lokasi  Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Kota Bekasi yaitu SPPBE Surya Alam Pratama dan SPPBE Pacific Sumber Segara menggunakan metode sampling masing-masing 50 tabung dari kedua SPPBE.
Sales Area Karawang Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB)  bekerjasama dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Metrologi Legal dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) melakukan uji petik pengecekan terhadap LPG 3 KG tersebut.

BACA JUGA:
Beli LPG 3 Kg Wajib Pakai KTP Mulai 1 Juni 2024, Transaksi Tercatat


Sales Area Manager Retail Karawang Achmad Rifqi menyampaikan, hasil pengecekan yang dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga, UPTD Metrologi dan Hiswana Migas LPG 3 KG disana kualitas serta kuantitasnya telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
&quot;Hasil pemeriksaan di dua lokasi SPPBE Kota Bekasi tersebut sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 31/M-DAG/PER/10/2021 tentang Barang Dalam Keadaan Terbungkus tanggal 13 Oktober 2011,&quot; jelas Rifqi, Jumat (31/5/2024).

BACA JUGA:
Tak Sesuai Takaran, Izin SPBE LPG 3 Kg Dicabut


Sementara itu, Area Manager Communication, Relations &amp;amp; CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan menyampaikan Pertamina Patra Niaga akan terus memantau dan mengecek pengisian tabung gas LPG di SPPBE agar LPG yang sampai ke tangan masyarakat sesuai dengan isi dan takaran yang tepat.
&quot;Masing-masing Sales Area melakukan pengawasan pengisian tabung gas  LPG di SPBE dan SPPBE secara berkala di wilayahnya untuk memastikan tera  meterologi dalam kondisi aktif,&quot; ujar Eko.
Pengecekan di masing-masing stasiun pengisian akan tetap berjalan  untuk mengantisipasi adanya residu atau sisa gas di dalam tabung LPG  yang akan mempengaruhi jumlah pengisian ke tabung. Hal tersebut  dilakukan guna mencegah adanya kesalahan takaran yang akan merugikan  konsumen serta masyarakat banyak.
&amp;ldquo;Pertamina Patra Niaga akan memberikan sanksi administrasi hingga  pencabutan izin operasi kepada SPBE dan SPPBE yang tidak memenuhi  ketentuan,&quot; tutup Eko.
Baca Selengkapnya: Tak Sesuai Takaran, Izin SPBE LPG 3 Kg Dicabut</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yOS8xLzE4MTIwNy81L3g4ejk2c3U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;mdash; Kualitas serta Kuantitas LPG 3 KG saat ini sedang dalam proses pengecekan ulang oleh pertamina. Pengecekan dilakukan di dua lokasi  Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Kota Bekasi yaitu SPPBE Surya Alam Pratama dan SPPBE Pacific Sumber Segara menggunakan metode sampling masing-masing 50 tabung dari kedua SPPBE.
Sales Area Karawang Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB)  bekerjasama dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Metrologi Legal dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) melakukan uji petik pengecekan terhadap LPG 3 KG tersebut.

BACA JUGA:
Beli LPG 3 Kg Wajib Pakai KTP Mulai 1 Juni 2024, Transaksi Tercatat


Sales Area Manager Retail Karawang Achmad Rifqi menyampaikan, hasil pengecekan yang dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga, UPTD Metrologi dan Hiswana Migas LPG 3 KG disana kualitas serta kuantitasnya telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
&quot;Hasil pemeriksaan di dua lokasi SPPBE Kota Bekasi tersebut sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 31/M-DAG/PER/10/2021 tentang Barang Dalam Keadaan Terbungkus tanggal 13 Oktober 2011,&quot; jelas Rifqi, Jumat (31/5/2024).

BACA JUGA:
Tak Sesuai Takaran, Izin SPBE LPG 3 Kg Dicabut


Sementara itu, Area Manager Communication, Relations &amp;amp; CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan menyampaikan Pertamina Patra Niaga akan terus memantau dan mengecek pengisian tabung gas LPG di SPPBE agar LPG yang sampai ke tangan masyarakat sesuai dengan isi dan takaran yang tepat.
&quot;Masing-masing Sales Area melakukan pengawasan pengisian tabung gas  LPG di SPBE dan SPPBE secara berkala di wilayahnya untuk memastikan tera  meterologi dalam kondisi aktif,&quot; ujar Eko.
Pengecekan di masing-masing stasiun pengisian akan tetap berjalan  untuk mengantisipasi adanya residu atau sisa gas di dalam tabung LPG  yang akan mempengaruhi jumlah pengisian ke tabung. Hal tersebut  dilakukan guna mencegah adanya kesalahan takaran yang akan merugikan  konsumen serta masyarakat banyak.
&amp;ldquo;Pertamina Patra Niaga akan memberikan sanksi administrasi hingga  pencabutan izin operasi kepada SPBE dan SPPBE yang tidak memenuhi  ketentuan,&quot; tutup Eko.
Baca Selengkapnya: Tak Sesuai Takaran, Izin SPBE LPG 3 Kg Dicabut</content:encoded></item></channel></rss>
