<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pernyataan MNC Energy Investment soal Masuknya Saham IATA ke Papan Pemantauan Khusus BEI</title><description>IATA atau Perseroan menyadari penurunan harga saham yang disebabkan oleh implementasi Full Call Auction.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/03/278/3016553/pernyataan-mnc-energy-investment-soal-masuknya-saham-iata-ke-papan-pemantauan-khusus-bei</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/03/278/3016553/pernyataan-mnc-energy-investment-soal-masuknya-saham-iata-ke-papan-pemantauan-khusus-bei"/><item><title>Pernyataan MNC Energy Investment soal Masuknya Saham IATA ke Papan Pemantauan Khusus BEI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/03/278/3016553/pernyataan-mnc-energy-investment-soal-masuknya-saham-iata-ke-papan-pemantauan-khusus-bei</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/03/278/3016553/pernyataan-mnc-energy-investment-soal-masuknya-saham-iata-ke-papan-pemantauan-khusus-bei</guid><pubDate>Senin 03 Juni 2024 08:13 WIB</pubDate><dc:creator>Saskia Adelina Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/03/278/3016553/pernyataan-mnc-energy-investment-soal-masuknya-saham-iata-ke-papan-pemantauan-khusus-bei-3B7a1BhuQF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BEI Pantau saham MNC Investama (Foto: MNC Media)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/03/278/3016553/pernyataan-mnc-energy-investment-soal-masuknya-saham-iata-ke-papan-pemantauan-khusus-bei-3B7a1BhuQF.jpg</image><title>BEI Pantau saham MNC Investama (Foto: MNC Media)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8wMS8xLzE4MTMxMi81L3g4emc0cGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) atau Perseroan menyadari penurunan harga saham yang disebabkan oleh implementasi Full Call Auction. Perseroan  memahami fluktuasi tersebut dapat menimbulkan kekhawatiran bagi para investor.
Untuk itu, perseroan  mengambil kesempatan ini untuk memberikan klarifikasi dan menegaskan kembali komitmen terhadap peningkatan nilai jangka panjang Perseroan.

BACA JUGA:
Deretan Saham Paling Anjlok Pekan Ini

Pada tanggal 25 Maret 2024, Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan sistem Full Call Auction untuk saham-saham yang berada pada Papan Pemantauan Khusus. Salah satu kriteria yang memicu masuknya saham emiten ke papan ini adalah rata-rata harga saham kurang dari Rp51,00 dalam enam bulan terakhir di Pasar Reguler.
Namun, masuknya Perseroan ke dalam Papan Pemantauan Khusus ini tidak mencerminkan fundamental perseroan. Perseroan mengelola 8 IUP di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dan secara agresif meningkatkan produksinya untuk memenuhi permintaan batu bara yang tinggi.

BACA JUGA:
10 Saham Paling Cuan Pekan Ini

Menurut laporan dari Komite Cadangan Mineral Indonesia (KCMI), IATA saat ini memiliki cadangan batu bara sebesar 386,6 juta MT. Total tersebut diperoleh dari hanya sekitar 20% luas area penambangan Perseroan sebesar 72.478 Ha.Cadangan batu bara akan terus bertambah seiring dengan proses eksplorasi menunjukkan tambahan cadangan terbukti, setidaknya sebanyak 600 juta MT untuk semua IUP.
Pada tahun 2023, kami memproduksi lebih dari 4 juta MT dari 3 IUP produksinya. Selain itu, kami akan memulai produksi dari IUP milik PT Arthaco Prima Energy (APE) pada tahun 2024, yang akan memberi kontribusi signifikan bagi pertumbuhan bisnis IATA.
Selain fokus pada peningkatan produksi batu bara, kami terus mengembangkan kontrak penjualan, mencari peluang untuk mengakuisisi tambang baru, mempertimbangkan prospek di bidang energi terbarukan, dan memastikan efisiensi dalam setiap aktivitas bisnis untuk menghasilkan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan.
Kuatnya fundamental yang dipaparkan di atas membangun kepercayaan diri investor. Perseroan yakin hal ini akan segera terselesaikan. Perseroan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mengembalikan IATA ke Papan Utama.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8wMS8xLzE4MTMxMi81L3g4emc0cGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) atau Perseroan menyadari penurunan harga saham yang disebabkan oleh implementasi Full Call Auction. Perseroan  memahami fluktuasi tersebut dapat menimbulkan kekhawatiran bagi para investor.
Untuk itu, perseroan  mengambil kesempatan ini untuk memberikan klarifikasi dan menegaskan kembali komitmen terhadap peningkatan nilai jangka panjang Perseroan.

BACA JUGA:
Deretan Saham Paling Anjlok Pekan Ini

Pada tanggal 25 Maret 2024, Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan sistem Full Call Auction untuk saham-saham yang berada pada Papan Pemantauan Khusus. Salah satu kriteria yang memicu masuknya saham emiten ke papan ini adalah rata-rata harga saham kurang dari Rp51,00 dalam enam bulan terakhir di Pasar Reguler.
Namun, masuknya Perseroan ke dalam Papan Pemantauan Khusus ini tidak mencerminkan fundamental perseroan. Perseroan mengelola 8 IUP di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dan secara agresif meningkatkan produksinya untuk memenuhi permintaan batu bara yang tinggi.

BACA JUGA:
10 Saham Paling Cuan Pekan Ini

Menurut laporan dari Komite Cadangan Mineral Indonesia (KCMI), IATA saat ini memiliki cadangan batu bara sebesar 386,6 juta MT. Total tersebut diperoleh dari hanya sekitar 20% luas area penambangan Perseroan sebesar 72.478 Ha.Cadangan batu bara akan terus bertambah seiring dengan proses eksplorasi menunjukkan tambahan cadangan terbukti, setidaknya sebanyak 600 juta MT untuk semua IUP.
Pada tahun 2023, kami memproduksi lebih dari 4 juta MT dari 3 IUP produksinya. Selain itu, kami akan memulai produksi dari IUP milik PT Arthaco Prima Energy (APE) pada tahun 2024, yang akan memberi kontribusi signifikan bagi pertumbuhan bisnis IATA.
Selain fokus pada peningkatan produksi batu bara, kami terus mengembangkan kontrak penjualan, mencari peluang untuk mengakuisisi tambang baru, mempertimbangkan prospek di bidang energi terbarukan, dan memastikan efisiensi dalam setiap aktivitas bisnis untuk menghasilkan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan.
Kuatnya fundamental yang dipaparkan di atas membangun kepercayaan diri investor. Perseroan yakin hal ini akan segera terselesaikan. Perseroan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mengembalikan IATA ke Papan Utama.</content:encoded></item></channel></rss>
