<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPS: Mei 2024 Terjadi Deflasi 0,03%</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi 0,03% pada Mei 2024</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/03/320/3016632/bps-mei-2024-terjadi-deflasi-0-03</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/03/320/3016632/bps-mei-2024-terjadi-deflasi-0-03"/><item><title>BPS: Mei 2024 Terjadi Deflasi 0,03%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/03/320/3016632/bps-mei-2024-terjadi-deflasi-0-03</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/03/320/3016632/bps-mei-2024-terjadi-deflasi-0-03</guid><pubDate>Senin 03 Juni 2024 11:34 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/03/320/3016632/bps-mei-2024-terjadi-deflasi-0-03-FUJPZxI59F.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BPS: Mei 2024 Terjadi Deflasi 0,03% (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/03/320/3016632/bps-mei-2024-terjadi-deflasi-0-03-FUJPZxI59F.jpg</image><title>BPS: Mei 2024 Terjadi Deflasi 0,03% (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi 0,03% pada Mei 2024 atau terjadi penurunan indeks harga konsumen dari 106,40 pada April 2024 menjadi 106,37 pada Mei 2024.

BACA JUGA:Setelah 8 Bulan Jadi Biang Kerok Inflasi, Akhirnya Harga Beras Alami Deflasi&amp;nbsp;



Plt Kepala BPS Amalia A Widyasanti mengatakan, secara year on year terjadi inflasi sebesar 2,84% dan secara tahun kalender terjadi inflasi 1,16%.

&quot;Deflasi bulan Mei 2024 ini merupakan deflasi pertama setelah deflasi terakhir kali terjadi di Agustus 2023,&quot; ujarnya saat konferensi pers, Jakarta, Senin (3/6/2024).

BACA JUGA:Cek Stok dan Harga Pangan di Pasar Karawang, Jokowi: Inflasi Akan Turun&amp;nbsp;


Amalia menuturkan, kelompok pengeluaran penyumbang deflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman dan tembakau dengan deflasi sebesar 0,29% dan memberikan andil deflasi sebesar 0,08%.

Adapun komoditas penyumbang utama deflasi adalah beras, dengan andil deflasi sebesar 0,15%, daging ayam ras dan ikan segar dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,03% serta tomat dan cabai rawit dengan andil deflasi masing-masing 0,02%.

Amalia menjelaskan, komoditas lainnya yang juga memberikan andil deflasi adalah tarif angkutan antar kota dengan andil deflasi 0,03%, tarif angkutan udara dengan andil deflasi 0,02% serta tarif kereta api dengan andil deflasi 0,01%.



&quot;Selain itu terdapat juga komoditas yang memberikan andil inflasi antara lain emas perhiasan, bawang merah dan cabai merah dengan andil inflasi masing-masing 0,05%,&quot; katanya.



Sebaran inflasi bulanan berdasarkan wilayah, di mana 24 dari 28 provinsi mengalami inflasi, sedangkan 14 lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi sebesar 2,00% terjadi di Papua Selatan sementara deflasi terdalam terjadi di Banten sebesar 0,52%.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi 0,03% pada Mei 2024 atau terjadi penurunan indeks harga konsumen dari 106,40 pada April 2024 menjadi 106,37 pada Mei 2024.

BACA JUGA:Setelah 8 Bulan Jadi Biang Kerok Inflasi, Akhirnya Harga Beras Alami Deflasi&amp;nbsp;



Plt Kepala BPS Amalia A Widyasanti mengatakan, secara year on year terjadi inflasi sebesar 2,84% dan secara tahun kalender terjadi inflasi 1,16%.

&quot;Deflasi bulan Mei 2024 ini merupakan deflasi pertama setelah deflasi terakhir kali terjadi di Agustus 2023,&quot; ujarnya saat konferensi pers, Jakarta, Senin (3/6/2024).

BACA JUGA:Cek Stok dan Harga Pangan di Pasar Karawang, Jokowi: Inflasi Akan Turun&amp;nbsp;


Amalia menuturkan, kelompok pengeluaran penyumbang deflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman dan tembakau dengan deflasi sebesar 0,29% dan memberikan andil deflasi sebesar 0,08%.

Adapun komoditas penyumbang utama deflasi adalah beras, dengan andil deflasi sebesar 0,15%, daging ayam ras dan ikan segar dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,03% serta tomat dan cabai rawit dengan andil deflasi masing-masing 0,02%.

Amalia menjelaskan, komoditas lainnya yang juga memberikan andil deflasi adalah tarif angkutan antar kota dengan andil deflasi 0,03%, tarif angkutan udara dengan andil deflasi 0,02% serta tarif kereta api dengan andil deflasi 0,01%.



&quot;Selain itu terdapat juga komoditas yang memberikan andil inflasi antara lain emas perhiasan, bawang merah dan cabai merah dengan andil inflasi masing-masing 0,05%,&quot; katanya.



Sebaran inflasi bulanan berdasarkan wilayah, di mana 24 dari 28 provinsi mengalami inflasi, sedangkan 14 lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi sebesar 2,00% terjadi di Papua Selatan sementara deflasi terdalam terjadi di Banten sebesar 0,52%.</content:encoded></item></channel></rss>
