<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Alami Deflasi Pertama sejak Agustus 2023, Ini Pemicunya</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi 0,03% pada Mei 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/03/320/3016644/ri-alami-deflasi-pertama-sejak-agustus-2023-ini-pemicunya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/03/320/3016644/ri-alami-deflasi-pertama-sejak-agustus-2023-ini-pemicunya"/><item><title>RI Alami Deflasi Pertama sejak Agustus 2023, Ini Pemicunya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/03/320/3016644/ri-alami-deflasi-pertama-sejak-agustus-2023-ini-pemicunya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/03/320/3016644/ri-alami-deflasi-pertama-sejak-agustus-2023-ini-pemicunya</guid><pubDate>Senin 03 Juni 2024 11:51 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/03/320/3016644/ri-alami-deflasi-pertama-sejak-agustus-2023-ini-pemicunya-YJFok3v1Ro.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI Alami Deflasi di Mei 2024, Ini Pemicunya (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/03/320/3016644/ri-alami-deflasi-pertama-sejak-agustus-2023-ini-pemicunya-YJFok3v1Ro.jpg</image><title>RI Alami Deflasi di Mei 2024, Ini Pemicunya (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi 0,03% pada Mei 2024. Deflasi ini pertama sejak terakhir kali terjadi pada Agustus 2023.

&quot;Deflasi bulan Mei 2024 ini merupakan deflasi pertama setelah deflasi terakhir kali terjadi di Agustus 2023,&quot; kata Plt Kepala BPS Amalia A Widyasanti saat konferensi pers, Jakarta, Senin (3/6/2024).

BACA JUGA:BPS: Mei 2024 Terjadi Deflasi 0,03%&amp;nbsp;


Amalia menjelaskan, deflasi pada Mei 2024 didorong oleh deflasi komponen harga diatur pemerintah dan komponen harga bergejolak.

Komponen harga diatur pemerintah mengalami deflasi sebesar 0,13% dengan andil deflasi sebesar 0,02%. Adapun komoditas yang dominan berikan andil yaitu tarif angkutan antar kota, tarif angkutan udara dan tarif kereta api.

BACA JUGA:Setelah 8 Bulan Jadi Biang Kerok Inflasi, Akhirnya Harga Beras Alami Deflasi&amp;nbsp;



Kemudian, komponen harga bergejolak mengalami deflasi sebesar 0,69% dan memberikan andil sebesar 0,12%. Komoditas yang memberikan andil deflasi secara dominan adalah beras, daging ayam ras tomat dan cabai rawit.

&quot;Komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,17% komponen ini memberikan andil inflasi 0,11%. Adapun komoditas yang dominan berikan andil inflasi adalah emas perhiasan, gula pasir, kue kering berminyak dan biaya sewa rumah,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi 0,03% pada Mei 2024. Deflasi ini pertama sejak terakhir kali terjadi pada Agustus 2023.

&quot;Deflasi bulan Mei 2024 ini merupakan deflasi pertama setelah deflasi terakhir kali terjadi di Agustus 2023,&quot; kata Plt Kepala BPS Amalia A Widyasanti saat konferensi pers, Jakarta, Senin (3/6/2024).

BACA JUGA:BPS: Mei 2024 Terjadi Deflasi 0,03%&amp;nbsp;


Amalia menjelaskan, deflasi pada Mei 2024 didorong oleh deflasi komponen harga diatur pemerintah dan komponen harga bergejolak.

Komponen harga diatur pemerintah mengalami deflasi sebesar 0,13% dengan andil deflasi sebesar 0,02%. Adapun komoditas yang dominan berikan andil yaitu tarif angkutan antar kota, tarif angkutan udara dan tarif kereta api.

BACA JUGA:Setelah 8 Bulan Jadi Biang Kerok Inflasi, Akhirnya Harga Beras Alami Deflasi&amp;nbsp;



Kemudian, komponen harga bergejolak mengalami deflasi sebesar 0,69% dan memberikan andil sebesar 0,12%. Komoditas yang memberikan andil deflasi secara dominan adalah beras, daging ayam ras tomat dan cabai rawit.

&quot;Komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,17% komponen ini memberikan andil inflasi 0,11%. Adapun komoditas yang dominan berikan andil inflasi adalah emas perhiasan, gula pasir, kue kering berminyak dan biaya sewa rumah,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
