<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Produksi Timah Anjlok 26%, Efek Korupsi?</title><description>PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan produksi bijih timah menurun hingga 26% menjadi 14.855 ton sepanjang 2023</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/03/320/3016873/produksi-timah-anjlok-26-efek-korupsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/03/320/3016873/produksi-timah-anjlok-26-efek-korupsi"/><item><title>Produksi Timah Anjlok 26%, Efek Korupsi?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/03/320/3016873/produksi-timah-anjlok-26-efek-korupsi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/03/320/3016873/produksi-timah-anjlok-26-efek-korupsi</guid><pubDate>Senin 03 Juni 2024 19:24 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/03/320/3016873/produksi-timah-anjlok-26-efek-korupsi-Y6oiWQ3md8.png" expression="full" type="image/jpeg">Produksi Timah Anjlok. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/03/320/3016873/produksi-timah-anjlok-26-efek-korupsi-Y6oiWQ3md8.png</image><title>Produksi Timah Anjlok. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan produksi bijih timah menurun hingga 26% menjadi 14.855 ton sepanjang 2023. Padahal, volume produksi pada tahun sebelumnya mencapai 20.079 ton.
Begitu juga produksi logam timah turun 23% menjadi 15.340 MT pada tahun lalu. Pada 2022, perusahaan meraih volume produksi logam timah sebesar 19.825 MT
Direktur Utama Timah Ahmad Dani Virsal mengatakan, penurunan kinerja produksi berdampak pada penjualan logam timah. Pada 2023 volume penjualan logam menyentuh 14.385 MT, turun 31 persen dibandingkan 2022, yaitu 20.805 MT.

BACA JUGA:
Kerugian Negara Rp300 Triliun Lebih, DPR Minta Kejagung Tersangkakan Semua Pihak Terlibat Korupsi Timah 


&amp;ldquo;Secara tahunan, harga rata-rata logam timah settlement di London Metal Exchange (LME) pada 2023 turun 16,8% yoy menjadi 25.999 per ton, sedangkan harga per tiga bulan turun 16,2% yoy menjadi 25.936 per ton,&amp;rdquo; ujar Ahmad Dani saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Senin (3/6/2024).
Sejalan dengan penurunan harga logam timah di LME, perolehan harga jual rata-rata logam timah perusahaan di tahun lalu juga tercatat 26.585 per ton. Harga ini turun 16% dibandingkan 2022 yang sempat mencapai harga tertinggi, yakni USD31.474 per ton.

BACA JUGA:
Eks Dirjen Minerba Bambang Gatot Ariyanto Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Korupsi Timah


Menurutnya, perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia periode semester I-2023 membuat permintaan timah dunia untuk keperluan logam industri terus mengalami penurunan. Dan di sisi lain, banyaknya pasokan timah ke gudang LME membuat harga logam timah dunia berada di bawah tekanan.Kondisi kinerja produksi tersebut ikut berdampak pada keuangan TINS. Dani menyebut, PT Timah membukukan pendapatan sebesar Rp8,4 triliun.
&amp;ldquo;PT Timah membukukan pendapatan sebesar 8,4 triliun, adanya penurunan volume penjualan sebesar 6.420 MT dan penurunan harga jual rata-rata logam timah sebesar 4.891 per MT di tahun 2022 berdampak pada penurunan pendapatan perusahaan sebesar Rp4,1 triliun atau sebesar 33 persen,&amp;rdquo; ucap dia.
&amp;ldquo;Ketidakpercayaan atas volume produksi dan penjualan sesuai target yang ditetapkan, diikuti pula oleh penurunan harga serta struktur biaya yang bersifat peak dan semi variable telah menyebabkan perusahaan rugi tahun berjalan sebesar Rp449,7 miliar atau turun sebesar 143% dibandingkan tahun sebelumnya,&amp;rdquo; lanjut Dani.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan produksi bijih timah menurun hingga 26% menjadi 14.855 ton sepanjang 2023. Padahal, volume produksi pada tahun sebelumnya mencapai 20.079 ton.
Begitu juga produksi logam timah turun 23% menjadi 15.340 MT pada tahun lalu. Pada 2022, perusahaan meraih volume produksi logam timah sebesar 19.825 MT
Direktur Utama Timah Ahmad Dani Virsal mengatakan, penurunan kinerja produksi berdampak pada penjualan logam timah. Pada 2023 volume penjualan logam menyentuh 14.385 MT, turun 31 persen dibandingkan 2022, yaitu 20.805 MT.

BACA JUGA:
Kerugian Negara Rp300 Triliun Lebih, DPR Minta Kejagung Tersangkakan Semua Pihak Terlibat Korupsi Timah 


&amp;ldquo;Secara tahunan, harga rata-rata logam timah settlement di London Metal Exchange (LME) pada 2023 turun 16,8% yoy menjadi 25.999 per ton, sedangkan harga per tiga bulan turun 16,2% yoy menjadi 25.936 per ton,&amp;rdquo; ujar Ahmad Dani saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Senin (3/6/2024).
Sejalan dengan penurunan harga logam timah di LME, perolehan harga jual rata-rata logam timah perusahaan di tahun lalu juga tercatat 26.585 per ton. Harga ini turun 16% dibandingkan 2022 yang sempat mencapai harga tertinggi, yakni USD31.474 per ton.

BACA JUGA:
Eks Dirjen Minerba Bambang Gatot Ariyanto Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Korupsi Timah


Menurutnya, perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia periode semester I-2023 membuat permintaan timah dunia untuk keperluan logam industri terus mengalami penurunan. Dan di sisi lain, banyaknya pasokan timah ke gudang LME membuat harga logam timah dunia berada di bawah tekanan.Kondisi kinerja produksi tersebut ikut berdampak pada keuangan TINS. Dani menyebut, PT Timah membukukan pendapatan sebesar Rp8,4 triliun.
&amp;ldquo;PT Timah membukukan pendapatan sebesar 8,4 triliun, adanya penurunan volume penjualan sebesar 6.420 MT dan penurunan harga jual rata-rata logam timah sebesar 4.891 per MT di tahun 2022 berdampak pada penurunan pendapatan perusahaan sebesar Rp4,1 triliun atau sebesar 33 persen,&amp;rdquo; ucap dia.
&amp;ldquo;Ketidakpercayaan atas volume produksi dan penjualan sesuai target yang ditetapkan, diikuti pula oleh penurunan harga serta struktur biaya yang bersifat peak dan semi variable telah menyebabkan perusahaan rugi tahun berjalan sebesar Rp449,7 miliar atau turun sebesar 143% dibandingkan tahun sebelumnya,&amp;rdquo; lanjut Dani.</content:encoded></item></channel></rss>
