<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Sultra Terkendali di Bawah Rerata Nasional</title><description>Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menjaga stabilitas angka inflasinya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/04/320/3017025/inflasi-sultra-terkendali-di-bawah-rerata-nasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/04/320/3017025/inflasi-sultra-terkendali-di-bawah-rerata-nasional"/><item><title>Inflasi Sultra Terkendali di Bawah Rerata Nasional</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/04/320/3017025/inflasi-sultra-terkendali-di-bawah-rerata-nasional</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/04/320/3017025/inflasi-sultra-terkendali-di-bawah-rerata-nasional</guid><pubDate>Selasa 04 Juni 2024 08:37 WIB</pubDate><dc:creator>Jihaan Haniifah Yarra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/04/320/3017025/inflasi-sultra-terkendali-di-bawah-rerata-nasional-x7S6Mpy8Nu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi Sultra terkendali di bawah rata-rata nasional (Foto: BPS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/04/320/3017025/inflasi-sultra-terkendali-di-bawah-rerata-nasional-x7S6Mpy8Nu.jpg</image><title>Inflasi Sultra terkendali di bawah rata-rata nasional (Foto: BPS)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wOC8xLzE4MDQ2My81L3g4eTZ6dmk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menjaga stabilitas angka inflasi sampai dengan penghitungan awal bulan Juni 2024.
Dari berita resmi BPS yang dirilis, angka inflasi Sultra year on year berada pada angka 2,57% atau tercatat dibawah nasional dengan nilai inflasi yakni sebesar 2,84%. Jika diurutkan dari tingkat inflasi terendah, Provinsi Sultra berada pada peringkat ke-10 dari 38 Provinsi di seluruh Indonesia.

BACA JUGA:
Wall Street Pekan Depan Diprediksi Melemah Jelang Data Inflasi


Pj Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto mengungkapkan data komoditas penyumbang inflasi year on year di Sultra yakni beras sebesar 0,53%, sigaret kretek mesin sebesar 0,47%, emas perhiasan sebesar 0,19%.
&quot;Terdapat 3 (tiga) komoditas penyumbang inflasi di Sultra yakni beras, sigaret kretek mesin, dan emas perhiasan. Sedangkan untuk peredam laju inflasi yakni ikan kembung, ikan layang, dan ikan bandeng/bolu,&quot; ungkapnya, Selasa (4/6/2024).

BACA JUGA:
Penurunan Inflasi AS Bikin Harga Bitcoin Meroket Lagi


Andap juga mengatakan bahwa inflasi year on year di Provinsi Sultra maupun 4 (empat) Kabupaten/Kota yang dihitung inflasinya masih dalam rentang terkendali yakni antara 1,5% hingga 3,5%.
Selanjutnya, untuk angka inflasi bulanan (MoM) Sultra juga mengalami inflasi sebesar 0,10%, dengan komoditas utama penyebab inflasi yakni kangkung dan bayam sebesar 0,11%, serta terong dengan andil inflasi sebesar 0,08%.
&quot;Berdasarkan historis, dinamika perkembangan harga pasca Hari Raya Idul Fitri selama 4 (empat) tahun terakhir, Sultra selalu mengalami inflasi. Tetapi angka inflasi kita, Alhamdulillah relatif stabil dan terkendali,&quot; ujar Pj Gubernur.
&quot;Meskipun beberapa komoditas sebabkan inflasi seperti kangkung,  bayam, dan terong, tetapi terdapat 3 (tiga) komoditas yang mampu meredam  laju inflasi month to month yakni beras, angkutan udara dan telur ayam  ras,&quot; tambahnya.
Terakhir, Pj Gubernur selaku Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah  (TPID) menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kinerja TPID dan  stakeholder terkait, serta berpesan untuk terus melalukan upaya  pengendalian inflasi melalui strategi 4K, keterjangkauan harga,  ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wOC8xLzE4MDQ2My81L3g4eTZ6dmk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menjaga stabilitas angka inflasi sampai dengan penghitungan awal bulan Juni 2024.
Dari berita resmi BPS yang dirilis, angka inflasi Sultra year on year berada pada angka 2,57% atau tercatat dibawah nasional dengan nilai inflasi yakni sebesar 2,84%. Jika diurutkan dari tingkat inflasi terendah, Provinsi Sultra berada pada peringkat ke-10 dari 38 Provinsi di seluruh Indonesia.

BACA JUGA:
Wall Street Pekan Depan Diprediksi Melemah Jelang Data Inflasi


Pj Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto mengungkapkan data komoditas penyumbang inflasi year on year di Sultra yakni beras sebesar 0,53%, sigaret kretek mesin sebesar 0,47%, emas perhiasan sebesar 0,19%.
&quot;Terdapat 3 (tiga) komoditas penyumbang inflasi di Sultra yakni beras, sigaret kretek mesin, dan emas perhiasan. Sedangkan untuk peredam laju inflasi yakni ikan kembung, ikan layang, dan ikan bandeng/bolu,&quot; ungkapnya, Selasa (4/6/2024).

BACA JUGA:
Penurunan Inflasi AS Bikin Harga Bitcoin Meroket Lagi


Andap juga mengatakan bahwa inflasi year on year di Provinsi Sultra maupun 4 (empat) Kabupaten/Kota yang dihitung inflasinya masih dalam rentang terkendali yakni antara 1,5% hingga 3,5%.
Selanjutnya, untuk angka inflasi bulanan (MoM) Sultra juga mengalami inflasi sebesar 0,10%, dengan komoditas utama penyebab inflasi yakni kangkung dan bayam sebesar 0,11%, serta terong dengan andil inflasi sebesar 0,08%.
&quot;Berdasarkan historis, dinamika perkembangan harga pasca Hari Raya Idul Fitri selama 4 (empat) tahun terakhir, Sultra selalu mengalami inflasi. Tetapi angka inflasi kita, Alhamdulillah relatif stabil dan terkendali,&quot; ujar Pj Gubernur.
&quot;Meskipun beberapa komoditas sebabkan inflasi seperti kangkung,  bayam, dan terong, tetapi terdapat 3 (tiga) komoditas yang mampu meredam  laju inflasi month to month yakni beras, angkutan udara dan telur ayam  ras,&quot; tambahnya.
Terakhir, Pj Gubernur selaku Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah  (TPID) menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kinerja TPID dan  stakeholder terkait, serta berpesan untuk terus melalukan upaya  pengendalian inflasi melalui strategi 4K, keterjangkauan harga,  ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi.</content:encoded></item></channel></rss>
