<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pekerja Swasta Jadi Peserta Tapera, Akses Pembiayaan Rumah Meningkat 40%</title><description>Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang melibatkan pekerja swasta, akses pembiayaan perumahan meningkat</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/05/470/3017783/pekerja-swasta-jadi-peserta-tapera-akses-pembiayaan-rumah-meningkat-40</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/05/470/3017783/pekerja-swasta-jadi-peserta-tapera-akses-pembiayaan-rumah-meningkat-40"/><item><title>Pekerja Swasta Jadi Peserta Tapera, Akses Pembiayaan Rumah Meningkat 40%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/05/470/3017783/pekerja-swasta-jadi-peserta-tapera-akses-pembiayaan-rumah-meningkat-40</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/05/470/3017783/pekerja-swasta-jadi-peserta-tapera-akses-pembiayaan-rumah-meningkat-40</guid><pubDate>Rabu 05 Juni 2024 18:26 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/05/470/3017783/pekerja-swasta-jadi-peserta-tapera-akses-pembiayaan-rumah-meningkat-40-FFwwzzQ6OC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tujuan Pekerja Swasta Ikut Iuran Tapera. (Foto: Okezone.com/PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/05/470/3017783/pekerja-swasta-jadi-peserta-tapera-akses-pembiayaan-rumah-meningkat-40-FFwwzzQ6OC.jpg</image><title>Tujuan Pekerja Swasta Ikut Iuran Tapera. (Foto: Okezone.com/PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyampaikan lewat program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang melibatkan pekerja swasta, akses pembiayaan perumahan meningkat hingga 40%.
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur PUPR Herry Trisaputra Zuna menjelaskan, saat ini pemerintah sudah mempunyai program Subsidi Selisih Bunga (SBUM) yang dianggarkan setiap tahunnya dalam program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk mempermudah masyarakat untuk memiliki hunian.

BACA JUGA:
Gaji Pekerja Dipotong untuk Iuran Tapera Bisa Ditunda, Belum Tentu Dilaksanakan 2027


Namun keterbatasan fiskal pemerintah membuat program tersebut tentu tidak mampu berkontribusi banyak untuk mengatasi backlog perumahan. Sebab, lewat program tersebut hanya dianggarkan untuk sekitar 200 ribu rumah yang mendapatkan subsidi selisih bunga, sedangkan pertumbuhan keluarga baru setiap tahunnya mencapai 700 ribu keluarga yang membutuhkan rumah setiap tahunnya.

&quot;Dana FLPP tadi akan terus dilanjutkan, dan saat ini kami bersama Kemenkeu sedang mengkaji agar dengan dana yang sama kita bisa perluas manfaatnya,&quot; ujar Herry dalam konferensi Pers di kantor BP Tapera, Rabu (5/6/2024).

BACA JUGA:
Adu Perbandingan Iuran Wajib Tapera Indonesia dan CPF Singapura yang Sama-sama Dibebankan ke Pekerja


Lebih lanjut, Herry menjelaskan dengan adanya kepesertaan Tapera yang menjangkau pekerja swasta akan menjadi dana tambahan untuk melakukan subsidi silang dalam mendukung program subsidi selisih bunga tersebut. Sehingga, dengan anggaran SBUM yang sama setiap tahunnya, dengan kepesertaan Tapera di sektor swasta ini akan lebih luas menjangkau masyarakat.
Menurutnya, lewat program BP Tapera ini diperkirakan penerima manfaat program subsidi selisih bunga ini akan meningkat sekitar 40%.
&quot;Kita coba perluas skemanya, sedikit di modifikasi, dengan konsep subsidi selisih bunga, di mana selisihnya tadi diperoleh dari pemupukan, jadi semacam dana abadi juga,&quot; kata Herry.
&quot;Sehingga prosesnya simpel, tapi jumlah yang disalurkan bisa lebih meningkat, dengan uang yang sama bisa menambah sekitar 40% (penerima manfaat SBUM),&quot; pungkasnya.


</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyampaikan lewat program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang melibatkan pekerja swasta, akses pembiayaan perumahan meningkat hingga 40%.
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur PUPR Herry Trisaputra Zuna menjelaskan, saat ini pemerintah sudah mempunyai program Subsidi Selisih Bunga (SBUM) yang dianggarkan setiap tahunnya dalam program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk mempermudah masyarakat untuk memiliki hunian.

BACA JUGA:
Gaji Pekerja Dipotong untuk Iuran Tapera Bisa Ditunda, Belum Tentu Dilaksanakan 2027


Namun keterbatasan fiskal pemerintah membuat program tersebut tentu tidak mampu berkontribusi banyak untuk mengatasi backlog perumahan. Sebab, lewat program tersebut hanya dianggarkan untuk sekitar 200 ribu rumah yang mendapatkan subsidi selisih bunga, sedangkan pertumbuhan keluarga baru setiap tahunnya mencapai 700 ribu keluarga yang membutuhkan rumah setiap tahunnya.

&quot;Dana FLPP tadi akan terus dilanjutkan, dan saat ini kami bersama Kemenkeu sedang mengkaji agar dengan dana yang sama kita bisa perluas manfaatnya,&quot; ujar Herry dalam konferensi Pers di kantor BP Tapera, Rabu (5/6/2024).

BACA JUGA:
Adu Perbandingan Iuran Wajib Tapera Indonesia dan CPF Singapura yang Sama-sama Dibebankan ke Pekerja


Lebih lanjut, Herry menjelaskan dengan adanya kepesertaan Tapera yang menjangkau pekerja swasta akan menjadi dana tambahan untuk melakukan subsidi silang dalam mendukung program subsidi selisih bunga tersebut. Sehingga, dengan anggaran SBUM yang sama setiap tahunnya, dengan kepesertaan Tapera di sektor swasta ini akan lebih luas menjangkau masyarakat.
Menurutnya, lewat program BP Tapera ini diperkirakan penerima manfaat program subsidi selisih bunga ini akan meningkat sekitar 40%.
&quot;Kita coba perluas skemanya, sedikit di modifikasi, dengan konsep subsidi selisih bunga, di mana selisihnya tadi diperoleh dari pemupukan, jadi semacam dana abadi juga,&quot; kata Herry.
&quot;Sehingga prosesnya simpel, tapi jumlah yang disalurkan bisa lebih meningkat, dengan uang yang sama bisa menambah sekitar 40% (penerima manfaat SBUM),&quot; pungkasnya.


</content:encoded></item></channel></rss>
