<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut Akui Sempat Kesal dengan Kinerja Kepala dan Wakil Otorita IKN</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan dirinya pernah kesal dengan Kepala  Otorita IKN Bambang Susantono dan Wakilnya Dhony  Rahajoe.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/06/320/3017703/luhut-akui-sempat-kesal-dengan-kinerja-kepala-dan-wakil-otorita-ikn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/06/320/3017703/luhut-akui-sempat-kesal-dengan-kinerja-kepala-dan-wakil-otorita-ikn"/><item><title>Luhut Akui Sempat Kesal dengan Kinerja Kepala dan Wakil Otorita IKN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/06/320/3017703/luhut-akui-sempat-kesal-dengan-kinerja-kepala-dan-wakil-otorita-ikn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/06/320/3017703/luhut-akui-sempat-kesal-dengan-kinerja-kepala-dan-wakil-otorita-ikn</guid><pubDate>Kamis 06 Juni 2024 04:20 WIB</pubDate><dc:creator>Faradilla Indah Siti Aysha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/05/320/3017703/luhut-akui-sempat-kesal-dengan-kinerja-kepala-dan-wakil-otorita-ikn-P5kALzafRo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luhut akui pernah kesal dengan Kepala dan Wakil Otorita IKN (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/05/320/3017703/luhut-akui-sempat-kesal-dengan-kinerja-kepala-dan-wakil-otorita-ikn-P5kALzafRo.jpg</image><title>Luhut akui pernah kesal dengan Kepala dan Wakil Otorita IKN (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8wNS8xLzE4MTQzOS81L3g4em5zYTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;mdash; Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan dirinya pernah kesal dengan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono dan Wakilnya Dhony Rahajoe. Hal tersebut terjadi pada saat keduanya masih menjabat.
Menurut pengakuan luhut, ia kesal dengan Bambang dan Dhony karena keduanya memiliki tanggung jawab yang besar sebagai pemimpin dalam memutuskan sesuatu untuk pembangunan IKN.

BACA JUGA:
Pembangunan IKN Tetap Jalan, Luhut: Plt Kepala IKN Sangat Cepat Bantu Pembebasan Lahan


&quot;Lu (Bambang dan Dhony) sudah punya kewenangan semua, ya lakuin dong, saya kesal saja lihatnya,&quot; ujar Luhut dalam acara talkshow di Menara Global, Jakarta Pusat, Selasa (4/6/2024).
Luhut menambahkan bahwa landasan regulasi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2023 tentang Ibu Kota Negara menurutnya belum memberikan hasil yang optimal dalam pembangunan IKN.

BACA JUGA:
Jokowi Sebut Keppres IKN Bisa Ditandatangani Prabowo


&quot;Kalau menurut saya semua UU yang dibutuhkan sudah kuat dia punya, kasarnya dia bikin keputusan apa juga jalan. (Bambang dan Dhony mundur) menyangkut leadership saja, kita tidak bisa bicara aib orang lah,&quot; tambahnya.
Dari kacamata luhut, Bambang dan Dhony dinilai sebagai pemimpin yang belum mampu untuk mengambil keputusan yang cepat dan tepat untuk mendukung percepatan pembangunan IKN. Salah satu contohnya adalah masalah lahan di IKN yang tak kunjung jelas statusnya.
Padahal menurutnya, masalah pembebasan lahan menjadi tanggung jawab  Badan Otorita untuk menyelesaikannya. Namun investor yang hendak masuk  ke IKN terkadang malah masih terkendala ketersediaan lahan karena belum  jelas status tanahnya.
&quot;Sebenarnya kita tidak enak lah buka aib orang, kan sudah lewat, tapi  sebenarnya ada sesuatu yang jauh lebih cepat, tapi tidak bisa membuat  keputusan, ya tidak jalan jalan barang itu, sederhananya itu lah,&quot; kata  Luhut.
&quot;Kita makan kadang sendok tidak pas kan masalah, tetapi makanan sudah  ada ya lu campur dong yang benar, itu tugas kau sebagai pemimpin, harus  berani dong ambil resikonya,&quot; pungkasnya.
Baca Selengkapnya: Akui Pernah Kesal dengan Kepala dan Wakil Otorita IKN, Luhut: Kita Tak Bisa Bicara Aib Orang</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8wNS8xLzE4MTQzOS81L3g4em5zYTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;mdash; Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan dirinya pernah kesal dengan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono dan Wakilnya Dhony Rahajoe. Hal tersebut terjadi pada saat keduanya masih menjabat.
Menurut pengakuan luhut, ia kesal dengan Bambang dan Dhony karena keduanya memiliki tanggung jawab yang besar sebagai pemimpin dalam memutuskan sesuatu untuk pembangunan IKN.

BACA JUGA:
Pembangunan IKN Tetap Jalan, Luhut: Plt Kepala IKN Sangat Cepat Bantu Pembebasan Lahan


&quot;Lu (Bambang dan Dhony) sudah punya kewenangan semua, ya lakuin dong, saya kesal saja lihatnya,&quot; ujar Luhut dalam acara talkshow di Menara Global, Jakarta Pusat, Selasa (4/6/2024).
Luhut menambahkan bahwa landasan regulasi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2023 tentang Ibu Kota Negara menurutnya belum memberikan hasil yang optimal dalam pembangunan IKN.

BACA JUGA:
Jokowi Sebut Keppres IKN Bisa Ditandatangani Prabowo


&quot;Kalau menurut saya semua UU yang dibutuhkan sudah kuat dia punya, kasarnya dia bikin keputusan apa juga jalan. (Bambang dan Dhony mundur) menyangkut leadership saja, kita tidak bisa bicara aib orang lah,&quot; tambahnya.
Dari kacamata luhut, Bambang dan Dhony dinilai sebagai pemimpin yang belum mampu untuk mengambil keputusan yang cepat dan tepat untuk mendukung percepatan pembangunan IKN. Salah satu contohnya adalah masalah lahan di IKN yang tak kunjung jelas statusnya.
Padahal menurutnya, masalah pembebasan lahan menjadi tanggung jawab  Badan Otorita untuk menyelesaikannya. Namun investor yang hendak masuk  ke IKN terkadang malah masih terkendala ketersediaan lahan karena belum  jelas status tanahnya.
&quot;Sebenarnya kita tidak enak lah buka aib orang, kan sudah lewat, tapi  sebenarnya ada sesuatu yang jauh lebih cepat, tapi tidak bisa membuat  keputusan, ya tidak jalan jalan barang itu, sederhananya itu lah,&quot; kata  Luhut.
&quot;Kita makan kadang sendok tidak pas kan masalah, tetapi makanan sudah  ada ya lu campur dong yang benar, itu tugas kau sebagai pemimpin, harus  berani dong ambil resikonya,&quot; pungkasnya.
Baca Selengkapnya: Akui Pernah Kesal dengan Kepala dan Wakil Otorita IKN, Luhut: Kita Tak Bisa Bicara Aib Orang</content:encoded></item></channel></rss>
