<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penolakan Iuran Tapera, Prabowo: Kita Cari Solusi Terbaik</title><description>Presiden terpilih Prabowo Subianto mengaku akan mempelajari dan mencari solusi terbaik mengenai Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/06/470/3018140/penolakan-iuran-tapera-prabowo-kita-cari-solusi-terbaik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/06/470/3018140/penolakan-iuran-tapera-prabowo-kita-cari-solusi-terbaik"/><item><title>Penolakan Iuran Tapera, Prabowo: Kita Cari Solusi Terbaik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/06/470/3018140/penolakan-iuran-tapera-prabowo-kita-cari-solusi-terbaik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/06/470/3018140/penolakan-iuran-tapera-prabowo-kita-cari-solusi-terbaik</guid><pubDate>Kamis 06 Juni 2024 14:54 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/06/470/3018140/penolakan-iuran-tapera-prabowo-kita-cari-solusi-terbaik-C5pLfv8jxS.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pro dan kontra kebijakan tapera bagi pekerja (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/06/470/3018140/penolakan-iuran-tapera-prabowo-kita-cari-solusi-terbaik-C5pLfv8jxS.jpeg</image><title>Pro dan kontra kebijakan tapera bagi pekerja (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8wNi8xLzE4MTQ3MS81L3g4enI4Z20=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden terpilih Prabowo Subianto mengaku akan mempelajari dan mencari solusi terbaik mengenai Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Sebagaimana diketahui, tapera kini menuai polemik dan mendapat penolakan masyarakat.
&quot;Kita akan pelajari dan kita cari solusi yang terbaik,&quot; tegas Prabowo yang saat ini masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/6/2024).

BACA JUGA:
Ada Sanksi bagi Pekerja, Iuran Tapera Dinilai Tumpang Tindih


Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno juga ikut merespon terkait ribuan buruh yang akan menggelar demo menolak pemotongan gaji untuk Tapera.
Pratikno pun membuka suara peluang massa aksi diterima pihak Istana. Dia mengatakan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu dengan Kementerian dan Lembaga terkait tentang aksi demo Tapera yang dilakukan hari ini.

BACA JUGA:
Prabowo Soal Tapera: Kita Pelajari dan Cari Solusi Terbaik


&amp;ldquo;Nanti saya saya cek ya. Ke K/L terkait. Jangan sampai kita gak tahu kan, yang tahu kan kementerian terkait,&amp;rdquo; kata Pratikno di lingkungan Istana Negara.
Diketahui, ribuan buruh melakukan aksi turun ke jalan terkait iuran Tapera yang dianggap memberatkan. Bahkan, Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal menuntut bahwa kebijakan Tapera memberatkan pekerja dengan iuran yang tidak menjamin kepemilikan rumah, meskipun telah membayar selama 10 hingga 20 tahun.
Said Iqbal mengungkapkan, demo itu akan diikuti oleh gabungan serikat  buruh lainnya seperti KSPI, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh  Indonesia (KSPSI), Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Serikat  Petani Indonesia (SPI), dan organisasi perempuan PERCAYA.
Di sisi lain, tidak hanya penolakan terhadap PP Tapera, para buruh  juga akan mengangkat berbagai isu lainnya. Mereka menolak biaya Uang  Kuliah Tunggal (UKT) yang mahal, kebijakan Kamar Rawat Inap Standar  (KRIS) BPJS Kesehatan, Omnibus Law UU Cipta Kerja, serta sistem  outsourcing dan upah murah (HOSTUM).</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8wNi8xLzE4MTQ3MS81L3g4enI4Z20=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden terpilih Prabowo Subianto mengaku akan mempelajari dan mencari solusi terbaik mengenai Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Sebagaimana diketahui, tapera kini menuai polemik dan mendapat penolakan masyarakat.
&quot;Kita akan pelajari dan kita cari solusi yang terbaik,&quot; tegas Prabowo yang saat ini masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/6/2024).

BACA JUGA:
Ada Sanksi bagi Pekerja, Iuran Tapera Dinilai Tumpang Tindih


Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno juga ikut merespon terkait ribuan buruh yang akan menggelar demo menolak pemotongan gaji untuk Tapera.
Pratikno pun membuka suara peluang massa aksi diterima pihak Istana. Dia mengatakan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu dengan Kementerian dan Lembaga terkait tentang aksi demo Tapera yang dilakukan hari ini.

BACA JUGA:
Prabowo Soal Tapera: Kita Pelajari dan Cari Solusi Terbaik


&amp;ldquo;Nanti saya saya cek ya. Ke K/L terkait. Jangan sampai kita gak tahu kan, yang tahu kan kementerian terkait,&amp;rdquo; kata Pratikno di lingkungan Istana Negara.
Diketahui, ribuan buruh melakukan aksi turun ke jalan terkait iuran Tapera yang dianggap memberatkan. Bahkan, Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal menuntut bahwa kebijakan Tapera memberatkan pekerja dengan iuran yang tidak menjamin kepemilikan rumah, meskipun telah membayar selama 10 hingga 20 tahun.
Said Iqbal mengungkapkan, demo itu akan diikuti oleh gabungan serikat  buruh lainnya seperti KSPI, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh  Indonesia (KSPSI), Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Serikat  Petani Indonesia (SPI), dan organisasi perempuan PERCAYA.
Di sisi lain, tidak hanya penolakan terhadap PP Tapera, para buruh  juga akan mengangkat berbagai isu lainnya. Mereka menolak biaya Uang  Kuliah Tunggal (UKT) yang mahal, kebijakan Kamar Rawat Inap Standar  (KRIS) BPJS Kesehatan, Omnibus Law UU Cipta Kerja, serta sistem  outsourcing dan upah murah (HOSTUM).</content:encoded></item></channel></rss>
