<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Targetkan Dividen BUMN Senilai Rp85 Triliun</title><description>Erick Thohir menargetkan dividen perusahaan pelat merah dikontribusikan ke negara sebesar Rp 85 triliun pada 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/07/320/3018738/erick-thohir-targetkan-dividen-bumn-senilai-rp85-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/07/320/3018738/erick-thohir-targetkan-dividen-bumn-senilai-rp85-triliun"/><item><title>Erick Thohir Targetkan Dividen BUMN Senilai Rp85 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/07/320/3018738/erick-thohir-targetkan-dividen-bumn-senilai-rp85-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/07/320/3018738/erick-thohir-targetkan-dividen-bumn-senilai-rp85-triliun</guid><pubDate>Jum'at 07 Juni 2024 18:46 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/07/320/3018738/erick-thohir-targetkan-dividen-bumn-senilai-rp85-triliun-9l4NjOm0sh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/07/320/3018738/erick-thohir-targetkan-dividen-bumn-senilai-rp85-triliun-9l4NjOm0sh.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)</title></images><description>


JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menargetkan dividen perusahaan pelat merah dikontribusikan ke negara sebesar Rp 85 triliun pada 2024. Nilai proyeksi itu naik dari realisasi dividen tahun sebelumnya, yakni Rp 81 triliun.
&amp;ldquo;Memang kita merencanakan di tahun 2024 ini dividen (BUMN) yang ditargetkan nanti itu kurang lebih Rp 85 triliun, jadi naik dari Rp 81 triliun,&amp;rdquo; ujarnya kepada Komisi VI DPR RI saat rapat kerja (raker) bersama Komisi VI DPR RI, Jumat (7/6/2024).

BACA JUGA:
Ormas Dapat Izin Usaha Tambang, Jatah BUMN dan BUMD Berkurang?

Menurutnya, realisasi atas target dividen perseroan negara tahun ini memerlukan banyak dukungan, terutama pengawasan Kementerian BUMN selaku pemegang saham. Namun begitu, proses pengawasan ini memerlukan anggaran yang cukup.
Sehingga, Erick meminta lembaga legislatif memberikan dukungan penuh atas pagu anggaran 2025 Kementerian BUMN. Adapun, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menetapkan pagu indikatif Kementerian BUMN di tahun depan senilai Rp 277 miliar saja.

BACA JUGA:
Cetak Uang Rupiah, Apakah Peruri BUMN Sehat?

Angka itu lebih kecil 10 persen dari pagu anggaran 2024 yang berada di posisi Rp 284 miliar. Bahkan, lebih rendah 16 persen dari 2023.&amp;ldquo;Tentu pagu 2025 sekarang sudah ditetapkan oleh Kementerian Keuangan senilai Rp 277 miliar, tetapi tentu ini lebih rendah 16 persen dari pagu yang sebelumnya atau juga lebih rendah lagi 10 persen daripada pagu tahun 2024,&amp;rdquo; papar dia.
&amp;ldquo;Karena itu terima kasih atas dukungan Komisi VI DPR RI yang bisa mendorong ada penambahan kurang lebih Rp 66 miliar yang bisa kita dapatkan, sehingga pagu indikatif yang kita harapkan di tahun 2025 itu di angka Rp 344 miliar,&amp;rdquo; lanjut Erick.</description><content:encoded>


JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menargetkan dividen perusahaan pelat merah dikontribusikan ke negara sebesar Rp 85 triliun pada 2024. Nilai proyeksi itu naik dari realisasi dividen tahun sebelumnya, yakni Rp 81 triliun.
&amp;ldquo;Memang kita merencanakan di tahun 2024 ini dividen (BUMN) yang ditargetkan nanti itu kurang lebih Rp 85 triliun, jadi naik dari Rp 81 triliun,&amp;rdquo; ujarnya kepada Komisi VI DPR RI saat rapat kerja (raker) bersama Komisi VI DPR RI, Jumat (7/6/2024).

BACA JUGA:
Ormas Dapat Izin Usaha Tambang, Jatah BUMN dan BUMD Berkurang?

Menurutnya, realisasi atas target dividen perseroan negara tahun ini memerlukan banyak dukungan, terutama pengawasan Kementerian BUMN selaku pemegang saham. Namun begitu, proses pengawasan ini memerlukan anggaran yang cukup.
Sehingga, Erick meminta lembaga legislatif memberikan dukungan penuh atas pagu anggaran 2025 Kementerian BUMN. Adapun, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menetapkan pagu indikatif Kementerian BUMN di tahun depan senilai Rp 277 miliar saja.

BACA JUGA:
Cetak Uang Rupiah, Apakah Peruri BUMN Sehat?

Angka itu lebih kecil 10 persen dari pagu anggaran 2024 yang berada di posisi Rp 284 miliar. Bahkan, lebih rendah 16 persen dari 2023.&amp;ldquo;Tentu pagu 2025 sekarang sudah ditetapkan oleh Kementerian Keuangan senilai Rp 277 miliar, tetapi tentu ini lebih rendah 16 persen dari pagu yang sebelumnya atau juga lebih rendah lagi 10 persen daripada pagu tahun 2024,&amp;rdquo; papar dia.
&amp;ldquo;Karena itu terima kasih atas dukungan Komisi VI DPR RI yang bisa mendorong ada penambahan kurang lebih Rp 66 miliar yang bisa kita dapatkan, sehingga pagu indikatif yang kita harapkan di tahun 2025 itu di angka Rp 344 miliar,&amp;rdquo; lanjut Erick.</content:encoded></item></channel></rss>
