<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 CEO Startup Bagikan Tips Maksimalkan Pertumbuhan Bisnis Model Crowdsourcing yang Efektif</title><description>GDP Venture kembali menggelar acara bincang-bincang GDP Power Lunch dengan para pelaku bisnis digital Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/07/455/3018424/3-ceo-startup-bagikan-tips-maksimalkan-pertumbuhan-bisnis-model-crowdsourcing-yang-efektif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/07/455/3018424/3-ceo-startup-bagikan-tips-maksimalkan-pertumbuhan-bisnis-model-crowdsourcing-yang-efektif"/><item><title>3 CEO Startup Bagikan Tips Maksimalkan Pertumbuhan Bisnis Model Crowdsourcing yang Efektif</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/07/455/3018424/3-ceo-startup-bagikan-tips-maksimalkan-pertumbuhan-bisnis-model-crowdsourcing-yang-efektif</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/07/455/3018424/3-ceo-startup-bagikan-tips-maksimalkan-pertumbuhan-bisnis-model-crowdsourcing-yang-efektif</guid><pubDate>Jum'at 07 Juni 2024 07:20 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/07/455/3018424/3-ceo-startup-bagikan-tips-maksimalkan-pertumbuhan-bisnis-model-crowdsourcing-yang-efektif-96xoM6e9Eo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">GDP Venture gelar bincang dengan pelaku bisnis di Indoensia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/07/455/3018424/3-ceo-startup-bagikan-tips-maksimalkan-pertumbuhan-bisnis-model-crowdsourcing-yang-efektif-96xoM6e9Eo.jpg</image><title>GDP Venture gelar bincang dengan pelaku bisnis di Indoensia (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yMS85LzE3MTAwMi81L3g4bzg4ZDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; GDP Venture kembali menggelar acara bincang-bincang GDP Power Lunch dengan para pelaku bisnis digital Indonesia. Acara yang digelar kemarin, mengangkat topik &amp;ldquo;Maximizing Business Growth with an Effective Crowdsourcing Model&amp;rdquo;, yang membahas model bisnis crowd-sourcing yang mengandalkan kontribusi dari banyak orang.
Bincang-bincang GDP Powerlunch ini menghadirkan CEO dari tiga bisnis rintisan (start up) yang merupakan portofolio di bawah GDP Venture, yakni: David Soong CEO SweetEscape; Dimas Harry Priawan CEO Dekoruma, dan Ardyanto Alam, CEO dari Garasi.id.

BACA JUGA:
Hadiri Asia Tech Singapore 2024, Sandiaga Sebut Ekosistem Startup Indonesia Kian Dinamis


Meski bergerak di bidang yang berbeda, ketiga bisnis rintisan yang bergerak di bidang yang berbeda-beda ini menggunakan model crowd-sourcing untuk melayani pelanggan mereka.
SweetEscape yang bergerak di bidang fotografi menggandeng para forografer di berbagai kota di dunia sebagai mitranya, Dekoruma yang perusahaan berbasis teknologi yang bergerak di industri home dan living menggunakan model outsourcing untuk bekerja sama dengan para desainer interior yang tersebar di seluruh Indonesia.

BACA JUGA:
Sandiaga Optimis Startup Mampu Perbanyak Lapangan Kerja Menuju Indonesia Emas 2045


Sementara Garasi.id yang berbasis e-commerce otomotif bermitra dengan pengusaha mobiul bekas, penyedia jasa servis, hingga mekanik untuk melayani pelanggan di berbagai wilayah Indonesia.
Ketiganya berbagi pandangan dan strategi terkait crowdsourcing, keuntungan, hingga tantangan yang dihadapi dalam menjalankan bisnis  ini.
&amp;ldquo;Model ini tidak hanya menguntungkan perusahaan dengan efisiensi waktu dan biaya operasional, tetapi juga memberikan keuntungan bagi mitra crowdsourcing kami. Mereka adalah tenaga kerja dengan modal yang tidak besar dan mendapat kompensasi yang adil sesuai hasil kerja mereka,&amp;rdquo; kata David Soong, Kamis.
Tetapi, meski menawarkan potensi pertumbuhan yang besar, bisnis dengan model crowdsourcing tidaklah semudah itu dijalani.
Perusahaan perlu melakukan pendekatan yang hati-hati dan strategis  dalam mengembangkan jaringan mitra. Mengambil langkah kecil, melakukan  riset yang menyeluruh, dan memahami perilaku konsumen adalah kunci untuk  memastikan kesuksesan dalam mengimplementasikan model ini.
Dalam menerapkan crowdsourcing secara efektif, perusahaan harus  menerapkan standar operasional yang jelas untuk mendapatkan kualitas  yang sama dari mitra kerja serta meminimalisasi resiko akan  ketidakpuasan pelanggan.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yMS85LzE3MTAwMi81L3g4bzg4ZDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; GDP Venture kembali menggelar acara bincang-bincang GDP Power Lunch dengan para pelaku bisnis digital Indonesia. Acara yang digelar kemarin, mengangkat topik &amp;ldquo;Maximizing Business Growth with an Effective Crowdsourcing Model&amp;rdquo;, yang membahas model bisnis crowd-sourcing yang mengandalkan kontribusi dari banyak orang.
Bincang-bincang GDP Powerlunch ini menghadirkan CEO dari tiga bisnis rintisan (start up) yang merupakan portofolio di bawah GDP Venture, yakni: David Soong CEO SweetEscape; Dimas Harry Priawan CEO Dekoruma, dan Ardyanto Alam, CEO dari Garasi.id.

BACA JUGA:
Hadiri Asia Tech Singapore 2024, Sandiaga Sebut Ekosistem Startup Indonesia Kian Dinamis


Meski bergerak di bidang yang berbeda, ketiga bisnis rintisan yang bergerak di bidang yang berbeda-beda ini menggunakan model crowd-sourcing untuk melayani pelanggan mereka.
SweetEscape yang bergerak di bidang fotografi menggandeng para forografer di berbagai kota di dunia sebagai mitranya, Dekoruma yang perusahaan berbasis teknologi yang bergerak di industri home dan living menggunakan model outsourcing untuk bekerja sama dengan para desainer interior yang tersebar di seluruh Indonesia.

BACA JUGA:
Sandiaga Optimis Startup Mampu Perbanyak Lapangan Kerja Menuju Indonesia Emas 2045


Sementara Garasi.id yang berbasis e-commerce otomotif bermitra dengan pengusaha mobiul bekas, penyedia jasa servis, hingga mekanik untuk melayani pelanggan di berbagai wilayah Indonesia.
Ketiganya berbagi pandangan dan strategi terkait crowdsourcing, keuntungan, hingga tantangan yang dihadapi dalam menjalankan bisnis  ini.
&amp;ldquo;Model ini tidak hanya menguntungkan perusahaan dengan efisiensi waktu dan biaya operasional, tetapi juga memberikan keuntungan bagi mitra crowdsourcing kami. Mereka adalah tenaga kerja dengan modal yang tidak besar dan mendapat kompensasi yang adil sesuai hasil kerja mereka,&amp;rdquo; kata David Soong, Kamis.
Tetapi, meski menawarkan potensi pertumbuhan yang besar, bisnis dengan model crowdsourcing tidaklah semudah itu dijalani.
Perusahaan perlu melakukan pendekatan yang hati-hati dan strategis  dalam mengembangkan jaringan mitra. Mengambil langkah kecil, melakukan  riset yang menyeluruh, dan memahami perilaku konsumen adalah kunci untuk  memastikan kesuksesan dalam mengimplementasikan model ini.
Dalam menerapkan crowdsourcing secara efektif, perusahaan harus  menerapkan standar operasional yang jelas untuk mendapatkan kualitas  yang sama dari mitra kerja serta meminimalisasi resiko akan  ketidakpuasan pelanggan.
</content:encoded></item></channel></rss>
