<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tips Investasi Syariah bagi Gen Z</title><description>Kini banyak masyarakat yang sudah mulai berinvestasi, bahkan kini  generasi muda seperti milenial dan gen-z juga ikut berinvestasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/07/622/3018572/tips-investasi-syariah-bagi-gen-z</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/07/622/3018572/tips-investasi-syariah-bagi-gen-z"/><item><title>Tips Investasi Syariah bagi Gen Z</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/07/622/3018572/tips-investasi-syariah-bagi-gen-z</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/07/622/3018572/tips-investasi-syariah-bagi-gen-z</guid><pubDate>Jum'at 07 Juni 2024 13:37 WIB</pubDate><dc:creator>Farida Syifa Anandita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/07/622/3018572/tips-investasi-syariah-bagi-gen-z-864CaOTIW0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips investasi syariah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/07/622/3018572/tips-investasi-syariah-bagi-gen-z-864CaOTIW0.jpg</image><title>Tips investasi syariah (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yOS8xLzE4MTIxOC81L3g4ejlzaTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kini banyak masyarakat yang sudah mulai investasi, bahkan kini generasi muda seperti milenial dan gen-z juga ikut berinvestasi.
Akses informasi yang luas yang merupakan dampak digitalisasi membuat banyak generasi muda lebih memahami pentingnya menjaga keseimbangan keuangan. Mudahnya akses dalam berinvestasi juga menjadi salah satu faktor ramainya masyarakat yang berinvestasi.

BACA JUGA:
Kembangkan Pasar Modal Syariah, MNC Sekuritas Ramaikan Sharia Investment Week


Dibandingkan dengan investasi pada umumnya, investasi syariah memang lebih terbatas. Salah satu investasi syariah yang dapat dipilih adalah SBSN atau sukuk.
Deni Ridwan, Influencer, Praktisi Keuangan serta Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kemenkeu menjelaskan keuntungan bagi investor sukuk.

BACA JUGA:
Saksikan IG Live Sharia Market Pit Stop Bersama MNC Sekuritas dan BEI Bahas Pasar Modal Syariah Malam Ini


&amp;ldquo;Sehingga menjadi SBSN suatu negara menjadi suatu pilihan yang menarik, karena pertama aman. Jadi beda dengan beli saham, kalau beli SBSN itu gaada istilahnya nyangkut,&amp;rdquo; tutur Ridwan dalam Sharia Investment Week 2024.
&amp;ldquo;Kedua juga bisa memberikan imbal hasil yang tetap, ini suatu fitur  yang memang tidak diberikan oleh instrumen seperti saham misalnya,&amp;rdquo;  lanjutnya.
SBSN bukan jual beli hutang, namun merepresentasikan kepemilikan atas  aset atau manfaat atas aset tersebut. Imbal hasilnya diperoleh dari  hasil aset tersebut.
Walau terdengar sangat menjanjikan, ternyata SBSN juga memiliki  beberapa resiko. Resiko SBSN antara lain resiko gagal bayar, resiko  likuiditas dan risiko market.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yOS8xLzE4MTIxOC81L3g4ejlzaTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kini banyak masyarakat yang sudah mulai investasi, bahkan kini generasi muda seperti milenial dan gen-z juga ikut berinvestasi.
Akses informasi yang luas yang merupakan dampak digitalisasi membuat banyak generasi muda lebih memahami pentingnya menjaga keseimbangan keuangan. Mudahnya akses dalam berinvestasi juga menjadi salah satu faktor ramainya masyarakat yang berinvestasi.

BACA JUGA:
Kembangkan Pasar Modal Syariah, MNC Sekuritas Ramaikan Sharia Investment Week


Dibandingkan dengan investasi pada umumnya, investasi syariah memang lebih terbatas. Salah satu investasi syariah yang dapat dipilih adalah SBSN atau sukuk.
Deni Ridwan, Influencer, Praktisi Keuangan serta Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kemenkeu menjelaskan keuntungan bagi investor sukuk.

BACA JUGA:
Saksikan IG Live Sharia Market Pit Stop Bersama MNC Sekuritas dan BEI Bahas Pasar Modal Syariah Malam Ini


&amp;ldquo;Sehingga menjadi SBSN suatu negara menjadi suatu pilihan yang menarik, karena pertama aman. Jadi beda dengan beli saham, kalau beli SBSN itu gaada istilahnya nyangkut,&amp;rdquo; tutur Ridwan dalam Sharia Investment Week 2024.
&amp;ldquo;Kedua juga bisa memberikan imbal hasil yang tetap, ini suatu fitur  yang memang tidak diberikan oleh instrumen seperti saham misalnya,&amp;rdquo;  lanjutnya.
SBSN bukan jual beli hutang, namun merepresentasikan kepemilikan atas  aset atau manfaat atas aset tersebut. Imbal hasilnya diperoleh dari  hasil aset tersebut.
Walau terdengar sangat menjanjikan, ternyata SBSN juga memiliki  beberapa resiko. Resiko SBSN antara lain resiko gagal bayar, resiko  likuiditas dan risiko market.</content:encoded></item></channel></rss>
