<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masih Banyak IPO, OJK: Nilai Penawaran Umum Tembus Rp86,9 Triliun</title><description>Tren penawaran umum perdana (IPO) di pasar modal masih positif hingga akhir Mei 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/10/278/3019751/masih-banyak-ipo-ojk-nilai-penawaran-umum-tembus-rp86-9-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/10/278/3019751/masih-banyak-ipo-ojk-nilai-penawaran-umum-tembus-rp86-9-triliun"/><item><title>Masih Banyak IPO, OJK: Nilai Penawaran Umum Tembus Rp86,9 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/10/278/3019751/masih-banyak-ipo-ojk-nilai-penawaran-umum-tembus-rp86-9-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/10/278/3019751/masih-banyak-ipo-ojk-nilai-penawaran-umum-tembus-rp86-9-triliun</guid><pubDate>Senin 10 Juni 2024 16:53 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/10/278/3019751/masih-banyak-ipo-ojk-nilai-penawaran-umum-tembus-rp86-9-triliun-EWjUw3StmT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tren IPO di BEI masih ramai (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/10/278/3019751/masih-banyak-ipo-ojk-nilai-penawaran-umum-tembus-rp86-9-triliun-EWjUw3StmT.jpg</image><title>Tren IPO di BEI masih ramai (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Tren penawaran umum perdana (IPO) di pasar modal masih positif hingga akhir Mei 2024. OJK mencatat total nilai penawaran umum seluruh efek mencapai Rp86,92 triliun.
&amp;ldquo;Pada Mei 2024 penghimpunan dana di pasar modal masih dalam tren positif, tercatat nilai penawaran kubur sebesar Rp86,92 triliun,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Inarno Djajadi dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner OJK, Senin (10/6/2024).

BACA JUGA:
IHSG Hari Ini Berakhir Menguat ke Level 6.921


Dari sisi perusahaan tercatat atau emiten, sepanjang 2024 per 31 Mei terhitung ada 24 perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan total dana yang dihimpun menembus Rp3,88 triliun. Per Senin (10/6), terdapat 1 emiten yang melantai, sehingga menambah jumlah perusahaan tercatat menjadi 25 emiten.

BACA JUGA:
OJK Lapor Kinerja IHSG Mei 2024, Merosot 4% hingga Investor Asing Bawa Kabur Rp34,7 Triliun


Aksi korporasi ini berpeluang terus berlanjut. Pasalnya, total 37 perusahaan masuk dalam antrean pencatatan saham. Dari jumlah itu, terdapat 8 korporasi raksasa yang mempunyai aset besar di atas Rp250 miliar.
&amp;ldquo;Sampai dengan 31 Mei 2024 terdapat 37 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham,&amp;rdquo; kata Nyoman kepada wartawan.Daftar rencana pencatatan saham di bursa masih didominasi oleh  perusahaan beraset menengah beraset p50 miliar sampai dengan Rp250  miliar. Sementara 5 lainnya adalah memiliki aset skala kecil, yakni di  bawah Rp50 miliar.
Sektor konsumer masih merajai antrean menjadi perusahaan terbuka,  dengan rincian konsumer siklikal 5 perusahaan, dan 9 mewakili konsumer  nonsiklikal. Selanjutnya terdapat 6 korporasi dari sektor industri, 4  dari teknologi, dan 3 masing-masing dari sektor kesehatan, dan  properti-real estat.
Kemudian ada 2 perusahaan dari sektor energi, dan bahan baku.  Kemudian 1 masing-masing dari sektor keuangan, infrastruktur, dan  transportasi-logistik.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Tren penawaran umum perdana (IPO) di pasar modal masih positif hingga akhir Mei 2024. OJK mencatat total nilai penawaran umum seluruh efek mencapai Rp86,92 triliun.
&amp;ldquo;Pada Mei 2024 penghimpunan dana di pasar modal masih dalam tren positif, tercatat nilai penawaran kubur sebesar Rp86,92 triliun,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Inarno Djajadi dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner OJK, Senin (10/6/2024).

BACA JUGA:
IHSG Hari Ini Berakhir Menguat ke Level 6.921


Dari sisi perusahaan tercatat atau emiten, sepanjang 2024 per 31 Mei terhitung ada 24 perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan total dana yang dihimpun menembus Rp3,88 triliun. Per Senin (10/6), terdapat 1 emiten yang melantai, sehingga menambah jumlah perusahaan tercatat menjadi 25 emiten.

BACA JUGA:
OJK Lapor Kinerja IHSG Mei 2024, Merosot 4% hingga Investor Asing Bawa Kabur Rp34,7 Triliun


Aksi korporasi ini berpeluang terus berlanjut. Pasalnya, total 37 perusahaan masuk dalam antrean pencatatan saham. Dari jumlah itu, terdapat 8 korporasi raksasa yang mempunyai aset besar di atas Rp250 miliar.
&amp;ldquo;Sampai dengan 31 Mei 2024 terdapat 37 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham,&amp;rdquo; kata Nyoman kepada wartawan.Daftar rencana pencatatan saham di bursa masih didominasi oleh  perusahaan beraset menengah beraset p50 miliar sampai dengan Rp250  miliar. Sementara 5 lainnya adalah memiliki aset skala kecil, yakni di  bawah Rp50 miliar.
Sektor konsumer masih merajai antrean menjadi perusahaan terbuka,  dengan rincian konsumer siklikal 5 perusahaan, dan 9 mewakili konsumer  nonsiklikal. Selanjutnya terdapat 6 korporasi dari sektor industri, 4  dari teknologi, dan 3 masing-masing dari sektor kesehatan, dan  properti-real estat.
Kemudian ada 2 perusahaan dari sektor energi, dan bahan baku.  Kemudian 1 masing-masing dari sektor keuangan, infrastruktur, dan  transportasi-logistik.</content:encoded></item></channel></rss>
