<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Fakta RI Kuasai 61% Saham Freeport</title><description>Bahlil Lahadalia meyakini PT Freeport Indonesia pasti sepakat dengan  penambahan jumlah kepemilikan saham sebesar 10% kepada Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/10/320/3019359/6-fakta-ri-kuasai-61-saham-freeport</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/10/320/3019359/6-fakta-ri-kuasai-61-saham-freeport"/><item><title>6 Fakta RI Kuasai 61% Saham Freeport</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/10/320/3019359/6-fakta-ri-kuasai-61-saham-freeport</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/10/320/3019359/6-fakta-ri-kuasai-61-saham-freeport</guid><pubDate>Senin 10 Juni 2024 04:19 WIB</pubDate><dc:creator>Jihaan Haniifah Yarra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/09/320/3019359/6-fakta-ri-kuasai-61-saham-freeport-0cD5KH0g5l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI kuasai saham Freeport (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/09/320/3019359/6-fakta-ri-kuasai-61-saham-freeport-0cD5KH0g5l.jpg</image><title>RI kuasai saham Freeport (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wOC8xLzE4MDQ2NS81L3g4eTczNnc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -  Menteri Investasi Bahlil Lahadalia meyakini PT Freeport Indonesia pasti sepakat dengan penambahan jumlah kepemilikan saham sebesar 10% kepada Indonesia.
Di mana dalam tahap negosiasi yang dilakukan antara Pemerintah dan PT Freeport, 98% sudah sepakat untuk setidaknya 3 poin utama. Salah satunya penambahan porsi kepemilikan saham pemerintah di PT Freeport sebanyak 10%.
Berdasarkan rangkuman tim Okezone, Senin (10/6/2024), berikut Fakta RI Kuasai 61% Saham Freeport :

BACA JUGA:
Dapat Tambahan 10% Saham Freeport, RI Bayar Berapa?


1. Tiga Poin Utama
Terdapat 3 poin utama yang menjadi kesepakatan dalam pembahasan pemerintah dan PT Freeport, yaitu menambahkan porsi kepemilikan saham, pembangunan smelter di Papua, hingga melibatkan pengusaha daerah di Papua.
&quot;Kami sudah melakukan negosiasi, 98% sudah disepakati beberapa poin, salah satunya penambahan saham 10%, membangun smelter di Papua, dan melibatkan pengusaha daerah di Papua,&quot; ujar Bahlil

BACA JUGA:
RI Kuasai 61% Saham Freeport, Wajib Bangun Smelter di Papua hingga Libatkan Pengusaha Daerah


2. Mempermudah Eksplorasi
Menurut Bahlil dengan penambahan porsi kepemilikan saham Pemerintah di PT Freeport menjadi 61% itu akan memudahkan dalam melakukan eksplorasi. Sebab pada tahun 2035 diperkirakan akan menjadi puncak masa produksi PT Freeport, setelah tahun itu maka kapasitas produksi akan menurun.
3. Menjaga Produktivitas
Bahlil mengatakan bahwa masih diperlukan eksplorasi untuk menjaga  produktivitas PT Freeport setelah tahun 2035. Sedangkan masa eksplorasi  sendiri membutuhkan waktu sedikitnya 10 sampai 15 tahun.
&quot;Jadi kalau tidak segera diantisipasi sekarang, maka setelah tahun  2035 potensinya tidak ada produksi, siapa yang mau tanggung jawab,&quot; kata  Bahlil.
&quot;Kalau sekarang sudah 51% potensinya sudah tambah 10%, menjadi 61%  milik negara, yang sahamnya dimiliki oleh BUMN dan BUMD,&quot; ujarnya.
4. MIND ID Tidak Perlu Membayar
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menilai  bahwa Holding BUMN Pertambangan, MIND ID tidak perlu membayar sepeserpun  untuk mendapatkan tambahan 10% saham PT Freeport Indonesia (PTFI).
&quot;Jadi tidak keluar duit lagi MIND ID, nanti dihitung dari, ya ada  mekanismenya. Tapi (Indonesia) mendapatkan tambahan share,&quot; jelasnya
5. Perpanjang IUPK
Pemerintah telah memiliki dasar untuk perpanjangan izin usaha  perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) untuk PTFI hingga  2051. Padahal, IUPK saat ini masa berlakunya baru habis pada 2041.
6. Syarat Perpanjang IUPK
Guna memperpanjang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), PTFI juga  telah diharuskan untuk menambah investasi smelter baru di Papua.  Sementara syarat lainnya yaitu keharusan divestasi saham tanpa  mengeluarkan uang sampai hilirisasi.
&quot;(Penambahan smelter di Papua) ya bagian dari itu, saham tidak keluar uang, smelter, hilirisasi,&quot; Arifin.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wOC8xLzE4MDQ2NS81L3g4eTczNnc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -  Menteri Investasi Bahlil Lahadalia meyakini PT Freeport Indonesia pasti sepakat dengan penambahan jumlah kepemilikan saham sebesar 10% kepada Indonesia.
Di mana dalam tahap negosiasi yang dilakukan antara Pemerintah dan PT Freeport, 98% sudah sepakat untuk setidaknya 3 poin utama. Salah satunya penambahan porsi kepemilikan saham pemerintah di PT Freeport sebanyak 10%.
Berdasarkan rangkuman tim Okezone, Senin (10/6/2024), berikut Fakta RI Kuasai 61% Saham Freeport :

BACA JUGA:
Dapat Tambahan 10% Saham Freeport, RI Bayar Berapa?


1. Tiga Poin Utama
Terdapat 3 poin utama yang menjadi kesepakatan dalam pembahasan pemerintah dan PT Freeport, yaitu menambahkan porsi kepemilikan saham, pembangunan smelter di Papua, hingga melibatkan pengusaha daerah di Papua.
&quot;Kami sudah melakukan negosiasi, 98% sudah disepakati beberapa poin, salah satunya penambahan saham 10%, membangun smelter di Papua, dan melibatkan pengusaha daerah di Papua,&quot; ujar Bahlil

BACA JUGA:
RI Kuasai 61% Saham Freeport, Wajib Bangun Smelter di Papua hingga Libatkan Pengusaha Daerah


2. Mempermudah Eksplorasi
Menurut Bahlil dengan penambahan porsi kepemilikan saham Pemerintah di PT Freeport menjadi 61% itu akan memudahkan dalam melakukan eksplorasi. Sebab pada tahun 2035 diperkirakan akan menjadi puncak masa produksi PT Freeport, setelah tahun itu maka kapasitas produksi akan menurun.
3. Menjaga Produktivitas
Bahlil mengatakan bahwa masih diperlukan eksplorasi untuk menjaga  produktivitas PT Freeport setelah tahun 2035. Sedangkan masa eksplorasi  sendiri membutuhkan waktu sedikitnya 10 sampai 15 tahun.
&quot;Jadi kalau tidak segera diantisipasi sekarang, maka setelah tahun  2035 potensinya tidak ada produksi, siapa yang mau tanggung jawab,&quot; kata  Bahlil.
&quot;Kalau sekarang sudah 51% potensinya sudah tambah 10%, menjadi 61%  milik negara, yang sahamnya dimiliki oleh BUMN dan BUMD,&quot; ujarnya.
4. MIND ID Tidak Perlu Membayar
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menilai  bahwa Holding BUMN Pertambangan, MIND ID tidak perlu membayar sepeserpun  untuk mendapatkan tambahan 10% saham PT Freeport Indonesia (PTFI).
&quot;Jadi tidak keluar duit lagi MIND ID, nanti dihitung dari, ya ada  mekanismenya. Tapi (Indonesia) mendapatkan tambahan share,&quot; jelasnya
5. Perpanjang IUPK
Pemerintah telah memiliki dasar untuk perpanjangan izin usaha  perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) untuk PTFI hingga  2051. Padahal, IUPK saat ini masa berlakunya baru habis pada 2041.
6. Syarat Perpanjang IUPK
Guna memperpanjang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), PTFI juga  telah diharuskan untuk menambah investasi smelter baru di Papua.  Sementara syarat lainnya yaitu keharusan divestasi saham tanpa  mengeluarkan uang sampai hilirisasi.
&quot;(Penambahan smelter di Papua) ya bagian dari itu, saham tidak keluar uang, smelter, hilirisasi,&quot; Arifin.</content:encoded></item></channel></rss>
