<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hilirisasi dan Digitalisasi, Luhut Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 5%</title><description>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan optimis Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 5% pada 2045.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/10/320/3019807/hilirisasi-dan-digitalisasi-luhut-optimistis-pertumbuhan-ekonomi-ri-di-atas-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/10/320/3019807/hilirisasi-dan-digitalisasi-luhut-optimistis-pertumbuhan-ekonomi-ri-di-atas-5"/><item><title>Hilirisasi dan Digitalisasi, Luhut Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 5%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/10/320/3019807/hilirisasi-dan-digitalisasi-luhut-optimistis-pertumbuhan-ekonomi-ri-di-atas-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/10/320/3019807/hilirisasi-dan-digitalisasi-luhut-optimistis-pertumbuhan-ekonomi-ri-di-atas-5</guid><pubDate>Senin 10 Juni 2024 18:39 WIB</pubDate><dc:creator>Faradilla Indah Siti Aysha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/10/320/3019807/hilirisasi-dan-digitalisasi-luhut-optimistis-pertumbuhan-ekonomi-ri-di-atas-5-MVVZv7hAhe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luhut pede ekonomi RI tumbuh di atas 5% (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/10/320/3019807/hilirisasi-dan-digitalisasi-luhut-optimistis-pertumbuhan-ekonomi-ri-di-atas-5-MVVZv7hAhe.jpg</image><title>Luhut pede ekonomi RI tumbuh di atas 5% (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xOS80LzE4MDg0OS81L3g4eXBpY3E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;mdash; Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan optimis Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 5% pada 2045. Luhut mengatakan bahwa dirinya optimis Indonesia mampu mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 5% dengan upaya digitalisasi dan hilirisasi.
&quot;Untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi pertumbuhan harus di atas 5%. Kalau kita lihat di dalam 30 tahun terakhir sebenarnya sangat dimungkinkan dengan digitalisasi dan hilirisasi,&quot; ungkap Luhut pada HUT 52 Hipmi di Fairmont Jakarta, Senin (10/6/2024).

BACA JUGA:
Soal GovTech, Luhut Titip ke Anak Muda agar Indonesia Jadi Negara Dihormati


Dia mengatakan bahwa sudah saatnya para pengusaha di Indonesia melirik sektor lain untuk menjadi target hilirisasi mereka, salah satunya sektor kemaritiman.
&quot;Target investasi hilirisasi kepada ekosistem baterai listrik. Bukan lagi bicara komoditas per komoditas. Termasuk di sektor kemaritiman tidak hanya batubara saja. Penguatan pertumbuhan ekonomi melalui industrialisasi dan hilirisasi sumber daya alam harus dilanjutkan ,&quot; kata Luhut.

BACA JUGA:
Luhut Akui Masih Banyak Korupsi di Indonesia


Meskipun demikian, ia mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini harus waspada terhadap gejolak ekonomi global yang tengah terjadi.
&quot;Namun kita harus mewaspadai ekonomi Indonesia harus bernavigasi di tengah dinamika risiko ekonomi global dalam jangka pendek,&quot; kata Luhut
Melihat perkembangan dunia digital yang terus terjadi, ia menambahkan bahwa ke depannya bangsa ini perlu siap menghadapi tren global.
&quot;Pembangunan ke depan harus mengantisipasi dan memanfaatkan tren global saat ini (ketahanan pangan, digitalisasi AI, perubahan iklim, geopolitik),&quot; ungkapnya.
Luhut juga mengatakan bahwa saat ini Indonesia sudah membuat govtech sebagai upaya digitalisasi sektor pemerintah.
&quot;Digitalisasi menjadi kunci negara ini menjadi efisien mengurangi  korupsi (Ina-Govtech) Digitalisasi juga terbukti dorong peningkatan  penerimaan negara,&quot; ungkap Luhut.
Selain pada sektor digital, Indonesia juga berkomitmen kuat untuk berkontribusi dalam agenda net zero emission dunia.
&quot;Agenda utama tersebut diselaraskan dengan komitmen Indonesia dalam  mengurangi emisi karbon dan pencapaian net zero emission,&quot; ujar Luhut.
Dirinya menambahkan bahwa saat ini Indonesia mendorong sektor  transportasi untuk bertransisi menggunakan kendaraan listrik demi  mencapai net zero emission pada 2050
&quot;Salah satu pilar trnasisi energi adalah transportasi. Makanya kita  dorong penggunaan motor, mobil, truk, dan bus listrik,&quot; tambahnya.
Terakhir, Luhut kembali menegaskan bahwa dirinya benar-benar optimis  bahwa Indonesia mampu menjadi negara maju setelah tahun 2045.
&quot;Sebagai penutup, Indonesia memiliki berpeluang besar untuk menjadi  negara berpendapatan tinggi di 2045 dan negara maju setelah tahun 2045,&quot;  tutup Luhut.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xOS80LzE4MDg0OS81L3g4eXBpY3E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;mdash; Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan optimis Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 5% pada 2045. Luhut mengatakan bahwa dirinya optimis Indonesia mampu mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 5% dengan upaya digitalisasi dan hilirisasi.
&quot;Untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi pertumbuhan harus di atas 5%. Kalau kita lihat di dalam 30 tahun terakhir sebenarnya sangat dimungkinkan dengan digitalisasi dan hilirisasi,&quot; ungkap Luhut pada HUT 52 Hipmi di Fairmont Jakarta, Senin (10/6/2024).

BACA JUGA:
Soal GovTech, Luhut Titip ke Anak Muda agar Indonesia Jadi Negara Dihormati


Dia mengatakan bahwa sudah saatnya para pengusaha di Indonesia melirik sektor lain untuk menjadi target hilirisasi mereka, salah satunya sektor kemaritiman.
&quot;Target investasi hilirisasi kepada ekosistem baterai listrik. Bukan lagi bicara komoditas per komoditas. Termasuk di sektor kemaritiman tidak hanya batubara saja. Penguatan pertumbuhan ekonomi melalui industrialisasi dan hilirisasi sumber daya alam harus dilanjutkan ,&quot; kata Luhut.

BACA JUGA:
Luhut Akui Masih Banyak Korupsi di Indonesia


Meskipun demikian, ia mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini harus waspada terhadap gejolak ekonomi global yang tengah terjadi.
&quot;Namun kita harus mewaspadai ekonomi Indonesia harus bernavigasi di tengah dinamika risiko ekonomi global dalam jangka pendek,&quot; kata Luhut
Melihat perkembangan dunia digital yang terus terjadi, ia menambahkan bahwa ke depannya bangsa ini perlu siap menghadapi tren global.
&quot;Pembangunan ke depan harus mengantisipasi dan memanfaatkan tren global saat ini (ketahanan pangan, digitalisasi AI, perubahan iklim, geopolitik),&quot; ungkapnya.
Luhut juga mengatakan bahwa saat ini Indonesia sudah membuat govtech sebagai upaya digitalisasi sektor pemerintah.
&quot;Digitalisasi menjadi kunci negara ini menjadi efisien mengurangi  korupsi (Ina-Govtech) Digitalisasi juga terbukti dorong peningkatan  penerimaan negara,&quot; ungkap Luhut.
Selain pada sektor digital, Indonesia juga berkomitmen kuat untuk berkontribusi dalam agenda net zero emission dunia.
&quot;Agenda utama tersebut diselaraskan dengan komitmen Indonesia dalam  mengurangi emisi karbon dan pencapaian net zero emission,&quot; ujar Luhut.
Dirinya menambahkan bahwa saat ini Indonesia mendorong sektor  transportasi untuk bertransisi menggunakan kendaraan listrik demi  mencapai net zero emission pada 2050
&quot;Salah satu pilar trnasisi energi adalah transportasi. Makanya kita  dorong penggunaan motor, mobil, truk, dan bus listrik,&quot; tambahnya.
Terakhir, Luhut kembali menegaskan bahwa dirinya benar-benar optimis  bahwa Indonesia mampu menjadi negara maju setelah tahun 2045.
&quot;Sebagai penutup, Indonesia memiliki berpeluang besar untuk menjadi  negara berpendapatan tinggi di 2045 dan negara maju setelah tahun 2045,&quot;  tutup Luhut.</content:encoded></item></channel></rss>
