<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mulai Luluh soal Larangan Nikel, Luhut Klaim Uni Eropa Siap Bangun Smelter di RI</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim Uni Eropa  mulai luluh terhadap kebijakan hilirisasi nikel Pemerintah Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/10/320/3019876/mulai-luluh-soal-larangan-nikel-luhut-klaim-uni-eropa-siap-bangun-smelter-di-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/10/320/3019876/mulai-luluh-soal-larangan-nikel-luhut-klaim-uni-eropa-siap-bangun-smelter-di-ri"/><item><title>Mulai Luluh soal Larangan Nikel, Luhut Klaim Uni Eropa Siap Bangun Smelter di RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/10/320/3019876/mulai-luluh-soal-larangan-nikel-luhut-klaim-uni-eropa-siap-bangun-smelter-di-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/10/320/3019876/mulai-luluh-soal-larangan-nikel-luhut-klaim-uni-eropa-siap-bangun-smelter-di-ri</guid><pubDate>Senin 10 Juni 2024 21:00 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/10/320/3019876/mulai-luluh-soal-larangan-nikel-luhut-klaim-uni-eropa-siap-bangun-smelter-di-ri-8cE34bgSAp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luhut sebut Uni Eropa siap bangun smelter di RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/10/320/3019876/mulai-luluh-soal-larangan-nikel-luhut-klaim-uni-eropa-siap-bangun-smelter-di-ri-8cE34bgSAp.jpg</image><title>Luhut sebut Uni Eropa siap bangun smelter di RI (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xOS80LzE4MDg0OS81L3g4eXBpY3E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim Uni Eropa mulai luluh terhadap kebijakan hilirisasi nikel Pemerintah Indonesia. Luhut menjelaskan, Uni Eropa yang sebelumnya menggugat kebijakan hilirisasi nikel Indonesia ke forum perdagangan dunia alias WTO (World Trade Organization), kini sudah mau berdiskusi dengan pemerintah untuk rencana ekspor barang turunan dari nikel.
&quot;Ya akhirnya Uni Eropa juga mau negosiasi dengan kita, mereka yang file kita ke WTO, sekarang mereka mulai pikir,&quot; ujar Luhut dalam acara ulang tahun HIPMI di Jakarta, Senin (10/6/2024).

BACA JUGA:
Luhut: Bioetanol Siap Gantikan Bensin 3 Tahun Lagi


Lebih lanjut, Luhut mengungkapkan hasil diskusi yang dihasilkan dengan Uni Eropa terkait dengan hilirisasi nikel adalah pembangunan smelter nikel di Indonesia untuk beberapa bahan baku turunan dari nikel.
Menurutnya Uni Eropa mau masuk ke Indonesia untuk menggarap nikel, namun hanya untuk layer kedua dari bijih nikel seperti sulfat kobalt, serta layer ketiga seperti prekursor baterai untuk langsung di ekspor dari Indonesia.

BACA JUGA:
Hilirisasi dan Digitalisasi, Luhut Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 5%


&quot;Mereka (Uni Eropa) bilang asal layer kedua, ketiga jangan kalian larang ekspor. Kita (Indonesia) memang tidak ada rencana untuk melarang itu. Setelah itu masuk prekursor cathode segala macam, kita silahkan aja diekspor,&quot; kata Luhut.
Lebih lanjut dijelaskan, kebijakan hilirisasi akan berdampak cukup  positif terhadap perekonomian nasional. Bahkan diperkirakan pada tahun  2028 mendatang, nilai ekspor produk turunan nikel bisa tembus USD75  miliar atau setara Rp1.221 triliun.
&quot;Tahun 2028 saya kira (ekspor nikel) bisa dekat USD75 miliar, karena  kita sudah produksi kobalt, prekursor, katoda, sel baterai dan lain  sebagainya,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xOS80LzE4MDg0OS81L3g4eXBpY3E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim Uni Eropa mulai luluh terhadap kebijakan hilirisasi nikel Pemerintah Indonesia. Luhut menjelaskan, Uni Eropa yang sebelumnya menggugat kebijakan hilirisasi nikel Indonesia ke forum perdagangan dunia alias WTO (World Trade Organization), kini sudah mau berdiskusi dengan pemerintah untuk rencana ekspor barang turunan dari nikel.
&quot;Ya akhirnya Uni Eropa juga mau negosiasi dengan kita, mereka yang file kita ke WTO, sekarang mereka mulai pikir,&quot; ujar Luhut dalam acara ulang tahun HIPMI di Jakarta, Senin (10/6/2024).

BACA JUGA:
Luhut: Bioetanol Siap Gantikan Bensin 3 Tahun Lagi


Lebih lanjut, Luhut mengungkapkan hasil diskusi yang dihasilkan dengan Uni Eropa terkait dengan hilirisasi nikel adalah pembangunan smelter nikel di Indonesia untuk beberapa bahan baku turunan dari nikel.
Menurutnya Uni Eropa mau masuk ke Indonesia untuk menggarap nikel, namun hanya untuk layer kedua dari bijih nikel seperti sulfat kobalt, serta layer ketiga seperti prekursor baterai untuk langsung di ekspor dari Indonesia.

BACA JUGA:
Hilirisasi dan Digitalisasi, Luhut Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 5%


&quot;Mereka (Uni Eropa) bilang asal layer kedua, ketiga jangan kalian larang ekspor. Kita (Indonesia) memang tidak ada rencana untuk melarang itu. Setelah itu masuk prekursor cathode segala macam, kita silahkan aja diekspor,&quot; kata Luhut.
Lebih lanjut dijelaskan, kebijakan hilirisasi akan berdampak cukup  positif terhadap perekonomian nasional. Bahkan diperkirakan pada tahun  2028 mendatang, nilai ekspor produk turunan nikel bisa tembus USD75  miliar atau setara Rp1.221 triliun.
&quot;Tahun 2028 saya kira (ekspor nikel) bisa dekat USD75 miliar, karena  kita sudah produksi kobalt, prekursor, katoda, sel baterai dan lain  sebagainya,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
