<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepala Bappenas Putar Otak agar RI Tak Terjebak Jadi Negara Berpendapatan Menengah</title><description>Bappenas dan Indonesia Future Network (IFN) berharap ide anak muda  diakomodir dalam RPJPN Indonesia Emas 2025-2045.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/10/320/3019880/kepala-bappenas-putar-otak-agar-ri-tak-terjebak-jadi-negara-berpendapatan-menengah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/10/320/3019880/kepala-bappenas-putar-otak-agar-ri-tak-terjebak-jadi-negara-berpendapatan-menengah"/><item><title>Kepala Bappenas Putar Otak agar RI Tak Terjebak Jadi Negara Berpendapatan Menengah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/10/320/3019880/kepala-bappenas-putar-otak-agar-ri-tak-terjebak-jadi-negara-berpendapatan-menengah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/10/320/3019880/kepala-bappenas-putar-otak-agar-ri-tak-terjebak-jadi-negara-berpendapatan-menengah</guid><pubDate>Senin 10 Juni 2024 21:09 WIB</pubDate><dc:creator>Jihaan Haniifah Yarra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/10/320/3019880/kepala-bappenas-putar-otak-agar-ri-tak-terjebak-jadi-negara-berpendapatan-menengah-GSy1CJElW9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Bappenas putar otak agar RI jadi negara berpendapatan tinggi (Foto: Bappenas)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/10/320/3019880/kepala-bappenas-putar-otak-agar-ri-tak-terjebak-jadi-negara-berpendapatan-menengah-GSy1CJElW9.jpg</image><title>Kepala Bappenas putar otak agar RI jadi negara berpendapatan tinggi (Foto: Bappenas)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wNy8xLzE2NTAyNS81L3g4anYwaDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bappenas dan Indonesia Future Network (IFN) berharap ide anak muda diakomodir dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Indonesia Emas 2025-2045. Dengan begitu, pembangunan Indonesia tidak mengabaikan kualitas hidup generasi muda.
Dalam forum dialog eksklusif dengan tema Future Policy, Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, memuji IFN telah memahami kebijakan publik dan paham akan masalah.

BACA JUGA:
DPR Tanya Kepala Bappenas soal Target Defisit APBN 2025, Kok Beda dengan Sri Mulyani?


&amp;ldquo;Kalian berkumpul dan bergerak bersama sudah jadi langkah konkrit menuju Indonesia Emas,&amp;rdquo; kata Suharso, Senin (10/6/2024).
Bagi Suharso, pembangunan menuju Indonesia Emas tak main-main. Perlu rencana yang realistis dan terukur untuk mewujudkannya.

BACA JUGA:
Kepala Bappenas Sebut Hak Milik Atas Tanah Dibolehkan di IKN


&amp;ldquo;Indonesia 2045 itu perlu realistik dan terukur bagi bangsa Indonesia dengan memformulasikan dengan baik,&amp;rdquo; katanya.
&amp;ldquo;Kita perlu punya problem statement yang clear agar kita bisa mengurai masalah-masalah dengan solusi yang tepat. Ini perlu perencanaan yang baik dan partisipatif,&amp;rdquo; katanya.
Suharso tak menutup mata perlu adanya perhatian kepada generasi muda.  Perhatian itu adalah salah satu cara Indonesia tak terjerat dalam  middle income trap.
&amp;ldquo;Kita perlu meningkatkan human capital indeks dengan meningkatkan  kualitas hidup generasi muda melalui kesehatan dan pendidikan,&amp;rdquo; katanya.
&amp;ldquo;Sama-sama kita harus memahami isu middel income trap agar bisa jadi  negara maju, Kami dari Bappenas berharap standarisasi kualitas kesehatan  dan pendidikan menjadi prioritas untuk lepas dari jebakan tersebut,&amp;rdquo;  katanya.
Sementara itu, Co Inisiator IFN, Doni Adhitia, menginginkan suara  anak muda bisa didengar. Tak hanya itu, dia ingin gagasan dari pemuda  bisa diakomodir dalam RPJPN Indonesia Emas 2025-2045.
&amp;ldquo;Kami membuat Indonesia Future Network untuk memastikan partisipasi  dan representasi orang muda dapat diakomodir dalam penyusunan dan  implementasi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN)   Indonesia Emas 2025-2045,&amp;rdquo; kata Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden  tersebut.
&amp;ldquo;IFN future Policy tidak hanya membahas isu-isu masa depan, tapi juga  menyiapkan  metodologi tata kelola kebijakan yang relevan dengan  dinamika masa depan,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wNy8xLzE2NTAyNS81L3g4anYwaDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bappenas dan Indonesia Future Network (IFN) berharap ide anak muda diakomodir dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Indonesia Emas 2025-2045. Dengan begitu, pembangunan Indonesia tidak mengabaikan kualitas hidup generasi muda.
Dalam forum dialog eksklusif dengan tema Future Policy, Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, memuji IFN telah memahami kebijakan publik dan paham akan masalah.

BACA JUGA:
DPR Tanya Kepala Bappenas soal Target Defisit APBN 2025, Kok Beda dengan Sri Mulyani?


&amp;ldquo;Kalian berkumpul dan bergerak bersama sudah jadi langkah konkrit menuju Indonesia Emas,&amp;rdquo; kata Suharso, Senin (10/6/2024).
Bagi Suharso, pembangunan menuju Indonesia Emas tak main-main. Perlu rencana yang realistis dan terukur untuk mewujudkannya.

BACA JUGA:
Kepala Bappenas Sebut Hak Milik Atas Tanah Dibolehkan di IKN


&amp;ldquo;Indonesia 2045 itu perlu realistik dan terukur bagi bangsa Indonesia dengan memformulasikan dengan baik,&amp;rdquo; katanya.
&amp;ldquo;Kita perlu punya problem statement yang clear agar kita bisa mengurai masalah-masalah dengan solusi yang tepat. Ini perlu perencanaan yang baik dan partisipatif,&amp;rdquo; katanya.
Suharso tak menutup mata perlu adanya perhatian kepada generasi muda.  Perhatian itu adalah salah satu cara Indonesia tak terjerat dalam  middle income trap.
&amp;ldquo;Kita perlu meningkatkan human capital indeks dengan meningkatkan  kualitas hidup generasi muda melalui kesehatan dan pendidikan,&amp;rdquo; katanya.
&amp;ldquo;Sama-sama kita harus memahami isu middel income trap agar bisa jadi  negara maju, Kami dari Bappenas berharap standarisasi kualitas kesehatan  dan pendidikan menjadi prioritas untuk lepas dari jebakan tersebut,&amp;rdquo;  katanya.
Sementara itu, Co Inisiator IFN, Doni Adhitia, menginginkan suara  anak muda bisa didengar. Tak hanya itu, dia ingin gagasan dari pemuda  bisa diakomodir dalam RPJPN Indonesia Emas 2025-2045.
&amp;ldquo;Kami membuat Indonesia Future Network untuk memastikan partisipasi  dan representasi orang muda dapat diakomodir dalam penyusunan dan  implementasi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN)   Indonesia Emas 2025-2045,&amp;rdquo; kata Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden  tersebut.
&amp;ldquo;IFN future Policy tidak hanya membahas isu-isu masa depan, tapi juga  menyiapkan  metodologi tata kelola kebijakan yang relevan dengan  dinamika masa depan,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
