<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut ke Pengusaha Muda: Jangan Hanya Bisnis Tambang Saja</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tidak berfokus bisnis di sektor batubara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/10/320/3019891/luhut-ke-pengusaha-muda-jangan-hanya-bisnis-tambang-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/10/320/3019891/luhut-ke-pengusaha-muda-jangan-hanya-bisnis-tambang-saja"/><item><title>Luhut ke Pengusaha Muda: Jangan Hanya Bisnis Tambang Saja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/10/320/3019891/luhut-ke-pengusaha-muda-jangan-hanya-bisnis-tambang-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/10/320/3019891/luhut-ke-pengusaha-muda-jangan-hanya-bisnis-tambang-saja</guid><pubDate>Senin 10 Juni 2024 21:26 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/10/320/3019891/luhut-ke-pengusaha-muda-jangan-hanya-bisnis-tambang-saja-nrJ8jKYNbN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luhut minta pengusaha muda tak hanya fokus ke bisnis tambang (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/10/320/3019891/luhut-ke-pengusaha-muda-jangan-hanya-bisnis-tambang-saja-nrJ8jKYNbN.jpg</image><title>Luhut minta pengusaha muda tak hanya fokus ke bisnis tambang (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8wNC8xLzE4MTQwNy81L3g4em02NjA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tidak berfokus bisnis di sektor batu bara saja.
Sebab dikatakan Luhut, sektor kemaritiman dan pertanian juga cukup menguntungkan untuk bisnis ke depannya. Sebab kedua hal tersebut juga erat kaitannya dengan kebutuhan pangan masyarakat setiap harinya. Belum lagi, jika komoditas dari kedua sektor tersebut diolah untuk kebutuhan lainnya.

BACA JUGA:
Mulai Luluh soal Larangan Nikel, Luhut Klaim Uni Eropa Siap Bangun Smelter di RI


&quot;Anda masuk situ, jangan hanya berpikir quick business, hanya tambang-tambang saja. Itu pertanian itu lebih besar untungnya daripada pertambangan,&quot; ujar Luhut dalam acara ulang tahun HIPMI di Jakarta, Senin (10/6/2024).
Luhut memberikan contoh, misalnya salah satu sektor yang cukup potensial untuk digarap kedepannya adalah hilirisasi untuk sektor rumput laut. Sebab berdasarkan riset yang telah dilakukan, komoditas tersebut memiliki produk hilir yang mempunyai nilai jual tinggi.

BACA JUGA:
Luhut: Bioetanol Siap Gantikan Bensin 3 Tahun Lagi


&quot;Makanya saya anjurkan pada anda, masuk misalnya kepada tadi rumput laut tadi,&quot; kata Luhut.
&quot;Sektor kemaritiman, saya sudah singgung tadi, masalah kita masih kecil sekali angkanya, peluangnya sangat besar sekali. Anda masuk ke sini, jangan hanya lihat batu bara saja, batu bara saja. Batubara kamu enggak akan bisa main-main lagi untungnya,&quot; sambungnya.
Luhut mengungkapkan, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh  Kementeriannya, rumput laut bisa diolah menjadi bahan baku pembuatan  bioetanol, degradable plastik, pupuk organik, dan lain sebagainya.
&quot;Seaweed ini Anda kalau masuk bisnis saya usulkan, anak-anak muda  kalian pertimbangkan, sekarang itu ada deputi saya Firman Anda bisa  tanya berapa maju kita sekarang dalam studi mengenai seaweed,&quot;  pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8wNC8xLzE4MTQwNy81L3g4em02NjA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tidak berfokus bisnis di sektor batu bara saja.
Sebab dikatakan Luhut, sektor kemaritiman dan pertanian juga cukup menguntungkan untuk bisnis ke depannya. Sebab kedua hal tersebut juga erat kaitannya dengan kebutuhan pangan masyarakat setiap harinya. Belum lagi, jika komoditas dari kedua sektor tersebut diolah untuk kebutuhan lainnya.

BACA JUGA:
Mulai Luluh soal Larangan Nikel, Luhut Klaim Uni Eropa Siap Bangun Smelter di RI


&quot;Anda masuk situ, jangan hanya berpikir quick business, hanya tambang-tambang saja. Itu pertanian itu lebih besar untungnya daripada pertambangan,&quot; ujar Luhut dalam acara ulang tahun HIPMI di Jakarta, Senin (10/6/2024).
Luhut memberikan contoh, misalnya salah satu sektor yang cukup potensial untuk digarap kedepannya adalah hilirisasi untuk sektor rumput laut. Sebab berdasarkan riset yang telah dilakukan, komoditas tersebut memiliki produk hilir yang mempunyai nilai jual tinggi.

BACA JUGA:
Luhut: Bioetanol Siap Gantikan Bensin 3 Tahun Lagi


&quot;Makanya saya anjurkan pada anda, masuk misalnya kepada tadi rumput laut tadi,&quot; kata Luhut.
&quot;Sektor kemaritiman, saya sudah singgung tadi, masalah kita masih kecil sekali angkanya, peluangnya sangat besar sekali. Anda masuk ke sini, jangan hanya lihat batu bara saja, batu bara saja. Batubara kamu enggak akan bisa main-main lagi untungnya,&quot; sambungnya.
Luhut mengungkapkan, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh  Kementeriannya, rumput laut bisa diolah menjadi bahan baku pembuatan  bioetanol, degradable plastik, pupuk organik, dan lain sebagainya.
&quot;Seaweed ini Anda kalau masuk bisnis saya usulkan, anak-anak muda  kalian pertimbangkan, sekarang itu ada deputi saya Firman Anda bisa  tanya berapa maju kita sekarang dalam studi mengenai seaweed,&quot;  pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
