<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Permintaan Rumah Mewah di Atas Rp3 Miliar Melambat</title><description>Pemilihan Umum menciptakan suasana ketidakpastian yang membuat investor dan konsumen cenderung menunda keputusan finansial.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/10/470/3019718/permintaan-rumah-mewah-di-atas-rp3-miliar-melambat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/10/470/3019718/permintaan-rumah-mewah-di-atas-rp3-miliar-melambat"/><item><title>Permintaan Rumah Mewah di Atas Rp3 Miliar Melambat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/10/470/3019718/permintaan-rumah-mewah-di-atas-rp3-miliar-melambat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/10/470/3019718/permintaan-rumah-mewah-di-atas-rp3-miliar-melambat</guid><pubDate>Senin 10 Juni 2024 16:08 WIB</pubDate><dc:creator>Farida Syifa Anandita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/10/470/3019718/permintaan-rumah-mewah-di-atas-rp3-miliar-melambat-qjnVcc0Rze.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Permintaan rumah mewah melambat (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/10/470/3019718/permintaan-rumah-mewah-di-atas-rp3-miliar-melambat-qjnVcc0Rze.jpeg</image><title>Permintaan rumah mewah melambat (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8wNy8xLzE4MTUyNS81L3g4enVhcDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemilihan Umum (Pemilu) menciptakan suasana ketidakpastian yang membuat investor dan konsumen cenderung menunda keputusan finansial. Kekhawatiran ada pada potensi perubahan regulasi yang dapat mempengaruhi proyek konstruksi yang sedang berlangsung, berimbas juga pada pasar properti residential, khususnya untuk properti dengan nilai tinggi.
Berdasarkan data Pinhome Indonesia Residential Market Report 2024 Kuartal I, Senin (10/6/2024), minat terhadap rumah mewah (segmen harga rumah di atas 3 miliar rupiah) menunjukkan pertumbuhan yang lebih lambat 38% dibandingkan dengan segmen rumah terjangkau (rumah sederhana hingga rumah menengah).

BACA JUGA:
Properti Laris Manis, Unit OXO The Residences: Bukti Bali Rumah Kedua


Pada kota metropolitan seperti DKI Jakarta, Bandung, dan Surabaya, minat terhadap rumah mewah lebih lambat hingga 68% dibandingkan segmen rumah yang lebih terjangkau.
Di tengah adanya ketidakpastian tentang kelanjutan proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur selama periode Pemilihan Umum, minat terhadap pasar properti residensial di wilayah penyangga IKN seperti Samarinda dan Balikpapan tetap ada dan semakin kuat.

BACA JUGA:
Segini Harta Kekayaan Dhony Rahajoe, Bos Properti yang Mundur dari Wakil Kepala Otorita IKN


Pasar properti residensial di kota-kota penyangga lebih dulu bertumbuh karena infrastruktur yang telah memadai sementara IKN belum menjadi titik perekonomian baru.
Masih terkait dengan pembangunan IKN, selain Kalimantan Timur, pencarian properti residensial untuk Makassar, Sulawesi Selatan, bertumbuh 464% di kuartal satu tahun 2024 dibandingkan kuartal satu tahun 2023. Makassar diharapkan akan mendukung IKN, terutama sebagai pemasok bahan pangan, yang menambah potensi pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.

Dalam pertumbuhan properti residensial di pasar primer, insentif  Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), yang menawarkan  penanggungan PPN 100% hingga Juni 2024 dan 50% hingga Desember 2024,  telah mempengaruhi perilaku calon pembeli rumah.
Data menunjukkan bahwa di kuartal pertama tahun 2024, untuk rumah  baru dengan harga kurang dari 2 miliar rupiah, calon pembeli mempercepat  keputusan pembelian rumah menjadi 25% lebih cepat dibandingkan kuartal  sebelumnya. Urgensi untuk memanfaatkan insentif pajak penuh sebelum Juni  2024 mendorong pembeli untuk bertindak lebih cepat.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8wNy8xLzE4MTUyNS81L3g4enVhcDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemilihan Umum (Pemilu) menciptakan suasana ketidakpastian yang membuat investor dan konsumen cenderung menunda keputusan finansial. Kekhawatiran ada pada potensi perubahan regulasi yang dapat mempengaruhi proyek konstruksi yang sedang berlangsung, berimbas juga pada pasar properti residential, khususnya untuk properti dengan nilai tinggi.
Berdasarkan data Pinhome Indonesia Residential Market Report 2024 Kuartal I, Senin (10/6/2024), minat terhadap rumah mewah (segmen harga rumah di atas 3 miliar rupiah) menunjukkan pertumbuhan yang lebih lambat 38% dibandingkan dengan segmen rumah terjangkau (rumah sederhana hingga rumah menengah).

BACA JUGA:
Properti Laris Manis, Unit OXO The Residences: Bukti Bali Rumah Kedua


Pada kota metropolitan seperti DKI Jakarta, Bandung, dan Surabaya, minat terhadap rumah mewah lebih lambat hingga 68% dibandingkan segmen rumah yang lebih terjangkau.
Di tengah adanya ketidakpastian tentang kelanjutan proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur selama periode Pemilihan Umum, minat terhadap pasar properti residensial di wilayah penyangga IKN seperti Samarinda dan Balikpapan tetap ada dan semakin kuat.

BACA JUGA:
Segini Harta Kekayaan Dhony Rahajoe, Bos Properti yang Mundur dari Wakil Kepala Otorita IKN


Pasar properti residensial di kota-kota penyangga lebih dulu bertumbuh karena infrastruktur yang telah memadai sementara IKN belum menjadi titik perekonomian baru.
Masih terkait dengan pembangunan IKN, selain Kalimantan Timur, pencarian properti residensial untuk Makassar, Sulawesi Selatan, bertumbuh 464% di kuartal satu tahun 2024 dibandingkan kuartal satu tahun 2023. Makassar diharapkan akan mendukung IKN, terutama sebagai pemasok bahan pangan, yang menambah potensi pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.

Dalam pertumbuhan properti residensial di pasar primer, insentif  Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), yang menawarkan  penanggungan PPN 100% hingga Juni 2024 dan 50% hingga Desember 2024,  telah mempengaruhi perilaku calon pembeli rumah.
Data menunjukkan bahwa di kuartal pertama tahun 2024, untuk rumah  baru dengan harga kurang dari 2 miliar rupiah, calon pembeli mempercepat  keputusan pembelian rumah menjadi 25% lebih cepat dibandingkan kuartal  sebelumnya. Urgensi untuk memanfaatkan insentif pajak penuh sebelum Juni  2024 mendorong pembeli untuk bertindak lebih cepat.</content:encoded></item></channel></rss>
