<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Penjelasan Stafsus Sri Mulyani soal Utang Indonesia ke IMF Rp137,7 Triliun</title><description>Yustinus Prastowo angkat bicara perihal data utang yang menyebutkan Indonesia punya utang di Dana Moneter Internasional (IMF).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/11/320/3020082/ini-penjelasan-stafsus-sri-mulyani-soal-utang-indonesia-ke-imf-rp137-7-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/11/320/3020082/ini-penjelasan-stafsus-sri-mulyani-soal-utang-indonesia-ke-imf-rp137-7-triliun"/><item><title>Ini Penjelasan Stafsus Sri Mulyani soal Utang Indonesia ke IMF Rp137,7 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/11/320/3020082/ini-penjelasan-stafsus-sri-mulyani-soal-utang-indonesia-ke-imf-rp137-7-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/11/320/3020082/ini-penjelasan-stafsus-sri-mulyani-soal-utang-indonesia-ke-imf-rp137-7-triliun</guid><pubDate>Selasa 11 Juni 2024 11:52 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/11/320/3020082/ini-penjelasan-stafsus-sri-mulyani-soal-utang-indonesia-ke-imf-rp137-7-triliun-eoyHZJdK7k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penjelasan Stafsus Sri Mulyani soal Utang ke IMF (Foto: Tangkapan Layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/11/320/3020082/ini-penjelasan-stafsus-sri-mulyani-soal-utang-indonesia-ke-imf-rp137-7-triliun-eoyHZJdK7k.jpg</image><title>Penjelasan Stafsus Sri Mulyani soal Utang ke IMF (Foto: Tangkapan Layar)</title></images><description>JAKARTA - Staf Khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani, Yustinus Prastowo angkat bicara perihal data statistik utang luar negeri Indonesia kuartal I-2024 yang menyebutkan Indonesia punya utang di Dana Moneter Internasional (IMF) sebesar USD8,5 miliar atau setara Rp137,7 triliun.

BACA JUGA:Ternyata Indonesia Utang ke IMF Rp137,7 Triliun&amp;nbsp;


Menurut Yustinus, pinjaman ke IMF yang ditanyakan tersebut merupakan dana yang diterima Bank Indonesia (BI) sebagai anggota IMF untuk bersama-sama memperkuat moneter global.

&quot;Untuk dana IMF tersebut memang dicatat BI sebagai pinjaman pada Laporan BI/SULNI,&quot; kata Yustinus saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Selasa (11/6/2024).

BACA JUGA:Utang Jatuh Tempo Rp800 Triliun di 2025, Begini Penjelasan Sri Mulyani&amp;nbsp;


Yustinus menjelaskan, dana tersebut merupakan instrumen khusus yang dikeluarkan oleh IMF untuk menjaga cadangan devisa negara anggotanya.

&quot;Berbeda dengan utang pada umumnya, dana tersebut tidak memiliki jangka waktu pengembalian. BI tidak dibatasi waktunya untuk mengembalikan dana tersebut kepada IMF,&quot; ujarnya.

Sementara itu, Yustinus menegaskan pemerintah sudah tidak berutang lagi ke IMF sejak 2006. &quot;Pemerintah sudah tidak berutang lagi ke IMF sejak Oktober 2006,&quot; tegasnya.



Senada, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan bahwa pinjaman IMF untuk mengatasi krisis ekonomi sudah lunas sejak 2006.



&quot;Kalau pinjaman program yang dulu kita peroleh untuk mengatasi krisis ekonomi sudah lunas sejak lama, kalau enggak salah lunas semua di tahun 2006,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Staf Khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani, Yustinus Prastowo angkat bicara perihal data statistik utang luar negeri Indonesia kuartal I-2024 yang menyebutkan Indonesia punya utang di Dana Moneter Internasional (IMF) sebesar USD8,5 miliar atau setara Rp137,7 triliun.

BACA JUGA:Ternyata Indonesia Utang ke IMF Rp137,7 Triliun&amp;nbsp;


Menurut Yustinus, pinjaman ke IMF yang ditanyakan tersebut merupakan dana yang diterima Bank Indonesia (BI) sebagai anggota IMF untuk bersama-sama memperkuat moneter global.

&quot;Untuk dana IMF tersebut memang dicatat BI sebagai pinjaman pada Laporan BI/SULNI,&quot; kata Yustinus saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Selasa (11/6/2024).

BACA JUGA:Utang Jatuh Tempo Rp800 Triliun di 2025, Begini Penjelasan Sri Mulyani&amp;nbsp;


Yustinus menjelaskan, dana tersebut merupakan instrumen khusus yang dikeluarkan oleh IMF untuk menjaga cadangan devisa negara anggotanya.

&quot;Berbeda dengan utang pada umumnya, dana tersebut tidak memiliki jangka waktu pengembalian. BI tidak dibatasi waktunya untuk mengembalikan dana tersebut kepada IMF,&quot; ujarnya.

Sementara itu, Yustinus menegaskan pemerintah sudah tidak berutang lagi ke IMF sejak 2006. &quot;Pemerintah sudah tidak berutang lagi ke IMF sejak Oktober 2006,&quot; tegasnya.



Senada, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan bahwa pinjaman IMF untuk mengatasi krisis ekonomi sudah lunas sejak 2006.



&quot;Kalau pinjaman program yang dulu kita peroleh untuk mengatasi krisis ekonomi sudah lunas sejak lama, kalau enggak salah lunas semua di tahun 2006,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
