<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Hari Ini Melemah Nyaris Tembus Rp16.300 per USD</title><description>Nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis 3 poin poin atau 0,02% ke level Rp16.294 pada perdagangan hari ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/12/278/3020716/rupiah-hari-ini-melemah-nyaris-tembus-rp16-300-per-usd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/12/278/3020716/rupiah-hari-ini-melemah-nyaris-tembus-rp16-300-per-usd"/><item><title>Rupiah Hari Ini Melemah Nyaris Tembus Rp16.300 per USD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/12/278/3020716/rupiah-hari-ini-melemah-nyaris-tembus-rp16-300-per-usd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/12/278/3020716/rupiah-hari-ini-melemah-nyaris-tembus-rp16-300-per-usd</guid><pubDate>Rabu 12 Juni 2024 16:45 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/12/278/3020716/rupiah-hari-ini-melemah-nyaris-tembus-rp16-300-per-usd-faoTPEZ3jL.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Nilai tukar rupiah melemah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/12/278/3020716/rupiah-hari-ini-melemah-nyaris-tembus-rp16-300-per-usd-faoTPEZ3jL.jpeg</image><title>Nilai tukar rupiah melemah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wOS8xLzE2NzkzMS81L3g4bWR0Njc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis 3 poin poin atau 0,02% ke level Rp16.294 pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat dibuka pada level Rp16.296 per dolar AS.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, indeks dolar AS  stabil di dekat level tertinggi satu bulan pada hari ini, setelah rebound dalam beberapa sesi terakhir untuk mengantisipasi isyarat pada hari Rabu, pertemuan bank sentral Amerika.

BACA JUGA:
Rupiah Dekati Rp16.300 per USD, Jokowi: Masih di Posisi Baik


&quot;The Fed akan mengadakan pertemuan dua hari pada hari Rabu dan diperkirakan tidak akan mengubah suku bunganya. Namun setiap sinyal mengenai keputusan suku bunga di masa depan akan diawasi dengan ketat, terutama di tengah maraknya spekulasi mengenai potensi penurunan suku bunga pada bulan September,&quot; tulis Ibrahim dalam risetnya, Rabu (12/6/2024).
Para pelaku pasar juga mewaspadai kemungkinan sikap hawkish dari The Fed, di tengah tingginya inflasi dan kuatnya pasar tenaga kerja. Sebelum pertemuan Fed, data indeks harga konsumen juga akan dirilis pada hari Rabu, dan diperkirakan menunjukkan inflasi tetap stabil di bulan Mei. Tren seperti ini memberi The Fed lebih banyak dorongan untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

BACA JUGA:
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp16.195/USD Sambut Akhir Pekan


Data inflasi Tiongkok yang beragam juga menimbulkan beberapa kekhawatiran terhadap pemulihan ekonomi di negara tersebut. Meskipun inflasi indeks harga produsen menyusut pada laju paling lambat dalam 15 bulan pada bulan Mei, inflasi indeks harga konsumen tumbuh kurang dari perkiraan, hampir tidak berada di luar wilayah kontraksi. Angka tersebut menunjukkan bahwa belanja konsumen yang merupakan pendorong utama perekonomian Tiongkok masih lemah, bahkan ketika aktivitas pabrik meningkat.
Dari sentimen domestik, ekonom menyambut baik pernyataan Bank Dunia yang kembali menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini karena ekspansi AS yang kuat, sembari memperingatkan bahwa perubahan iklim, perang, dan utang yang tinggi akan merugikan negara-negara miskin yang menjadi tempat tinggal sebagian besar penduduk dunia.
Bank ini menaikkan proyeksinya menjadi 2,6% dari perkiraan 2,4% di  Januari akan menjadi akhir dari setengah dekade terburuk dalam  pertumbuhan perdagangan sejak tahun 1990-an. Proyeksi naiknya  pertumbuhan ekonomi global akan berdampak positif terhadap perekonomian  Asia Tenggara, terutama Indonesia yang digadang-gadang baik oleh  pemerintah ataupun Bank Indonesia berada di kisaran 5,11% secara  tahunan.
Dan sebagian besar peningkatan ini berasal dari Bank Dunia yang  menaikkan proyeksi pertumbuhan AS menjadi 2,5% dari perkiraan sebelumnya  sebesar 1,6%. Sedangkan tingkat inflasi global diperkirakan akan turun  menjadi 3,5% tahun ini dan 2,9% pada tahun 2025, tetapi turun lebih  lambat dari yang diproyeksikan pada Januari.
Hal ini menandakan bahwa banyak bank sentral akan tetap berhati-hati  dalam memangkas suku bunga, yang mungkin akan tetap tinggi menurut  standar sebelum pandemi, dengan rata-rata sekitar 4% pada tahun 2025  hingga 2026.
Meskipun pertumbuhan perdagangan akan meningkat sedikit tahun ini  dari kemandekan tahun lalu, Bank Dunia memperkirakan bahwa tahun 2024  akan menjadi akhir dari setengah dekade terburuk dalam pertumbuhan  perdagangan sejak tahun 1990-an.
Berdasarkan data di atas, mata uang rupiah untuk perdagangan  berikutnya diprediksi bergerak fluktuatif, namun kembali ditutup menguat  di rentang Rp16.250 - Rp16.320.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wOS8xLzE2NzkzMS81L3g4bWR0Njc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis 3 poin poin atau 0,02% ke level Rp16.294 pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat dibuka pada level Rp16.296 per dolar AS.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, indeks dolar AS  stabil di dekat level tertinggi satu bulan pada hari ini, setelah rebound dalam beberapa sesi terakhir untuk mengantisipasi isyarat pada hari Rabu, pertemuan bank sentral Amerika.

BACA JUGA:
Rupiah Dekati Rp16.300 per USD, Jokowi: Masih di Posisi Baik


&quot;The Fed akan mengadakan pertemuan dua hari pada hari Rabu dan diperkirakan tidak akan mengubah suku bunganya. Namun setiap sinyal mengenai keputusan suku bunga di masa depan akan diawasi dengan ketat, terutama di tengah maraknya spekulasi mengenai potensi penurunan suku bunga pada bulan September,&quot; tulis Ibrahim dalam risetnya, Rabu (12/6/2024).
Para pelaku pasar juga mewaspadai kemungkinan sikap hawkish dari The Fed, di tengah tingginya inflasi dan kuatnya pasar tenaga kerja. Sebelum pertemuan Fed, data indeks harga konsumen juga akan dirilis pada hari Rabu, dan diperkirakan menunjukkan inflasi tetap stabil di bulan Mei. Tren seperti ini memberi The Fed lebih banyak dorongan untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

BACA JUGA:
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp16.195/USD Sambut Akhir Pekan


Data inflasi Tiongkok yang beragam juga menimbulkan beberapa kekhawatiran terhadap pemulihan ekonomi di negara tersebut. Meskipun inflasi indeks harga produsen menyusut pada laju paling lambat dalam 15 bulan pada bulan Mei, inflasi indeks harga konsumen tumbuh kurang dari perkiraan, hampir tidak berada di luar wilayah kontraksi. Angka tersebut menunjukkan bahwa belanja konsumen yang merupakan pendorong utama perekonomian Tiongkok masih lemah, bahkan ketika aktivitas pabrik meningkat.
Dari sentimen domestik, ekonom menyambut baik pernyataan Bank Dunia yang kembali menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini karena ekspansi AS yang kuat, sembari memperingatkan bahwa perubahan iklim, perang, dan utang yang tinggi akan merugikan negara-negara miskin yang menjadi tempat tinggal sebagian besar penduduk dunia.
Bank ini menaikkan proyeksinya menjadi 2,6% dari perkiraan 2,4% di  Januari akan menjadi akhir dari setengah dekade terburuk dalam  pertumbuhan perdagangan sejak tahun 1990-an. Proyeksi naiknya  pertumbuhan ekonomi global akan berdampak positif terhadap perekonomian  Asia Tenggara, terutama Indonesia yang digadang-gadang baik oleh  pemerintah ataupun Bank Indonesia berada di kisaran 5,11% secara  tahunan.
Dan sebagian besar peningkatan ini berasal dari Bank Dunia yang  menaikkan proyeksi pertumbuhan AS menjadi 2,5% dari perkiraan sebelumnya  sebesar 1,6%. Sedangkan tingkat inflasi global diperkirakan akan turun  menjadi 3,5% tahun ini dan 2,9% pada tahun 2025, tetapi turun lebih  lambat dari yang diproyeksikan pada Januari.
Hal ini menandakan bahwa banyak bank sentral akan tetap berhati-hati  dalam memangkas suku bunga, yang mungkin akan tetap tinggi menurut  standar sebelum pandemi, dengan rata-rata sekitar 4% pada tahun 2025  hingga 2026.
Meskipun pertumbuhan perdagangan akan meningkat sedikit tahun ini  dari kemandekan tahun lalu, Bank Dunia memperkirakan bahwa tahun 2024  akan menjadi akhir dari setengah dekade terburuk dalam pertumbuhan  perdagangan sejak tahun 1990-an.
Berdasarkan data di atas, mata uang rupiah untuk perdagangan  berikutnya diprediksi bergerak fluktuatif, namun kembali ditutup menguat  di rentang Rp16.250 - Rp16.320.</content:encoded></item></channel></rss>
