<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Penyebab Pasokan Gas ke Industri Jateng Naik 1.000%</title><description>Penyaluran gas bumi ke pelanggan industri dan komersial di wilayah Jawa Tengah (Jateng) mengalami kenaikan hingga 1.000%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/12/320/3020533/ini-penyebab-pasokan-gas-ke-industri-jateng-naik-1-000</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/12/320/3020533/ini-penyebab-pasokan-gas-ke-industri-jateng-naik-1-000"/><item><title>Ini Penyebab Pasokan Gas ke Industri Jateng Naik 1.000%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/12/320/3020533/ini-penyebab-pasokan-gas-ke-industri-jateng-naik-1-000</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/12/320/3020533/ini-penyebab-pasokan-gas-ke-industri-jateng-naik-1-000</guid><pubDate>Rabu 12 Juni 2024 10:44 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi Aulia Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/12/320/3020533/ini-penyebab-pasokan-gas-ke-industri-jateng-naik-1-000-1B2SUhu1zE.png" expression="full" type="image/jpeg">Pasokan Gas ke Industri Jateng Naik 1.000% (Foto: Dokumentasi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/12/320/3020533/ini-penyebab-pasokan-gas-ke-industri-jateng-naik-1-000-1B2SUhu1zE.png</image><title>Pasokan Gas ke Industri Jateng Naik 1.000% (Foto: Dokumentasi)</title></images><description>JAKARTA -  Penyaluran gas bumi ke pelanggan industri dan komersial di wilayah Jawa Tengah (Jateng) mengalami kenaikan hingga 1.000% dengan adanya integrasi infrastruktur pipa gas.

Peningkatan penyaluran ini merupakan optimalisasi pemanfaatan gas bumi melalui integrasi jaringan pipa distribusi gas bumi di Jawa Tengah, sejalan dengan pengembangan Pipa Transmisi Cirebon-Semarang I (Pipa Cisem), dan Pipa Transmisi Gresik &amp;ndash; Semarang (Pipa Gresem).

BACA JUGA:Pipa Gas Cisem Tahap 1 Rampung, Ini Manfaatnya untuk Industri di RI&amp;nbsp;


Direktur Komersial PGN, Ratih Esti Prihatini, menerangkan bahwa volume gas bumi dari intregasi pipa disalurkan untuk pelanggan industri, komersial dan pembangkit listrik yang berada di kawasan Kota Semarang, Demak, Kendal, dan Batang.

&quot;Integrasi tersebut telah meningkatkan penyaluran gas bumi khususnya untuk industri dan komersial eksisting dari volume 300.000 m3 per bulan pada awal 2022 menjadi 3 juta m3 per bulan atau mengalami peningkatan 1.000%,&quot; ujar Direktur Komersial PGN Ratih Esti Prihatini, Rabu (12/6/2024).

BACA JUGA:Subsidi Gas Industri Dinilai Tak Mampu Ciptakan Produk yang Murah, Kok Bisa?&amp;nbsp;


Beberapa industri besar yang saat ini menggunakan gas tersebut di antaranya PT Indofood Fortuna Makmur, PT Aroma Kopi Krim dan PT Rumah Keramik Indonesia.

&amp;ldquo;PGN akan terus mengoptimalkan pengelolaan gas bumi dan infrastruktur  khususnya dalam integrasi dan agregasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi, karena hal ini yang akan menjadi faktor pendorong pertumbuhan penyerapan gas bumi. Tentu, kami harapkan tidak hanya industri eksisting namun juga pelanggan baru yang berada di sekitar infrastruktur yang telah terintegrasi,&amp;rdquo; katanya.

Optimasi pemanfaatan gas hilir dan integrasi infrastruktur dilakukan PGN dengan mengembangkan jaringan pipa distribusi gas bumi Jateng. Total pipa distribusi yang sudah dibangun saat ini sepanjang &amp;plusmn;34 Km.



Menurut Ratih, Pipa Distribusi PGN yang telah terintegrasi dengan Pipa Cisem dan Gresem juga akan memberikan fleksibilitas mendatangkan pasokan dari beberapa sumber. Selanjutnya, PGN dapat melakukan agregasi pada customer-customer potensial.



Pada tahun 2024 ini, PGN akan terus berupaya menyelesaikan penyelesaian infrastruktur ke calon pelanggan yang sudah terkontrak diantaranya PT KCC Glass Indonesia di Batang dengan kebutuhan volume gas 8 BBTUD. Beberapa pabrik lainnya berada di Kendal dan Mangkang seperti LBM, BTR, Matahari Tire Indonesia dan Sango Ceramic dengan potensi volume awal sekitar 3 BBTUD di tahun 2024 ini.



&amp;ldquo;Dengan demikian, total proyeksi optimasi penyaluran gas melalui Pipa Gresem-Cisem pada di akhir tahun ini sekitar 14 BBTUD atau sekitar 14 juta m3 per bulan,&amp;rdquo; katanya.



</description><content:encoded>JAKARTA -  Penyaluran gas bumi ke pelanggan industri dan komersial di wilayah Jawa Tengah (Jateng) mengalami kenaikan hingga 1.000% dengan adanya integrasi infrastruktur pipa gas.

Peningkatan penyaluran ini merupakan optimalisasi pemanfaatan gas bumi melalui integrasi jaringan pipa distribusi gas bumi di Jawa Tengah, sejalan dengan pengembangan Pipa Transmisi Cirebon-Semarang I (Pipa Cisem), dan Pipa Transmisi Gresik &amp;ndash; Semarang (Pipa Gresem).

BACA JUGA:Pipa Gas Cisem Tahap 1 Rampung, Ini Manfaatnya untuk Industri di RI&amp;nbsp;


Direktur Komersial PGN, Ratih Esti Prihatini, menerangkan bahwa volume gas bumi dari intregasi pipa disalurkan untuk pelanggan industri, komersial dan pembangkit listrik yang berada di kawasan Kota Semarang, Demak, Kendal, dan Batang.

&quot;Integrasi tersebut telah meningkatkan penyaluran gas bumi khususnya untuk industri dan komersial eksisting dari volume 300.000 m3 per bulan pada awal 2022 menjadi 3 juta m3 per bulan atau mengalami peningkatan 1.000%,&quot; ujar Direktur Komersial PGN Ratih Esti Prihatini, Rabu (12/6/2024).

BACA JUGA:Subsidi Gas Industri Dinilai Tak Mampu Ciptakan Produk yang Murah, Kok Bisa?&amp;nbsp;


Beberapa industri besar yang saat ini menggunakan gas tersebut di antaranya PT Indofood Fortuna Makmur, PT Aroma Kopi Krim dan PT Rumah Keramik Indonesia.

&amp;ldquo;PGN akan terus mengoptimalkan pengelolaan gas bumi dan infrastruktur  khususnya dalam integrasi dan agregasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi, karena hal ini yang akan menjadi faktor pendorong pertumbuhan penyerapan gas bumi. Tentu, kami harapkan tidak hanya industri eksisting namun juga pelanggan baru yang berada di sekitar infrastruktur yang telah terintegrasi,&amp;rdquo; katanya.

Optimasi pemanfaatan gas hilir dan integrasi infrastruktur dilakukan PGN dengan mengembangkan jaringan pipa distribusi gas bumi Jateng. Total pipa distribusi yang sudah dibangun saat ini sepanjang &amp;plusmn;34 Km.



Menurut Ratih, Pipa Distribusi PGN yang telah terintegrasi dengan Pipa Cisem dan Gresem juga akan memberikan fleksibilitas mendatangkan pasokan dari beberapa sumber. Selanjutnya, PGN dapat melakukan agregasi pada customer-customer potensial.



Pada tahun 2024 ini, PGN akan terus berupaya menyelesaikan penyelesaian infrastruktur ke calon pelanggan yang sudah terkontrak diantaranya PT KCC Glass Indonesia di Batang dengan kebutuhan volume gas 8 BBTUD. Beberapa pabrik lainnya berada di Kendal dan Mangkang seperti LBM, BTR, Matahari Tire Indonesia dan Sango Ceramic dengan potensi volume awal sekitar 3 BBTUD di tahun 2024 ini.



&amp;ldquo;Dengan demikian, total proyeksi optimasi penyaluran gas melalui Pipa Gresem-Cisem pada di akhir tahun ini sekitar 14 BBTUD atau sekitar 14 juta m3 per bulan,&amp;rdquo; katanya.



</content:encoded></item></channel></rss>
