<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>80 Juta Pekerjaan Hilang karena Perkembangan Teknologi</title><description>80 juta pekerjaan bakal menghilang imbas perkembangan teknologi yang semakin cepat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/12/320/3020762/80-juta-pekerjaan-hilang-karena-perkembangan-teknologi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/12/320/3020762/80-juta-pekerjaan-hilang-karena-perkembangan-teknologi"/><item><title>80 Juta Pekerjaan Hilang karena Perkembangan Teknologi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/12/320/3020762/80-juta-pekerjaan-hilang-karena-perkembangan-teknologi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/12/320/3020762/80-juta-pekerjaan-hilang-karena-perkembangan-teknologi</guid><pubDate>Rabu 12 Juni 2024 18:18 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/12/320/3020762/80-juta-pekerjaan-hilang-karena-perkembangan-teknologi-wEmP9kSrZO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">80 juta pekerjaan akan hilang karena teknologi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/12/320/3020762/80-juta-pekerjaan-hilang-karena-perkembangan-teknologi-wEmP9kSrZO.jpg</image><title>80 juta pekerjaan akan hilang karena teknologi (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8wMy8xOS8xODEzNzUvNS94OHprZXRt&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - 80 juta pekerjaan bakal menghilang imbas perkembangan teknologi yang semakin cepat. Kemudian, 67 juta jenis pekerjaan diramal akan diperlukan dengan kemampuan atau skill yang baru.
&quot;Transformasi skill-skill dengan teknologi dan pemanfaatan digital ini sangat kita perlukan di masa depan ini yang kita harus percepat,&quot; jelas Plh. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud, Rabu (12/6/2024).

BACA JUGA:
Wall Street Beragam Jelang Laporan Tenaga Kerja AS


Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja Chairul Saleh mengungkapkan bahwa fenomena ini bisa dilihat dari 2 sisi yaitu ancaman dan potensi.
&quot;Mungkin sudah kita rasakan saat sekarang ya, dari berbagai sektor otomatisasi ini banyak menggantikan tenaga kerja manusia konvensional gitu. Kan di jumlah sekitar 60 juta, 80 juta, karena memang akan ada gap,&quot; jelasnya.

BACA JUGA:
Jadi Sumber Pendapatan, Penyerapan Tenaga Kerja di Sektor Pertanian Tertinggi


Oleh sebab itu, selama ini pemerintah tengah mendorong tenaga kerja di sektor-sektor industri padat karya. Bahkan diakuinya, ke depan, pemerintah tengah mencoba mengadopsi digitalisasi meski tentunya akan ada konsekuensi dari otomatisasi tersebut.
&quot;Nah, dalam hal ini kita gak bisa menolak ya dari perkembangan  ekonomi digital kita gitu. Karena ini sudah menjadi keniscayaan. Kalau  enggak kita akan ketinggalan,&quot; imbuh Chairul.
Chairul juga menilai, diperlukan mitigasi salah satunya dengan  menyiapkan tenaga kerja yang berkaitan dengan sistem pendidikan.  Selanjutnya, pemberdayaan tenaga kerja serta membangun nilai-nilai  budaya lifelong learning di sini.
&quot;Jadi kita lihat bahwa perlu ada skill set yang kita perlu set up di  sini. Either itu menjangkau dari pendidikan formal maupun formal. Kita  harus menciptakan kesiapan dari manusianya itu sendiri,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8wMy8xOS8xODEzNzUvNS94OHprZXRt&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - 80 juta pekerjaan bakal menghilang imbas perkembangan teknologi yang semakin cepat. Kemudian, 67 juta jenis pekerjaan diramal akan diperlukan dengan kemampuan atau skill yang baru.
&quot;Transformasi skill-skill dengan teknologi dan pemanfaatan digital ini sangat kita perlukan di masa depan ini yang kita harus percepat,&quot; jelas Plh. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud, Rabu (12/6/2024).

BACA JUGA:
Wall Street Beragam Jelang Laporan Tenaga Kerja AS


Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja Chairul Saleh mengungkapkan bahwa fenomena ini bisa dilihat dari 2 sisi yaitu ancaman dan potensi.
&quot;Mungkin sudah kita rasakan saat sekarang ya, dari berbagai sektor otomatisasi ini banyak menggantikan tenaga kerja manusia konvensional gitu. Kan di jumlah sekitar 60 juta, 80 juta, karena memang akan ada gap,&quot; jelasnya.

BACA JUGA:
Jadi Sumber Pendapatan, Penyerapan Tenaga Kerja di Sektor Pertanian Tertinggi


Oleh sebab itu, selama ini pemerintah tengah mendorong tenaga kerja di sektor-sektor industri padat karya. Bahkan diakuinya, ke depan, pemerintah tengah mencoba mengadopsi digitalisasi meski tentunya akan ada konsekuensi dari otomatisasi tersebut.
&quot;Nah, dalam hal ini kita gak bisa menolak ya dari perkembangan  ekonomi digital kita gitu. Karena ini sudah menjadi keniscayaan. Kalau  enggak kita akan ketinggalan,&quot; imbuh Chairul.
Chairul juga menilai, diperlukan mitigasi salah satunya dengan  menyiapkan tenaga kerja yang berkaitan dengan sistem pendidikan.  Selanjutnya, pemberdayaan tenaga kerja serta membangun nilai-nilai  budaya lifelong learning di sini.
&quot;Jadi kita lihat bahwa perlu ada skill set yang kita perlu set up di  sini. Either itu menjangkau dari pendidikan formal maupun formal. Kita  harus menciptakan kesiapan dari manusianya itu sendiri,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
